Kamis, 22 Oktober 2026

PERIODISASI DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW


I. Kelahiran hingga diangkat menjadi nabi (570–610 M)


A. Periode Kelahiran dan Masa Kecil (570–576 M)


1. Kelahiran (12 Rabiul Awal 570 M / Tahun Gajah)

  • Lahir di Mekkah dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab
  • Ayahnya, Abdullah, telah wafat saat Nabi masih dalam kandungan
  • Tahun kelahirannya disebut Tahun Gajah (Amul Fil), karena pasukan Abrahah dari Yaman gagal menghancurkan Ka'bah


2. Masa Menyusui (570–574 M)

  • Disusui oleh Tsuwaibah (hamba Abu Lahab)
  • Kemudian disusui oleh Halimah Sa'diyah di perkampungan Bani Sa'ad (desa Bani Sa'ad)
  • Tinggal di pedesaan hingga usia ±4 tahun


3. Wafatnya Ibunda (576 M)

  • Usia 6 tahun, ibunya Aminah wafat di Abwa' (antara Mekkah dan Madinah) saat perjalanan pulang dari Yatsrib
  • Nabi diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib


B. Masa Pengasuhan (576–583 M)


4. Wafatnya Kakek (578 M)

  • Usia 8 tahun, kakeknya Abdul Muthalib wafat
  • Nabi diasuh oleh pamannya, Abu Thalib (meski Abu Thalib tidak masuk Islam, ia sangat melindungi Nabi)


5. Masa Remaja dan Penggembalaan

  • Usia muda menggembala kambing di sekitar Mekkah
  • Melatih kemandirian, kesabaran, dan tanggung jawab


C. Masa Dewasa Awal (583–595 M)


6. Perjalanan Dagang ke Syam (583 M)


  • Usia ±12 tahun, ikut Abu Thalib berdagang ke Syam
  • Bertemu pendeta Buhaira yang mengenali tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad
  • Buhaira menyarankan Abu Thalib segera membawa pulang Muhammad untuk melindunginya


7. Perang Fijar (584 M)


  • Usia ±14 tahun, menyaksikan Perang Fijar (perang antar suku Arab)
  • Nabi tidak ikut bertempur, hanya membantu logistik


8. Hilful Fudhul (585 M)


  • Usia ±15 tahun, ikut serta dalam Hilful Fudhul — perjanjian untuk membela orang yang terzalimi
  • Nabi sangat mendukung perjanjian ini sepanjang hidupnya


9. Perjalanan Dagang ke Syam (595 M)


  • Usia ±25 tahun, berdagang dengan modal Khadijah binti Khuwailid
  • Sangat sukses, mendapat kepercayaan dan keuntungan besar


D. Masa Pernikahan  (595–610 M)


10. Pernikahan dengan Khadijah (595 M)


  • Usia 25 tahun, menikah dengan Khadijah binti Khuwailid (usia 40 tahun)
  • Khadijah adalah wanita pertama yang masuk Islam
  • Pernikahan bahagia selama 25 tahun hingga Khadijah wafat (619 M)


11. Peran Sosial di Mekkah


  • Dikenal sebagai Al-Amin (yang terpercaya)
  • Dikenal sebagai Ash-Shadiq (yang jujur)
  • Menjadi penengah sengketa peletakan Hajar Aswad (605 M) saat renovasi Ka'bah


E. Masa Menjelang Kenabian (605–610 M)


12. Renovasi Ka'bah (605 M)


  • Usia ±35 tahun, Ka'bah direnovasi
  • Nabi dipercaya meletakkan Hajar Aswad ke tempatnya, menyelesaikan perselisihan antar suku


13. Khalwat di Gua Hira (610 M)


  • Usia ±40 tahun, Nabi mulai sering menyendiri di Gua Hira (Jabal Nur)
  • Merenung, bertafakur, mencari kebenaran
  • Semakin menjauh dari kemusyrikan dan kebiasaan jahiliyah


II. Diangkat Menjadi Nabi dan Dakwah Islam (610 – 623 M)


A. Dakhwah di Mekkah  (610 -622 M)


14. Wahyu Pertama (17 Ramadhan 610 M)


  • Malaikat Jibril datang menemui Nabi di Gua Hira
  • Membawa wahyu pertama: QS Al-Alaq 1–5
  • Nabi pulang dalam keadaan gemetar, diselimuti oleh Khadijah
  • Khadijah membenarkan dan menenangkan Nabi
  • Waraqah bin Naufal (sepupu Khadijah, penganut Kristen) membenarkan bahwa itu adalah wahyu kenabian


15. Masa Fatrah (Jeda Wahyu)


  • Setelah wahyu pertama, wahyu terputus sementara
  • Nabi merasa sedih dan khawatir
  • Kemudian turun QS Ad-Dhuha sebagai penghiburan


16. Wahyu Kedua & Perintah Dakwah


  • Turun QS Al-Muddatstsir 1–7 sebagai perintah untuk mulai berdakwah
  • Nabi mulai menyiarkan Islam secara sembunyi-sembunyi (sirriyah), fokus pada keluarga dan sahabat dekat. Yang pertama masuk Islam: Khadijah, Ali, Abu Bakar, Zaid bin Haritsah


17. Periode Dakwah Terbuka & Penindasan (613–619 M)


  • 613–615 M: Dakwah terbuka (QS Al Hijr :94) ke penduduk Quraish dan mendapat penolakan keras terutama Abu Jahal, Abu Lahab).
  • 615 M: Hijrah pertama ke Habasyah (Ethiopia) dipimpin Ja'far bin Abi Thalib.
  • 616 M: Umar bin Khattab dan Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam.
  • 616–619 M: Boikot total Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib di lembah Syi'b Abi Thalib (3 tahun)


18. Tahun Kesedihan ('Amul Huzn) – 619 M

  • Wafatnya Abu Thalib (pelindung) dan Khadijah (istri tercinta).
  • Nabi mencari dukungan ke Thaif, ditolak dan dilempari.


19. Periode Isra' Mi'raj & Bai'at (620–622 M)


  • 620 M: Isra' Mi'raj, perintah shalat 5 waktu.
  • 621 M: Bai'at Aqabah I dengan 12 orang Yatsrib.
  • 622 M: Bai'at Aqabah II dengan 73 orang Yatsrib, kesepakatan hijrah.


20. Hijrah ke Madinah (622 M)


  • 622 M: Nabi dan Abu Bakar hijrah ke Madinah, disusul kaum Muslimin.
  • Peristiwa ini menjadi awal kalender Hijriyah.


B. Dakwah di Madinah (622–632 M)


21. Periode Pembangunan Fondasi (622–624 M)


  • Nabi tiba di Madinah (Yatsrib), disambut kaum Anshar.
  • Membangun Masjid Nabawi sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemerintahan.
  • Piagam Madinah: Konstitusi tertulis pertama, mengatur hubungan antar kaum Muslimin, Yahudi, dan suku-suku lain.
  • Mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar (muakhah).
  • 623 M: Perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka'bah.
  • 624 M: Perang Badar (17 Ramadhan) — kemenangan besar kaum Muslimin.


22. Periode Pertahanan & Ujian (624–627 M)


  • 625 M: Perang Uhud — kaum Muslimin mengalami kekalahan karena sebagian pasukan meninggalkan posisi.
  • 626 M: Perang Bani Nadhir — pengusiran Yahudi Bani Nadhir dari Madinah.
  • 627 M: Perang Khandaq (Ahzab) — Madinah dikepung pasukan gabungan, berhasil dipertahankan dengan strategi parit.


23. Periode Diplomasi & Ekspansi (627–630 M)


  • 628 M: Perjanjian Hudaibiyah dengan Quraisy — titik balik diplomatik, gencatan senjata 10 tahun.
  • 628 M: Perang Khaibar — penaklukan benteng Yahudi Khaibar.
  • 629 M: Perang Mu'tah — ekspedisi ke Syam, Zaid bin Haritsah, Ja'far, dan Abdullah bin Rawahah syahid.
  • 630 M: Pembebasan Mekkah (Fathu Makkah) — Nabi masuk Mekkah tanpa pertumpahan darah, Ka'bah dibersihkan dari berhala.
  • 630 M: Perang Hunain dan Thaif — menaklukkan suku Hawazin dan Tsaqif.


24. Periode Penyempurnaan & Penyebaran Islam (630–632 M)


  • 631 M: Tahun delegasi (Amul Wufud) — banyak suku Arab masuk Islam dan mengirim utusan ke Madinah.
  • 631 M: Ekspedisi Tabuk — menunjukkan kekuatan Muslimin ke arah Syam.
  • 632 M: Haji Wada' (Hajjatul Wada') — Nabi menunaikan haji terakhir, menyampaikan Khutbah Arafah berisi pesan persamaan, keadilan, dan hak asasi.


Sabtu, 10 Oktober 2026

Hikmah Kisah Dakhwah Nabi Shalih (Tafsir QS Al Araf [7]: 73-78) | Ust. Rois Imron Rosi, MPd.I | KSO #317

Kaum Tsamud (kaum Nabi Shalih)


a. Adalah penerus kaum 'Ad (QS. Al-A'raf [7]: 74). Nasab mereka: Tsamud bin Atsir bin Iram bin Sam bin Nuh, sehingga mereka bertemu dengan 'Ad pada kakek yang sama, yaitu Iram. Mereka juga disebut sebagai kaum 'Ad yang kedua.

b. Keistimewaannya adalah ahli arsitektur yang mampu memahat gunung-gunung batu menjadi rumah (saat musim dingin) dan membangun istana di dataran yang rendah (QS. Al-A'raf : 74, QS. Asy-Syu'ara' [26]: 149)

c. Lokasi permukiman di Al-Hijr (Madain Saleh), terletak antara Hijaz dan Syam, sekitar 300 kilometer utara Madinah. Wilayah ini merupakan wilayah yang sedikit airnya (tsamad).

d. Al-Qur'an sering menyebut keduanya secara bersamaan sebagai contoh umat yang mendustakan rasul dan dibinasakan (QS. Al-Ankabut [29]: 38, QS. Ibrahim [14]: 9, QS. Al-Haqqah [69]: 4-5)

Dakhwah Nabi Shalih

1. Seruan Ber- tauhid  

a. Kaum Tsamud diberi kemampuan yang luar biasa yaitu bentuk fisik yang kuat dan kemampuan ilmu yang istimewa  
b. Tetapi keistimewaan tersebut tidak digunakan sebagai rasa syukur sebagai nikmat dari Allah swt tetapi sebaliknya, mereka menyembah berhala, keimanannya rendah sekali 
c. Allah menunjuk Nabi Shalih yang berasal dari kaum mereka sendiri  (akhahum fil insaniyah bukan akhahum fil imaniyah) dengan harapan bisa bisa menguatkan keimaman dan melembutkan hati (mawi'idhah) 
d. Nabi Saleh mengajak kaumnya menyembah Allah semata dan menyampaikan dakwah dengan bahasa yang lembut serta penuh kepedulian sesuai firman Allah dalam QS Al Araf [7]:73 : ".. Wahai kaumku (qaumi) , sembahlah Allah, tidak ada bagi kamu tuhan selain Dia. .."  

2. Mukjizat sebagai Bukti 

a. Dakwah nabi Shalih mengalami penolakan, " Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkari apa yang kamu imani" (QS Al Araf [7]: "76) dan bahkan menantang untuk membuktikan bahwa dia benar-benar seorang nabi .
b. Kenapa mereka menolak ? Karena merekan menggunakan akal, bukan hati, dalam menyikapi dakwah tersebut. Mereka beranggapan dengan banyak tuhan saja sulit menyelesaikan urusan mereka apalagi tuhannya hanya satu. Mereka lupa bahwa urusan dunia selalu dibersamai dengan dengan hawa nafsu, sehingga tidak akan selesai. semua urusan dunia selalu ada masalah dan masalah dunia tidak ada lagi setelah kita berada di surga 
c. Bahkan mereka menantang nabi dengan permintaan yg sangat spesifik dan cenderung kurang ajar yaitu untuk mendatangankan seekor unta.  Allah menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan  sebuah mukjizat berupa seekor unta betina  (dalam surat QS Al Araf [7]: 73 : "Sungguh, telah datang kepada kamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini adalah unta betina Allah untuk kamu sebagai mukjizat..")  yang sangat besar bunting dari gunung batu sebagai tanda kekuasaan-Nya. 
d. Nabi Saleh memerintahkan mereka membiarkan unta itu makan dan tidak menyakitinya (dalam surat QS Al Araf [7]: 73  : " ..Maka, biarkanlah ia makan di bumi Allah dan janganlah kamu mengganggunya dengan keburukan apa pun sehingga kamu ditimpa siksa yang sangat pedih". 
e. Allah mengancam jika unta itu diganggu maka Allah akan mendatangkan adzab 
f. Keberadaan onta adalah bayyinah (bukti nyata yang sangat besar) bagi mereka, karena dilahirkan dari batu (bukan dari onta lain) dan tidak ada yang punya 
g. Apakah setelah dikabulkan permintaan, apakah mereka menjadi beriman ?

3. Pelanggaran dan Kesombongan 

a. Allah memerintahkan supaya onta dibiarkan untuk hidup, makan minum di wilayah mereka (bumi Allah) & jangan mengganggunya 
b. Nabi membuat aturan sumur air yang di wilayah mereka digunakan  secara bersama-sama untuk kepentingan masyarakat dan onta. Caranya ? yaitu mempergilirkan minum air sumur setiap hari secara bergantian, sehari untuk kepentingan masyarakat dan sehari  untuk minuman onta.  Begitu seterusnya.  
c. Seiring beriringnya waktu, keserakahan & kesombongan  (QS Al Araf ]7]: " Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya...") mulai menggeluti pikiran mereka, di dipelopori oleh sejumlah tokoh yang dipimpin oleh Qidar bin Alif untuk menyakiti onta 
d. Caranya ? Mempengaruhi pikiran kaum mereka bahwa sumur air milik mereka, gara-gara onta kita tidak bisa minum setiap hari. Padahal, tidak demikian, Nabi Shalih menyampaikan saat giliran sumur air untuk onta, mereka bisa minum air susu onta, karena produksi susunya sangat banyak sekali 
e. Maka mereka akan  membunuh unta (QS Hud [11]:65) tersebut meski telah diperingatkan . Qidar melakukan dengan memotong dulu kakinya, sehingga onta terjatuh. Kemudian datanglah yang lain dan memotong-motong (mutilasi) dan digambarkan dalam QS As Syams [91]:11 dengan sebutan perbuatan yang telah melampui batas (kadzdzabats tsamudu bithoghwaaha)  
f. Kesombongan mulai tampak dengan menantang kepada nabi  agar mendatangkan azab, sebagai dalam QS Al Araf [7]: 77 : "Wahai Saleh, datangkanlah kepada kami apa (ancaman siksa) yang engkau janjikan kepada kami jika engkau termasuk orang-orang yang diutus (Allah)". Bahkan diulang setiap hari sampai tiga hari (QS Hud [11]:65), "Maka, dia (Saleh) berkata, “Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari". Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan".

4. Jawabannya Azab Datang 

a. Setelah tenggang beberapa waktu, kaum Thamud ditimpa azab (QS Hud [11]: 66: " Ketika keputusan Kami datang, Kami menyelamatkan Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya..." 
b. Allah mendatangkan gempa dan meratakan dengan tanah (QS As Syams [91]): 14 dan dalam QS Hud [11]: 67 dengan "Suara yang menggelegar juga menimpa orang-orang zalim itu, sehingga mereka mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka"  dan meraka binasa. 



Lesson Learning

1. Nikmat dan Tanggung Jawab. Nabi Saleh mengingatkan kaumnya atas nikmat berupa kemakmuran, kekuatan, dan kemampuan membangun. Nikmat seharusnya menumbuhkan syukur, bukan kesombongan atau kerusakan.

2. Apabila menjumpai tempat-tempat yang dihuni kaum yang pernah diazab Allah, dianjurkan untuk merenung dan tidak berlama-lama , sebagaimana  Rasulullah SAW yang meminta para sahabat bergegas ketika melewati kawasan peninggalan kaum Thamud dan tidak berlama-lama di sana, bahkan disuruh membuang air ketika sahabat mengambil air untuk memasak makanan.

3. Syukuri nikmat dan gunakan secara bertanggung jawab. Kemakmuran, sumber daya, dan kemampuan adalah amanah, bukan alasan untuk merasa berkuasa.

4. Terima kebenaran tanpa kesombongan. Menolak nasihat dan meremehkan pembawa pesan dapat mendorong seseorang atau kelompok menuju keputusan yang merusak.

5. Sampaikan nasihat dengan bijaksana. Pendekatan Nabi Saleh menekankan kelembutan, kepedulian, dan pengingat atas nikmat.

6. Jangan menganggap remeh peringatan atau nasehat, khususnya dari orang2 yang saleh. Tantangan terhadap konsekuensi dan pengabaian terhadap batas yang telah disampaikan berujung pada kehancuran kaum Tsamud.

7. Hadapi ketidakpastian dengan tawakal. Manusia dapat merencanakan masa depan, tetapi perlu menyadari keterbatasannya dan menyerahkan hasil kepada Allah.

8. Kisah kaum Tsamud mengajak umat untuk menjaga tauhid, merendahkan hati, mensyukuri nikmat, serta menghindari tindakan yang merusak. Kekuatan dan kemakmuran tidak dapat melindungi suatu kaum apabila mereka menolak kebenaran dan menyalahgunakan nikmat yang diterima.

Rekaman di sini Klik ?

Selasa, 06 Oktober 2026

Menjaga Kesehatan sebagai Pendukung Kenyamanan Beribadah | Dr.dr.Zaenal Muttaqien Sohro, Circ & Med, AIFM | KSO #316

Orientasi Hidup dan Nilai Spiritual 

Ibadah mencakup ritual khusus maupun aktivitas sehari-hari. Hati, niat, dan amal dinilai lebih utama daripada rupa atau harta; karena itu, kehidupan sebaiknya tidak berpusat pada materi dan transaksi. Dalam QS Asy Syuara [26]: 88-89 : (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. Dan HR Muslim : “Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik dan harta kalian tetapi Ia melihat hati dan amal kalian”.

Pola Makan yang Bijak

1. Makan dan minum dianjurkan secukupnya, tidak berlebihan (QS Al Araf [7]: 31:" Hai, anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan") serta disertai kesadaran atas asal rezeki dan tanggung jawab menjaganya. QS As Syuara [26]: 78-80 : "(Allah) yang telah menciptakanku. Maka, Dia (pula) yang memberi petunjuk kepadaku. Dia (pula) yang memberiku makan dan minum. Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku". Sebelum mengambil makan ukur dulu kapasitas lambung menerima makanan, kalau masih nambah bisa jadi sudah melibatkan nafsu.

2. Anjuran untuk mengkonsumsi buah, sayur, dan serat (QS Yunus [10]: 22 : Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia adalah ibarat air yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah karenanya macam-macam tanaman bumi yang (dapat) dimakan oleh manusia dan hewan ternak" 

3. Pengendalian diri dengan cara menghindari makan besar di malam hari yang memberatkan tubuh yaitu makan terlalu dekat dengan waktu tidur.  Rasulullah  bersabda: "Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya." (HR. Tirmidzi). Secara science bisa menyebabkan disrupsi ritme cirkadian (jam biologis internal). Makan di waktu yang bertentangan dengan jam ini—seperti saat malam ketika melatonin (hormon tidur) mulai meningkat—menyebabkan misalignment sirkadian yang berdampak buruk pada metabolisme dan kesehatan jangka panjang.

4. Memperhatikan sumber/ asal makanan   dan  apakah berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi manusia. 

⦁ Allah swt memerintahkan   memakan makanan halal dan bergizi (baik). Sebab makanan sangat berpengaruh dalam menunjang aktivitas harian manusia, baik itu berkenaan dengan ibadah maupun relasi sosial (QS Al Baqarah [2] :168 : " ! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”
 
⦁ Allah berfirman dalam surat Luqman [31]: 20 : "Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia (juga) menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu ". Mindset yang salah tentang asal muasal asam urat selain dari biji buah melinjo, adalah dari daging bahkan dampaknya lebih kuat (biovailable). 

5. Mengunyah makanan dengan lambat akan menyehatkan jantung, yaitu pengendalian berat badan dan faktor risiko metabolik. Makan dengan cepat dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, resistensi insulin, dan sindrom metabolik. 

6. Mengunyah dengan baik merangsang produksi air liur yang memiliki peran penting untuk kesehatan mulut. Air liur membantu membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam yang dihasilkan bakteri, sehingga dapat menurunkan risiko gigi berlubang. Selain itu, sebuah studi pada anak-anak menemukan bahwa durasi makan yang lebih lama (mengunyah perlahan) berhubungan secara signifikan dengan risiko karies gigi yang lebih rendah. Mengunyah juga memberikan efek pemijatan pada gusi yang dapat memperlancar sirkulasi darah di area tersebut.


Pola Hidup Sehat 

Tubuh adalah amanah yang harus dipertanggunajwabkan sehingga pola hidup yang sehat perlu untuk mendukung kenyamanan dalam beribadah. Kesehatan fisik dan spiritual saling memperkuat satu dengan lain untuk membuka jalan menuju hati yang bisa hadir serta lebih khusuhk dalam mempertanggungkan anugerah yang diberika Allah kepada setiap manusia.

1. Aktivitas fisik yang sesuai, yaitu berolahraga dianjurkan dengan melibatkan otot besar, dilakukan secara ritmis dan berkelanjutan, serta dengan intensitas yang sesuai kemampuan. Jalan cepat, jogging, bersepeda statis, berenang, dan senam disebut sebagai pilihan; materi menyarankan latihan rutin sekitar 3–5 kali per minggu selama 30–45 menit.

2. Kebiasaan bangun tidur dengan mensyukuri dengan berdoa : "Alhamdu lillahil ladzii ahyaanaa ba'da maa amaa tanaa wa ilahin nusyuur,  Ya Allah! Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati (membangunkan dari tidur) dan hanya kepada-Nya kami dikembalikan". Dilanjutkan dengan melakukan gerakan-gerakan ringan dan sadar dengan berjinjit dengan langkah sederhana. 

3. Kesehatan mental dan komunikasi :  Zikir, tutur kata yang santun, pengendalian emosi, dan kehati-hatian menyikapi informasi digital dipandang mendukung ketenangan dan kualitas hidup. Informasi yang beredar di media sosial perlu diklarifikasi sebelum dipercaya atau disebarkan.

4. Berdzikir dengan suara lirih (QS Al Hujurat  [40]:3) dan meresapi identik dengan mengunyah. Walau tidak tahu artinya, secara mekanisme tubuh menggerakan pita suara dan menggerakan dan pengaturan tekanan darah

Implikasi dan Tindak Lanjut

1. Bangun rutinitas kesehatan yang realistis: pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, dan perhatian terhadap kebutuhan tubuh.

2. Jadikan pencegahan sebagai kebiasaan, bukan hanya mencari pengobatan setelah muncul gangguan.

3. Padukan upaya menjaga kesehatan dengan praktik spiritual dan sikap syukur, tanpa mengabaikan pendekatan kesehatan berbasis bukti.

4. Verifikasi saran medis—termasuk klaim mengenai olahraga, tekanan darah, pencernaan, atau pencegahan stroke dan penyakit jantung—kepada tenaga kesehatan yang kompeten, khususnya bagi lansia atau orang dengan kondisi medis.


Rekaman di sini Klik !

Rabu, 30 September 2026

Penyebab Kesengsaraan Hidup | Ustad Fadlan Fahamsyah | Kajian Bada Subuh Masjid Al Mukminun Malang | 30 Agustus 2026



1. Syirik 

Merupakan dosa terbesar yang mengharamkan surga dan menempatkan pelakunya di neraka. Orang kalau menyekutukan Allah, berbuat syirik, pasti hidupnya sengsara. meskipun zahirnya indah, tapi hidupnya sengsara.

Ancaman bagi pelaku dosa sirik :
a. Allah haramkan masuk surga sesuai firman Allah dalam surah al-Maidah [5]:72 : Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu".

b. Menghancurkan seluruh amal kebaikan, sekecil apapun. Allah berfirman dalam surat As Zumar [39]:65 : “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan gugurlah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi". Ayat ini yang selalu diturunkan Allah kepada setiap Nabi, maknanya adalah masalah besar jika umat masih melakukan kesirikan.

c. Tidak akan diampuni oleh Allah SWT sesuai dengan firman Allah dalam surat An Nisaa [4] : 48 : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik)". Contoh : dosa karena berjudi, minum khamer, amalan lainnya, misal shodaqoh, haji, berbakti kepada orangtua masih diterima dan menjadi pertimbangan dari hari mizan. Tetapi dosa sirik, amalan-amalan tersebut terhapus semua.

d. Menyebabkan kezaliman terbesar dan kegelisahan hati seperti yang difirmankan Allah pada surat Lukman [31]:13 : "Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar”. Contoh : Jika tidak menggunakan asesoris yang berfungsi sebagai jimat, hatinya selalu gelisah.

e. Menghalangi mendapatkan syafaat, bahkan dari Nabi Muhammad SAW sesuai HR Muslim no.196 "Aku adalah manusia pertama yang memberi syafaat untuk (masuk) Surga, dan aku adalah nabi yang paling banyak pengikutnya.”

2. Meninggalkan Salat

Salat adalah penentu kebahagiaan dan keberkahan hidup. Perbedaan mendasar antara orang muslim dan orang kafir adalah ibadah salat.  Meninggalkan salat dianggap kekufuran dan dosanya lebih besar dari zina, judi, atau minum khamar. 
Yang meninggalkan shalat ancamannya adalah masuk neraka sakor  (QS Mudadatsir [74]:42-43: "Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?. Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat” .
Shalat adalah tiangnya agama. "Inti segala perkara adalah Islam dan tiangnya yang merupakan sholat." (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973).

Jangankan orang yang tidak shalat, orang yang melaksanakan shalat juga diancam dengan dosa (QS Al Maun [107]:4-7 : "Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat. Yaitu yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya dan enggan (memberi) bantuan".

Menurut Imam Ibnu Qoyyim ra terdapat 6(enam) sifat shalat yang merupakan ciri-citi orang munafik  : a) Malas, b) riya, c) menunda-nunda, d) terburu-buru (seperti ayam mematuk makanannya), e) Sedikit mengingat Allah (tidak khusuk), f) tidak berjamaah bagi pria.

Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi  lalu berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku tidak memiliki penuntun yang menuntunku pergi ke masjid." Lantas ia meminta kepada Rasulullah ﷺ untuk memberinya keringanan mengerjakan salat di rumah, sehingga beliau memberinya keringanan. Namun, ketika orang tersebut beranjak pergi, beliau memanggilnya kembali kemudian bertanya, "Apakah engkau mendengar seruan azan?" Ia menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Maka, penuhilah!"  [HR Ṣaḥīḥ Muslim - no.653].


3. Durhaka kepada Orang Tua

Anak durhaha tidak ada yang hidup enak, walaupun dzahir tenang, tetapi hatinya selalu gelisah, walaupun strata sosial, ekonominya tinggi. Bisa jadi diuji dengan istri, anaknya, keluarganya.Keridaan Allah bergantung pada keridaan orang tua.
Orangtua adalah pintunya surga, maknaya keberadaan orangtua adalah penyebab masuknya surga. Tetapi, kesempatan itu tidak dimanfaatkan.
Dikisahkan Abdullah bin Umar diminta bapaknya untuk menceraikan istrinya, karena sesuatu hal. Tetapi ditolak, karena masih mencintai istrinya. Sahabat Umar datang ke Nabi menceraikan keadaanya. Rasul memanggail Abdullah dan memerintahkan untuk mencerikan istrinya, tanpa tabayyun dulu (seperti yang biasa lakukan setiap adalah keluhan masalah keluarga). Dan akhirnya Abdullah mematuhi perintah nabi.

Kisah yang hampir dialami oleh tabiin yang cerhat ke Abu Darda, tentang kondisi istri dan ibunya yang sedang bermasalah. Nasehat Abu Darda : "Aku tidak menyuruhmu menceraikan istrimu, tidak mencuruh menyuruhmu untuk memilih istrimu. Terserah kamu pilih orang tuamu atau istrimu. Cuma aku kabarkan kepadamu. Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Alwalid ausatu abwabil jannah." Orang tua pintunya surga yang paling tengah. Terserah kamu".  Setalah itu tabiin itu menceraikan istrinya.

Dosa durhaka kepada orang tua akan segera dibalas di dunia, selain nanti di akherat juga dihukum.

Cara berbakti meliputi :

a. Bagi orang tua yang masih hidup : 
⦁ Berbuat baik dengan cara memberi kesenangan pada mereka (QS Luqman [31]:14 : "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah".
⦁ Tidak menyakiti dalam berbagai bentuk, misalnya lesan, perbuatan, sikap. QS Al Isra [17]:23 : "maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” 
⦁ Bersabar terhadap sikap, perkatan dan perbuatan orang tua . "Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, dan murka Allah terletak pada murka orang tua.” (HR. Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi)

b. Bagi orangtua yang sudah meninggal:
⦁ mendoakan, 
⦁ melunasi utang, 
⦁ menunaikan nazar, 
⦁ melaksanakan wasiat, 
⦁ bersedekah atas nama mereka, 
⦁ menyambung tali silaturahmi keluarga, 
⦁ menyambung hubungan dengan orang yang dicintai orang tua, 
⦁ menghajikan/mengumrahkan (jika anak sudah), 
⦁ melanjutkan kebaikan mereka, 
⦁ dan menjadi anak yang saleh.

4. Meninggalkan Al-Qur'an

Tidak membaca atau mengabaikan Al-Qur'an menyebabkan kegelapan dan hatinya menjadi sempit dalam hidup, seperti dijelaskan dalam QS Thaha [20]: 124 : "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur'an), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."  Makna hati yang sempit dijelaskan para ulama bahwa orang yang tidak mau menerima petunjuk Allah dan tidak menaati-Nya tidak akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia. Ia tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang diberikan Allah dan tidak akan pasrah dengan takdir-Nya.

Adapun dampaknya adalah :

a. Hati menjadi keras dan gelap bagaikan tanah kering yang lama tidak tersiram air . Hati yang keras akan sulit menerima kebenaran dan mudah mengikuti hawa nafsu .

b. Kehilangan ketenangan dan kebahagiaan serta selalu merasa resah dan tidak akan pernah merasakan nikmatnya ketenangan batin.

c. Terjerumus ke dalam kesesatan dan kemaksiatan karena kehilangan petunjuk karena akan selalu mengikuti hawa nafsu dan syahwat yang terlarang .

d. Kehilangan kemampuan membedakan yang hak dan yang batil karena  Al-Qur'an adalah furqan (pembeda). Tanpanya, manusia akan kesulitan membedakan antara yang benar dan yang salah, sehingga mudah mengambil keputusan yang keliru

Al-Qur'an Akan Menjadi Saksi atau Musuh
Rasulullah SAW bersabda, "Al-Qur'an itu akan menjadi hujjah (baik) bagimu atau menjadi hujjah (buruk) bagimu" (HR. Muslim) . Artinya, Al-Qur'an bisa menjadi pembela di hari kiamat bagi mereka yang mengamalkannya, atau menjadi musuh yang menuntut bagi mereka yang meninggalkannya


5. Berbuat Zalim (Menyakiti Orang Lain)

Secara bahasa, zalim berarti meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Dalam konteks yang lebih luas, ini mencakup segala bentuk ketidakadilan, penindasan, pengambilan hak orang lain, hingga perbuatan dosa dan kemaksiatan, terutama menyekutukan Allah (syirik). Hakikatnya, manusia menzalimi dirinya sendiri ketika melanggar aturan Allah dan merugikan orang lain).

Dampak kedzaliman :

a. Azab yang disegerakan: Rasulullah SAW bersabda bahwa dua dosa yang balasannya dipercepat di dunia adalah berlaku zalim dan durhaka kepada orang tua. Ini berarti pelaku kezaliman dapat merasakan dampak buruk dari perbuatannya sebelum mati.

b. Kehancuran Suatu Negeri: Al-Qur'an menegaskan bahwa ketika para pemuka atau elite suatu kaum melakukan kezaliman dan kemungkaran, Allah SWT dapat membinasakan negeri tersebut. Kezaliman yang membudaya, seperti korupsi dan ketidakadilan sosial, menjadi penyebab utama keruntuhan sebuah peradaban

c. Kegelapan di Hari Kiamat: Rasulullah SAW bersabda, "Takutlah kalian terhadap perbuatan menzalimi orang lain, karena kezaliman tersebut akan menyebabkan kegelapan pada Hari Kiamat." (HR. Bukhari). Ini adalah kesengsaraan batin yang luar biasa.

d. Azab yang Pedih: Allah SWT secara tegas mengancam orang-orang yang berbuat zalim dengan azab yang pedih di akhirat, seperti dalam QS. Asy-Syura ayat 42.

e. Tuntutan dan Balasan yang Setimpal: Di akhirat, setiap kezaliman akan dituntut. Hadis menggambarkan bahwa orang yang mengambil sejengkal tanah secara zalim akan disuruh menggali tanah itu sampai tujuh lapis bumi sebagai balasan. Tidak ada satu pun kezaliman yang luput dari perhitungan Allah, sekecil apa pun.

f. Terhambatnya Masuk Surga: Dalam sebuah hadis shahih, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang-orang beriman tidak akan diizinkan masuk surga sampai seluruh kezaliman yang pernah mereka lakukan terhadap sesama manusia diselesaikan dan dibalas terlebih dahulu. Ini menunjukkan betapa seriusnya urusan kezaliman antarmanusia.

Lesson Learning 

Untuk mencapai kebahagiaan dan keberkahan hidup, umat Muslim dianjurkan untuk menjauhi lima sebab kesengsaraan ini, terutama syirik, meninggalkan salat, dan durhaka kepada orang tua. Memahami dan mengamalkan ajaran terkait hal-hal ini adalah kunci untuk kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.

Poin Kunci

1. Syirik adalah dosa yang tidak terampuni dan menghancurkan amal.
2. Salat adalah pilar agama dan penentu kebahagiaan hidup.
3. Berbakti kepada orang tua adalah kunci keridaan Allah dan kebahagiaan dunia.
4. Menjauhi kezaliman dan mengamalkan Al-Qur'an juga penting untuk menghindari kesengsaraan.


Rekaman klik  di sini !

Minggu, 27 September 2026

Ketika Kepasrahan adalah Keharusan (Memahami Algoritma Kehidupan) | Ust. Lukman Atmaja, PhD | Kajian Subuh Online #315


Makna Bahasa, terdapat tiga kata yang terkait dengan materi kajian
a. Ketika menunjukkan waktu dengan sifat tertentu. Kepasrahan menunjukkan kondisi psikis seseorang yang tidak berdaya, tidak ada yang bisa dilakukan menyerahkan
b. Kepasrahan merujuk kondisi psikis seseorang dimana seseorang tidak berdaya, tidak ada yang bisa dilakukan dan menyerahkan kondisi diri dari faktor eksternal yang tidak bisa diatur.
c. Keharusan merujuk kepada hal yang terjadi dan diterima secara rela dan atau terpaksa.

Konsep Kepasrahan (Tawakal)

Kepasrahan merujuk pada kondisi psikis di mana seseorang merasa tidak berdaya dan menyerahkan kondisinya pada faktor luar yang tidak dapat diatur. Ini adalah keharusan yang harus terjadi, terlepas dari perasaan pribadi. Dalam konteks Islam, kepasrahan ini diwujudkan dalam bentuk tawakal kepada Allah SWT.

Pentingnya Tawakal bagi Orang Beriman

1. Syarat Beriman, 
Tawakal merupakan syarat mutlak bagi orang yang beriman, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an (Surat Al-Ma'idah [5]: 23): "Dan hanya kepada Allah lah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman."

2. Dicintai Allah SWT,
Orang yang bertawakal dicintai oleh Allah SWT, yang berarti mereka akan mendapatkan rahmat-Nya (Surat Al-Imran [3]: 59): "...apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya."

3. Kecukupan Rezeki,
Allah SWT akan mencukupkan rezeki bagi orang yang bertawakal (Surat At-Talaq [65]: 3): "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya."

Cara Mencapai Tawakal diperoleh dari kombinasi dua elemen utama:

1. Ikhtiar Maksimal, melakukan usaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan fisik dan kondisi diri. Ikhtiar harus terencana dengan baik, dilakukan dengan kerja keras, dan melalui cara yang halal. Parameter fisik ini harus dipenuhi secara terus-menerus.

2. Merelakan Hasil yaitu menerima apapun hasil dari ikhtiar secara sadar, dengan keyakinan bahwa hasilnya sepenuhnya tergantung pada Allah SWT.
Proses merelakan hasil ini harus dilakukan sejak awal dan terus-menerus selama proses ikhtiar (Iterasi hasil). Ini adalah pekerjaan ruhani, hati, dan pikiran.

Flowchart Rumit & Kompleks
Algoritma Kehidupan
Algoritma kehidupan adalah sekumpulan tahapan instruksi atau keadaan yang berurutan dan teratur yang dilalui seseorang sejak lahir hingga meninggal. Konsep ini mirip dengan flowchart dalam ilmu komputer, di mana setiap tahapan memiliki pilihan-pilihan yang harus diambil.

Flowchart Sederhana


Karakteristik Flow Chart yang Komplek dan Rumit (Algoritma Kehidupan) 


1. Penuh Pilihan: Setiap tahapan dalam kehidupan menawarkan berbagai pilihan yang dapat diambil individu.
2. Tidak Bisa Kembali: Setelah sebuah pilihan diambil dan dieksekusi, tidak ada jalan untuk kembali dan memilih pilihan lain. Waktu terus berjalan.
3. Kompleksitas: Algoritma kehidupan sangat kompleks, dengan jumlah dan jenis pilihan yang berbeda di setiap tahapan.
4. Variasi Individu: Setiap individu memiliki algoritma kehidupan yang unik, sehingga tidak dapat dibandingkan satu sama lain.


Tahapan dalam Algoritma Kehidupan

1. Tahap yang Sepenuhnya Diberikan (Fully Given) sesuai firman Allah dalam QS Al Hadid [57]: 22 :” Tidak ada bencana (apa pun) yang menimpa di bumi dan tidak (juga yang menimpa) dirimu, kecuali telah tertulis dalam Kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah”.
a. Lahir: Kondisi lahir (tempat, bangsa, orang tua, status ekonomi) sepenuhnya diberikan oleh Allah SWT dan tidak dapat ditawar. Ini adalah takdir mubram.
b. Meninggal: Waktu dan cara meninggal juga sepenuhnya ditentukan oleh Allah SWT. Ini juga takdir mubram.

2. Tahap yang Bersyarat (Conditionally Given), diberi pilihan-pilihan untuk menggali potensi keinginan yang ada di setiap individu. Sesuai dengan firman Allahswt dalam QS Ar Rad [13 ] : 11: “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia” .

a. Tumbuh, Menikah, Bekerja: Tahapan ini bersifat takdir mu'allaq, yang berarti dapat dipengaruhi oleh ikhtiar manusia. Contohnya, dalam tahap tumbuh, seseorang memiliki pilihan untuk menerima atau menolak Islam, serta memilih untuk berakhlak baik atau buruk.
b. Dalam tahap menikah dan bekerja, individu memiliki pilihan mengenai pasangan hidup, lingkungan kerja, dan lain sebagainya.

Hubungan Algoritma Kehidupan dengan Tawakal
Memahami algoritma kehidupan secara logis akan menumbuhkan kesadaran bahwa meskipun banyak pilihan yang tersedia, setiap pilihan memiliki konsekuensi dan tidak dapat diubah setelah diambil. Kesadaran ini menghasilkan tawakal yang mendalam.

Tawakal sebagai Keharusan Alamiah
Orang yang memahami algoritma kehidupan akan secara alamiah bertawakal, karena mereka menyadari keterbatasan kontrol diri atas banyak aspek kehidupan.
Ikhtiar dan Merelakan: Kombinasi ikhtiar maksimal dan merelakan hasil adalah inti dari tawakal. Tanpa keduanya, seseorang tidak dapat mencapai tingkat tawakal yang sesungguhnya.

Dengan memahami algoritma kehidupan, seseorang dapat lebih mudah menerima dan menjalankan konsep tawakal, yang merupakan syarat penting dalam keimanan dan mendatangkan kecintaan serta kecukupan dari Allah SWT.

Rekaman klik  di sini ?

Sabtu, 19 September 2026

Reuni Keluarga, Tafsir QS Tur [52]:21 | Ustadz. Rikza Abdullah | KSO #314

Konsep Reuni Keluarga di Surga

Kebahagiaan Hakiki adalah pertemuan keluarga di surga digambarkan sebagai puncak kebahagiaan, melampaui kesenangan duniawi. Ini mencakup kebersamaan lintas generasi, bebas dari kesedihan dan penderitaan.

Syarat Utama adalah keimanan yang sama yaitu  keimanan kepada Allah SWT secara bersama-sama. Ayat Al-Quran menekankan bahwa anak cucu yang beriman akan dikumpulkan bersama orang tua mereka tanpa mengurangi pahala amal, sebagaimana yang Allah firmankan dalam QS Tur [52]:21 : "Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya".

Kualitas Kehidupan di Surga adalah kenikmatan fisik dan spiritual yang luar biasa  berupa :

a. Apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam benak manusia selama di dunia (Mutakha'alaiq). 
b. Dalam QS Muhammad [47]:15 disebutkan bahwa : " .. sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka”.
c. Tubuh menjadi muda kembali (HR Tarmidzi), indra lebih tajam, dan semua perasaan negatif seperti dendam dan iri hati dihilangkan. 
d. Kenikmatan jiwa dan kenikmatan sosial yaitu suasana persahabatan, saling peduli (QS Tur [52]:26)  dan kegembiraan akan mendominasi. 
e. Kualitas dan kemampuan inderawinya menjadi lebih tajam. Tidak ada rasa kenyang, tidak ada buang besar atau air kecil. Output makanan dan minuman dalam bentuk keringat.
f. Bahkan kemampuan syahwadnya lebih kuat, sehingga Allah memberi 70 istri-istri dan tidak menimbulkan kecemburuan bagi istri-istri tersebut. Karena kecemburuan adalah sesuatu sifat yang bisa mengurangi dan menganggu kebahagiaan.

Peran Anak-Anak digambarkan seperti mutiara (QS Tur [52]:24), maknanya yang menyenangkan hati.  Anak-anak yang meninggal di usia dini akan tetap menjadi anak-anak di surga (HR An Nasai), membawa keceriaan dan keindahan. 

Upaya Menuju Reuni Keluarga di Surga

Membangun dan Menjaga Keimanan
1. Pola Pikir dengan cara menanamkan pola pikir yang berlandaskan rukun iman sejak dini kepada seluruh anggota keluarga. Seperti apa yang telah diwasiatkan dari kepada  Ibrahim dan nabi Yakub  kepada anak-anaknya : " Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam" (Al Baqqrah [2]:132).
2. Aktivitas dengan melaksanakan ibadah wajib, terutama shalat, dan saling mengingatkan untuk konsisten menjalankannya  sesuai dengan firman Allah swt dalam QS Thaha [20]: 132 : "Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya".
3. Kepedulian dengan saling menasehati kepada seluruh anggota keluarga terutama dalam hal keimanan dan  mencegah penyimpangan akidah. 

Menjaga Keharmonisan Keluarga
1. Pergaulan Suami Istri dengan cara bergaul dengan pasangan secara ma'ruf (baik) (QS Nisaa [4]: 19), saling memaafkan, dan memahami bahwa ketidaksukaan terhadap sesuatu pada pasangan bisa jadi mengandung kebaikan yang besar dari Allah.

2. Penyelesaian problem keluarga dengan cara menyelesaikan perselisihan dengan bijaksana, mengutamakan perdamaian, dan melibatkan penengah yang adil dari kedua belah pihak keluarga. Allah berfirman dalam QS Al Taghabun [64]:14 : "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" dan QS An Nisaa [4]:35 : "Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu".
3. Mendidik Anak: Mendidik anak tidak hanya agar pintar dan kaya, tetapi yang terpenting adalah kesalehan dan ketundukan kepada Allah.

Doa dan Permohonan
1. Memohon kepada Allah agar menjadikan pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati (buah hati yang menyenangkan).
2. Memohon agar dijadikan pemimpin di antara orang-orang yang bertakwa.
3. Memohon pertolongan Allah dalam setiap ibadah dan menjaga keimanan hingga akhir hayat.


Rekamanada di Klik ! di sini..