Senin, 16 Maret 2026

Mengatasi Lupa dan Malas dalam Beribadah | Ustadz Faishal bin Imam Zuhri | Kajian Subuh Online #291 | 23 Ramadhan 1447 - 12 Maret 2026

Lupa adalah disebabkan karena faktor pikiran sehingga lepas dari ingatan atau tidak sadar akan keadaan sekitar dan lalai terhadap kewajiban karena memori menurun.


Malas sisebabkan faktor fisik & hati, lemah semangat beribadah (futur) dan segan beramal, walau ada kesempatan dan kemampuan.

Dalam satu hadist yang diriwiyatkan oleh at Tirmidzi : Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah (termasuk lupa & futur) & sebaik2 nya adalah yg mau bertaubat & memperbaiki diri.  Lupa yang disertai dengan rasa malas, merupakan yang biasa dilakukan oleh setiap kita semua. Kenapa ? Bisa jadi karena faktor usia, Tetapi ini adalah dampak dari ketidakpatuhan dalam mentaati syariat Allah, yaitu selalu mengingat Allah.

1.     Doa dan Ayat Kunci untuk Mengingat Allah

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada sahabat Mu'az bin Jabal, "Ya Allah, tolonglah aku, bantulah aku agar senang berpikir kepada-Mu, agar tidak lupa kepada-Mu, agar bisa terus bersyukur kepada-Mu, dan agar bisa beribadah dengan sebaik-baiknya kepada-Mu"

Doa ini menekankan kebutuhan manusia akan pertolongan Allah untuk mengatasi sifat lupa dan tidak bersyukur, serta pentingnya belajar (ilmu) untuk beribadah dengan baik.

 Pada surat Al-Baqarah ayat 152 :

 فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِࣖ

Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat-Ku)

Ayat ini merupakan pengingat singkat namun kuat untuk senantiasa mengingat dan bersyukur kepada Allah. Dapat diamalkan dalam sholat setelah membaca Al-Fatihah.

2.      Penyebab dan Bentuk Lupa serta Malas

a.    Faktor Duniawi, kecenderungan untuk lebih mengingat urusan duniawi (misalnya, saat sedang masak dan gas habis, yang diingat adalah  toko gas,  saat bahan bahan kendaraan menipis  yang diingat adalah SPBU terdekat. Dan saterusnya.

b.    Pengaruh Seta, berperan membuat manusia lupa kepada Allah, seperti yang disebutkan dalam Surat Al-Mujadalah [58]:19,

 

اِسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطٰنُ فَاَنْسٰىهُمْ ذِكْرَ اللّٰهِۗ اُولٰۤىِٕكَ حِزْبُ الشَّيْطٰنِۗ اَلَآ اِنَّ حِزْبَ الشَّيْطٰنِ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikannya lupa mengingat Allah. Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah sesungguhnya golongan setan itulah orang-orang yang rugi

 c.    Melupakan untuk bershalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW saat nama beliau disebut, padahal Allah dan malaikat-Nya senantiasa bershalawat. Ini adalah kerugian besar.

  اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya

3.    Cara Mengatasi Lupa dan Malas.

a.    Prioritaskan Allah dalam setiap urusan, misalnya doa minta kepada Allah walaupun hal yang remeh-remeh , sebagai mana Hadist dari Abu Ya’la  : hendahlah kalian mintalah seluruh, walaupun hanya sandal putus. Sampai dengan hal-hal yangyang besa  selalu ingat dan berdoa kepada Allah terlebih dahulu.

b.    Perbanyak Zikir dan Doa, sebagaimana  :

  •  HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706

Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasali wal jubni wal harami wal bukhli, wa a’udzu bika min ‘adzabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.Artinya: “Ya Artinya : Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.

  •   Surat Al Baqarah [2]: 286 :

 رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَࣖ

“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”

§  Dzikir mudah diucapkan dan sering muncul dalam berbagai situasi

 لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه

Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah

 


c.    Istiqamah dalam Beramal

Melakukan amal sedikit demi sedikit namun konsisten lebih dicintai Allah daripada amal banyak yang hanya di awal saja (HR Bukari Muslim). 

Menetapkan target ibadah yang realistis dan ringan, lalu menjaganya.

d.    Memahami Hakikat Kehidupan dan Kematian.

Kelak di akherat akan ditanyakan tentang amalan-amalan dunia yang telakan dilakukan, yaitu 

mengenai umur, ilmu, harta, dan fisik (HR At Tairmidzi)

e.    Manfaatkan  lima hal sebelum lima hal datang, yaitu masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, luang sebelum sibuk, hidup sebelum mati (HR Al Hakim).

f .   Memanfaatkan Al-Qur'an sebagai akitiftas rutin, membaca, mentadabburi, dan mempelajari Al Qur'andan menghambat lupa.  Membaca terjemahan Al-Qur'an agar memahami maknanya, karena setan berusaha agar manusia tidak mentadabburi Al-Qur'an



Tidak ada komentar: