Selasa, 08 September 2026

Memahami Kehidupan Centenarians | Dr. dr. Satrio Wibowo, Sp.A(K), Msi.Med. | Kajian Subuh Online #312

Background

1.Centenarian adalah sebuah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada seseorang yang berusia seratus tahun atau lebih.
2.Fenomena global di mana beberapa wilayah memiliki konsentrasi tinggi individu yang mencapai usia 100 tahun ke atas, dengan tingkat penyakit kronis yang rendah.
3.Wilayah-wilayah itu disebut Blue Zone letaknya tersebar di seluruh dunia, antara lain di Okinawa (Jepang), Icaria (Yunani), Sardinia (Italia), Loma Linda (AS) dan Nicoya (Costa Rica).
4.Tidak ada kriteria khusus terhadap wilayah-wilayah tersebut, misalnya dari segi kriteria negara kaya, berkembang atau miskin.  Atau berdasarkan posisi geografis dan sebagainya.
5.Tidak ada satupun di wilayah tersebut yang mayoritas penduduknya muslim.
6.Tingkat harapan hidup penduduk yang tinggi di dunia antara 84-88 tahun yang tertinggi di Monaco dengan usia 88.6 tahun dan terendah di Luxemburg pada usia 83,8 tahun. Singapura pada usia 86,4 taghun.

Konsep Umur  dan Sehat.
Apakah kita bisa memperpanjang umur? Tentu jawabannya tidak bisa memperpanjang umur. Memang umur sudah ditentukan, namun berikhtiar untuk menjaga tubuh, menjaga akal dan hati adalah bentuk syukur dan amanah yang harus kita bertanggung jawabkan. 

Usia manusia termasuk hal yang ghaib dan bahkan sejak ditiupkan ruhnya di dalam rahim seorang ibu, usia manusia sudah ditetapkan Allah. ".. melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah". (Q.S. Faathir[35] : 11)

Sehat dan sakit tidak menyebabkan bertambah atau berkurangnya usia seseorang. Itu adalah pilihan sehingga Allah mengingatkan dalam surat Al Baqarah [2]: 195 : " ...  janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik". Dikuatkan dengan HR Muslim no.2644 dari Abu Huharirah : "Dari Abu Hurairah ra , beliau berkata,  mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh swt daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan".
Sehingga usia itu adalah takdir, sedangkan sehat adalah pilihan.

Temuan Aktifitas Centenarian di Blue Zone Keselarasan dengan Pedoman Hidup dalam Al Qur'an

Power 9 : Kebiasaan warga di area Blue Zone yang menyebabkan panjang umur : 1| bergerak alami 2|Ikagai(Tujuan Hidup 3|Dawnshift(Kelola Stress) 4|Hara Hachi Bu (80% Kenyang) 5|Plant Slant (Nabati) 6|Bersosialisai Sehat 7| Belong (Komunitas Spiritual) 8|Keluarga Diutamakan 9|Lingkaran Pertemanan Baik

Penjelasan Power 9 & Keselarasan dalam Al Qur'an

1. Gerakan Alami (Natural Movement),  yaitu aktivitas fisik yang terintegrasi dalam rutinitas harian, seperti berjalan kaki, berkebun, dan melakukan pekerjaan rumah tangga, tanpa perlu olahraga formal yang terjadwal.
|Al Qur'an Gerakan fisik umat muslim dalam aktifitas ibadah, misalnya sholat, bahkan diwajibkan (QS Al Nisa [3]:103 : "Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman"). Ketaatan menjalankan perintahNya, pahala adalah ganjaranya. Tentu saja, bagi orang-orang beriman, ini adalah stimulus  aktifitas harian berpahala akherat sekaligus mendukung aktifitas harian berpahala dunia. 
⦁ Sebagaimana HR Muslim no.666 : " Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya".
⦁ Gerakan sholat (berdiri- rukuk- sujud) minimal 17 dalam sehari  adalah bentuk olahraga ringan yang konsisten. "Shalātlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalāt.." (Muttahaqun alaih).


2. Purpose (Ikigai) yaitu  memiliki alasan untuk bangun di pagi hari, rasa syukur, dan tujuan hidup yang jelas, yang terbukti mengurangi risiko kematian dini.

| Al Qur'an : Dalam ajaran Islam dalam setiap saat diperintahkan untuk selalu mengingat Allah, bersyukur akan nikmatNya, "Maka Ingatlah Aku, Aku pun akan ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah tidak bersyukur kepadaKu" (QS Al Baqarah [2]:153). 
 
Selain itu tujuan hidup dimaknai dengan meraih kesuksesan (aflaka), diterjemahkan  dengan beruntung, dengan cara sholat, mengingat Allah, yang selalu berdzikir.  "Sungguh, beruntung orang yang menyucikan diri (dari kekafiran) dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat" (QS Al Alaq [87]:14-15). 

⦁ Tantangannya apabila kesuksesan dunia dalam meraih sesuatu yang dicita-citakan  selalu mengingat Allah , selalu berdzikir, menjaga sholat sebagai bagian aktifitas harian yang in-heren dan tidak bisa dilepaskan.

3. Menghindari Stres (Downshift) . Stress kronis terbukti memicu peradangan, tekanan darah tinggi dan mempercapat penuaan. Penuaaan disebabkan karena sel-sel manusia mengalami penuaan (aging). 

Warga di area Blue Zone punya rutinitas  melepas penat dengan cara tidur siang, berdoa, meditasi atau sekedar duduk-duduk santai bersama tetangga/ kolega.

Proses Penuaan Sel  |  Struktur sel manusia terdiri atas beberapa komponen dengan fungsi yang berbeda-beda. Namun, fungsi utamanya adalah membangun jaringan dan organ tubuh. .
Di dalam sel terdapat inti sel, didalam inti sel terdapat nucleus dan didalam nucleus terdapat 47 kromosom. Kromosom membawa materi genetik yang menyebabkan seseorang berbeda dapat warna kulit, tipe rambut, bentuk wajah dan lain-lain. Kromosom bentuknya seperti huruf X. Pada  ujung-ujungnya terdapat telomere. 
  Proses penuaan karena terjadinya pembelahan sel yang terus menerus, dampaknya telemore juga semakin memendek. Akhirnya  meluruh, lepas. 

| Al Qur'an : Ketenangan hati diperoleh dengan cara berdzikir/ mengingat Allah : "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang" (QS Ar Rad [13]:28).

⦁ Ibaratnya kalau mobil manual, kopling untuk memindahkan gigi. Dari gigi tinggi ke gigi rendah namanya downshift, atau sebaliknya, upshift. Downshift yaitu melakukan ritual relaksasi, meditasi, tidur di siang hari, atau sekadar berkumpul dengan orang terkasih untuk mengurangi stres, yang terbukti memperlambat penuaan sel.
⦁ Rasulullah biasa melakukan koilulah (kebiasaan tidur sebelum sholat dhuhur atau sholat asar sebelum menunggu waktu sholat.""Istirahat sianglah (qailulah), sesungguhnya setan-setan tidak melakukan qailulah" (HR Abu Nu'aim)

4. Hara Hachi Bu (80% Rule), yaitu prinsip makan yang mengutamakan berhenti sebelum merasa terlalu kenyang (sekitar 80% dari kapasitas perut). Kebiasaan ini terbukti yang terkait berat badan sehat dan rendahnya resiko penyakit metabolik.

| Al Qur'an : Adab makan al sunnah yaitu tidak berlebihan dalam segala hal termasuk mengatur asupan makanan dalam tubuh, " ...dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan" (QS Al Araf [7]: 31).
⦁ Isi perut diatur sedemikian rupa sehingga proporsional untuk makanan, air dan udara sebagaimana HR Bukhari : "..cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya, dan jika dia harus mengerjakannya maka hendaklah dia membagi sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya").

5. Pola Makan Berbasis Tumbuhan (Plant-Slant),  90-100% asupan makanan penduduk Blue Zone berasal dari tumbuhan sayuran, kacang2an, biji2an dan buah. Jarang mengkonsumi daging dan umumnya hanya sebagai pelengkap, bukan menu utama.

| Al Qur'an : Di dalam Al Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang  makanan yang berasal nabati, misal : buah tin, buah zaitun (QS At Tin [91]:1, kurma, gandum, buah delima yang semuanya diperuntukkan untuk manusia sebagaiman dalam surat Al An An'am [6]:99) :   "Dialah yang menurunkan air dari langit lalu dengannya Kami menumbuhkan segala macam tumbuhan. Maka, darinya Kami mengeluarkan tanaman yang menghijau. Darinya Kami mengeluarkan butir yang bertumpuk (banyak). Dari mayang kurma (mengurai) tangkai-tangkai yang menjuntai. (Kami menumbuhkan) kebun-kebun anggur. (Kami menumbuhkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah dan menjadi masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman ". 
⦁ Sesuatu yang disebutkan beberapa kali dalam ayat yang berbeda menunjukkan hal yang penting.
⦁ Contoh : Zaitun mengandung anti oksidan & anti inflamasi , bagus untuk pertumbuhan kulit, mengandung vitamin E untuk pencegahan sel-sel kanker.

6. Moai (Jaringan Sosial) yaitu membentuk kelompok sosial yang saling mendukung, berbagi, dan berinteraksi secara teratur, yang penting untuk kesehatan mental dan emosional.

| Al Qur'an : Dalam Islam persahabatan antara sesama iman saling memberi sedekah sebagaimana difirmkan Allah dalam surat Al Baqarah [2]: 254 :      "Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim ".  Bahkan diingatkan bahwa  sedekah maknanya mengembalikan hak umat lain yang membutuhkan dari melalui sebagian rejeki yang kita nikmati dari Allah swt, "Bahwa dalam setiap harta terdapat hak orang lain (orang yang meminta-minta dan orang yang tidak meminta-minta ” (QS. Adz-Dzaariyat [51]: 19)
⦁ Sholat sebagai kewajiban seorang muslim (pria) lebih lebih dari pada sholat sendiri, ""Salat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada salat sendirian." (Hadis sahih-Muttafaq 'alaih).
⦁ Silaturahmi antar kerabat, saudara, tetangga dan menghormati orangtua bukan sekedar  ajaran moral tapi juga memuliakan orangtua dan menjaga hubungan keluarga. Dari HR Abu Dawud, "bukan golongan kami orang-orang yang tidak menyayang yang muda dan tidak menghormati yang tua". 

7. Belong & Right Tribe (Keterlibatan Komunitas Spiritual),  Penduduk Zone Blue rutin terlihat dalam komunitas spiritual (belong) dan mengelilingi diri dengan lingkaran pertemanan yang mendukung gaya hidup (right tribe). Rasa memiliki komunitas terlebih komunitas terbukti menurunkan resiko depresi dan kepikunan lansia.
Berpartisipasi dalam kegiatan komunitas dan spiritual (moai, berkumpul-kumpul) yang memberikan  rasa memiliki dan dukungan sosial (sedekah). 

| Al Qur'an : Konsep sedekah dalam Islam sesuai firman Allah dalam surat Al Baqarah [2]: 254, " Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datang hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya (hari itu), tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat".  

⦁ HR Bukari Muslim no. 5966 : "Barangsiapa yang suka dilapangkan rejekinya & dipanjangkan pengaruhnya (umurnya) maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi".
⦁ Manfaat sedekah : memperpanjang umur, melindungi dari bencana, cara berbagi kebahagiaan, melembutkan hati, di doa-kan malaikat, pahala berlimpah, membersihkan harta.

8. Loved Ones First (Keluarga Diutamakan), para lansia (disebut juga citizen senior) tinggal dekat bersama keluarga besar, tetap dilibatkan dan dihormati - bukan diisolasi di masa tuanya, kedekatan lintas generasi terbukti memperpanjang usia harapan hidup kedua belah pihak.

| Al Qur'an : Islam mengajarkan untuk menghormati orangtua (birrul walidain) sebagaimana surat dalam QS Isra [17]:23 : "Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik".
⦁ Melengkapi ayat di atas Rasul bersabda dalam HR Tirmidi & Abu Dawud : "Bukan golongan kami orang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua".
⦁ Silaturahmi dan birul walidain bukan hanya sekedar anjuran moral, tetapi memuliakan orang tua menjaga hubungan keluarga adalah bagian dari kemanusiaan yang berdampak nyata pada kesehatan lansia.

9. Puasa, di daerah Bule Zone, di Icaria,  yang sebagian besar penganut katholik, puasa dilakukan sebagai bentuk ketaatan menjalanan perintah dalam agama mereka.  Secara science puasa adalah pembatasan masukan kalori ke dalam tubuh dan perbaikan isensifitas terhadap insulin (fasting intermeten), penurunan peradangan dan proses pembersihkan sel (autofagi) yang berperan dalam memperlambat penurunan.

|  Al Qur'an : Dalam Islam fikih tentang puasa diberlakukan dengan 2 hukum, wajib dan sunnah. Hukum wajib yaitu puasa di bulan Ramadhan sebagaimana dalam QS Al Baqarah [2]: 183 : " diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa". Sedangkan puasa sunnah jenis dan waktunya lebih banyak, diantaranya dalilnya adalah : " Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka (dengan puasa itu) sejauh 70 tahun jarak perjalanan.” (HR. Bukhari Muslim).

Lesson Learning

1. Integrasi Gaya Hidup Sehat, mendorong adopsi kebiasaan sehari-hari yang mencakup gerakan alami, pola makan seimbang berbasis tumbuhan, dan manajemen stres.
2. Penguatan Komunitas dan Dukungan Sosial, membangun dan memperkuat jaringan sosial serta komunitas yang mendukung interaksi positif dan saling peduli antar anggota masyarakat.
3. Pendidikan Kesehatan Berbasis Nilai, mengintegrasikan prinsip-prinsip kesehatan yang selaras dengan ajaran agama dan budaya lokal untuk meningkatkan kesadaran dan praktik gaya hidup sehat.
4. Al Qur'an satu-satunya kitab suci yang menjelaskan semua aspek kehidupan manusia, salah satu diantaranya relasi dan kesehatan. Science yang membuktikan dalam dekade belakangan, Al Qur'an sudah mengabarkan 14 abad yang lalu. Tantangan bagi umat muslim adalah seberapa besar keyakinannya terhadap kebenaran Al Qur'an sehingga mampu dan mau tadabur Al Qur'an, menerapkan dalam akhlah dan perilaku serta secara konsisten melakukannya.


Selasa, 01 September 2026

Al Quran adalah Hidup dan Jalan Hidup | Ustadz Dr. Rafiq Ahmad | KSO #311


Surat Al Ikhlas

Digolongkan sebagai  surat Makiyah yang turun saat Nabi sebelum hijrah ke Madinah. 

1. Qul huwallāhu aḥad   قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ, " Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa".
2. Allāhuṣ-ṣamad اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ,"Allah tempat meminta segala sesuatu"
3. Lam yalid wa lam yūlad لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ, " Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan".
4. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ, " serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya"

Tadabur Tiga pelajaran dari tidak kondisi yang berbeda selama dakwa Rasulullah saw

1. Dakwah debat dialogis keyakinan selama di Mekkah
 Syiar Rasulullah saw kepada kaum Quraish fokus pada taukhid, yaitu keyakinan Tuhan yang Esa, tidak ada yang lain. Sedangkan, saat itu masyarakat setempat mempunyai keyakinan selain Allah ada tuhan yang lain yang dipresentasikan dalam berbagai berhala yang mereka buat dan diberi nama sendiri dan diletakkan di sekitar Ka'bah.  
 Ada namanya Latta, nama seorang lelaki yang memberi makan orang-orang berhaji. Uzza, berasal dari nama sebuah pohon yang terletak di bukir Nakhbah. Hubal, berhala yang di bawa oleh Amr bin Luhay dari daerah Ma'arib, Balqa. Manat, adalag batu besar yang berasal dari gunung Qudayd, milik suku Khuza'ah. Dan lain-lain.
 Besar kecilnya, bagus tidaknya  menunjukkan strata sosial masyarakat saat itu. Semakin kaya , semakin tinggi jabatan  dan semakian mahal dan bagus berhalanya diletakkan paling dekat dengan Ka'bah, sehingga jika tawaf jarak-nya dekat.  Dan sebaliknya.
 Saat Rasul saw syiar mengajarkan tuhan hanya satu dan mereka (kafir Quraish, dan nanti nya juga ditanyakan oleh orang Yahudi dan Nasrani) menolak dan beragumen bahwa mereka sudah menyembah tuhan sesuai dengan tuhan-tuhan nenek moyang mereka. Dan sekaligus mereka menanyakan bagaimana sifat-sifat Tuhan Muhammad.
 Allah  meng-counter argumen mereka dan menjawab pertanyaan mereka tentang sifat-sifat Allah dengan menurunkan surat Al Ikhlas dalam  4(empat) ayat yaitu :
1. pada ayat 1 menjelaskan  Tuhan hanya satu (ahad), tidak ada yang lain. Sedangkan mereka tuhan mereka lebih dari satu.
2. pada ayat 2 menjelaskan Allah tempat bergantung (shomad) maknanya apapun yang terjadi terjadi dikembalikan kepada yang menciptakan, sedangkan mereka ? tuhan mereka, meraka yang membuat, mereka menjaga, merawat dan bahkan mereka menyembah. Tuhan mereka tidak punya relasi denga  tuhannya. 
3. pada ayat 3 menjelaskan Allah tidak beranak dan tidak diperanak-an. Sedangkan mereka, mampu membuat tuhan berhala sesuai keinginannya,  dengan status sebagai orangtua, anak dan lain-lain. Atau kalau di analogikan dengan umat lain, malaikat adalah anak-anaknya tuhan.
3. pada ayat 4 menjelaskan tidak ada suatupun yang dapat menandinginya. Sedangkan tuhan-tuhan mereka saling bersaing tergantung dari strata pembuatnya (ekonomi, jabatan atau nasab nya).


2. Peningkatan spiritual karena ada rasa cinta
 Ketika hijrah  di Yatsrib/ Madinah, Rasul saw membangun masjid  yang digunakan sebagai pusat kegiatan ibadah, sholat fardhu berjamaah, sholat jum'at dan majelis taklim serta kegiatan2 yang lain.
 Para sahabat yang tempat tinggalnya tersebar dan jauh dari masjid nabi, membangun masjid-masjid sendiri di tempat domisilinya dan digunakan untuk sholat harian. Sedangkan saat sholat jumat  atau bermajelis taklim, mereka berbondong-bondong datang ke masjid Rasul.
 Dikisahan dari sahabat Ubaidilah, dalam suatu diskusi dengan para sahabat, Rasul mendengarkan keluhan salah seorang sahabat terhadap sahabat yang lain (yang menjadi imam sholat berjamaah) tentang kebiasaannya yang selalu membaca sholat Al Ikhlas. Rasul mengkonfirmasi apa argumentasi yang bersangkutan. Alasannya adalah dia  mencintai kandungan isi surat tersebut karena di setiap ayat mengandung sifat-sifat Allah, sehingga ada kenikmatan dan merasakan ada kehadiran Allah dalam membaca surat tersebut.
 Rasul saw bersabda karena cintamu itu, yang akan membawamu ke surga.

3. Cara mendapat rahmat Allah 
 Ali bin Abu Thalib mempunyai kebiasaan sebelum tidur selalu membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas (Al-Mu'awwidzat).
 Rutinitas dan kontinuitas dalam membaca Al Qur'an berdampak pada kedekatan dan kecintaan pada Allah  serta berharap rahmat Allah swt.
 Bagi yang mempunyai keterbatasan dan kemampuan dalam membaca Al-Qur'an, bahkan  dengan terbata-bata pun akan tetap mendapatkan pahala, bahkan pahalnya ganda, yaitu pahala bacaan dan pahala usaha untuk belajar/jihad). Hal ini  menunjukkan inklusivitas Al-Qur'an bagi semua level tidak ada perbedaan tingkatan kemampuan.

Relevansi Al-Qur'an dalam Kehidupan Modern
1. Al-Qur'an sebagai "Way of Life": Penekanan bahwa Al-Qur'an bukan hanya teks, tetapi juga panduan hidup yang mencakup akhlak, tindakan, dan cara menjalani kehidupan sehari-hari, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
2. Menghadapi Kezaliman : Pembahasan mengenai bagaimana Al-Qur'an mengajarkan sikap menghadapi kezaliman, yaitu dengan keyakinan pada kehendak Allah, perlindungan diri secara material, dan kesabaran sebagai pilihan spiritual yang lebih utama.
3. Keutamaan Al-Qur'an: Penegasan bahwa Al-Qur'an adalah karunia dan rahmat Allah yang patut disyukuri .

Lesson Learning
1. Pendalaman Studi Al-Qur'an : Mendorong umat untuk terus belajar dan memahami Al-Qur'an secara komprehensif, tidak hanya sebagai bacaan ritual, tetapi sebagai panduan hidup.
2. Aplikasi Nilai-Nilai Al-Qur'an : Mengintegrasikan ajaran Al-Qur'an dalam pengambilan keputusan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan personal.
3. Pendidikan Berkelanjutan: Mengembangkan metode pembelajaran Al-Qur'an yang efektif dan inklusif, memastikan bahwa setiap individu dapat mengakses dan memahami Al-Qur'an sesuai dengan kapasitasnya.
4. Refleksi Spiritual: Menggunakan Al-Qur'an sebagai sarana untuk meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT dan memperkuat ketahanan spiritual dalam menghadapi kesulitan hidup.

Rekaman :  Klik di sini !

Senin, 24 Agustus 2026

Takwa | Faedah Orang Bertakwa

Selain keuntungan di akherat berupa jaminan penghuni surga, bagi orang-orang yang bertakwa akan memperolah keuntungan di dunia.

 

Keuntungan Orang Bertakwa dalam Al-Qur'an

1.  Mendapat Petunjuk

"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.  " (QS. Al-Baqarah: 2). Ketakwaan adalah kunci untuk memahami dan mendapat hidayah dari Al-Qur'an.


2.  Dimudahkan Urusan & Diberi Jalan Keluar

"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. Ath-Thalaq: 2-3) Ketakwaan menjadi solusi atas segala kesempitan hidup, baik masalah duniawi maupun ukhrawi.


3. Diampuni Dosa & Dilipatgandakan Pahala

"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan melipatgandakan pahala baginya." (QS. Ath-Thalaq: 5). Ketakwaan kepada Allah akan mengampuni dosa dan membalas kebaikan dengan berlipat ganda.


4.Dicukupi Kebutuhannya

"Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. Ath-Thalaq: 4).  Dengan ketakwaan hidup terasa ringan dan dimudahkan dalam berbagai hal.


5. Mendapat Pertolongan Allah

   "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat baik." (QS. An-Nahl: 128). Ketakwaan akan mendatangkan  pertolongan Allah senantiasa menyertai orang bertakwa dalam setiap situasi.


6. Dibedakan Antara Kebenaran & Kebatilan (Furqan)

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberimu furqan (kemampuan membedakan yang haq dan batil)." (QS. Al-Anfal: 29) Bagi orang-orang yang bertakwa Allah memberi "cahaya hati" untuk membedakan mana yang benar dan salah, terutama di zaman penuh syubhat.


7. Rahmat & Karunia yang Melimpah

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96). Dengan ketakwaan  menjadi sebab diturunkannya keberkahan dari segala penjuru.


8.  Pintu Ilmu & Hikmah

"Bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarmu." (QS. Al-Baqarah: 282). Takwa membuka pintu ilmu yang bermanfaat dan hikmah yang tidak didapatkan oleh orang lalai.

 

Keuntungan Orang Bertakwa dalam Hadis Nabi

1. Dimuliakan di Sisi Allah 

Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian." (HR. Muslim).  Ukuran kemuliaan adalah ketakwaan, bukan kekayaan atau jabatan.

2. Dijauhkan dari Keburukan

"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, dia akan dijaga dari kejahatan dan fitnah." (HR. Tirmidzi, hasan).  Allah akan melindungi orang bertakwa dari berbagai bahaya dan ujian yang menghancurkan.


3. Dicintai oleh Allah

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 4, diperkuat banyak hadis). Ini adalah derajat tertinggi yang bisa diraih seorang hamba.


4.Pembeda Derajat

Dalam khutbah haji wada', Nabi bersabda: "Tidak ada kelebihan orang Arab atas non-Arab, kecuali dengan takwa." (HR. Ahmad). Takwa adalah satu-satunya yang membuat seseorang lebih mulia dari yang lain.


5.Teman Terbaik di Dunia & Akhirat

"Tidak ada bekal yang lebih baik daripada takwa." (HR. Tirmidzi) . Takwa adalah bekal paling utama untuk perjalanan panjang menuju akhirat.

 

Puncak Keuntungan

Semua keuntungan ini bermuara pada dua hal besar:

1. Kemudahan hidup di dunia (jalan keluar, rezeki tak disangka, pertolongan).

2. Kebahagiaan abadi di akhirat (ampunan, rahmat, surga).


Sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya." (QS. Al-Qalam: 34)

Apakah Anda ingin mendalami salah satu dalil tersebut, misalnya tentang furqan (kemampuan membedakan haq dan batil) atau rezeki tak terduga?

Jumat, 21 Agustus 2026

Lebih Dekat dengan Nabi SAW dalam Keseharian | Ust. Syafri M Noor. Lc | Kajian Subuh Online #310


Kajian Kitab Ash-Shamayil al-Muhammadiyah karya Imam At Tirmidhi abad ke-3 Hijrah.

Pentingnya Mengenal Ciri Fisik Nabi 
Mengetahui ciri fisik Nabi Muhammad SAW adalah bukti kecintaan yang tulus. Hal ini memungkinkan umat Muslim untuk memverifikasi pertemuan dengan Nabi dalam mimpi.

Ciri fisik Nabi
a. Postur Tubuh dan Perawakan  (HR Ali bin Abi Thalib)
⦁ Perawakan Sedang: Beliau tidak terlalu tinggi dan tidak pula pendek, berpostur ideal di tengah-tengah
⦁ Bahu dan Dada Lebar: Kedua bahu beliau bidang dan dadanya lebar 
⦁ Telapak Tangan dan Kaki Tebal: Kedua telapak tangan dan kakinya digambarkan besar atau tebal 
⦁ Cara Berjalan: Jika berjalan, beliau melangkah dengan tegas dan penuh wibawa, seakan-akan turun dari tempat yang tinggi 

b. Wajah dan Kepala
⦁ Wajah Berseri: Wajah beliau sangat tampan dan bercahaya, bahkan digambarkan seperti bulan purnama oleh sahabat 
⦁ Warna Kulit: Warna kulitnya tidak putih mutlak dan tidak pula cokelat gelap, melainkan putih kemerahan (bercahaya) 
⦁ Mata: Kedua mata beliau hitam pekat dengan bulu mata yang panjang .
⦁ Hidung dan Mulut: Hidung beliau mancung, dan mulutnya lebar .
⦁ Rambut: Rambut beliau tidak keriting dan tidak lurus, melainkan ikal berombak dan panjangnya mencapai bahu atau daun telinga. Uban -nya tidak lebih dari 20 helai
⦁ Jenggot: Jenggot beliau lebat 

Kehidupan dan Pengangkatan Nabi Muhammad SAW
⦁ Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun.
⦁ Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun (usia 40-43 tahun) dan secara terang-terangan selama 10 tahun di Mekah (usia 43-53 tahun).
⦁ Hijrah ke Madinah terjadi pada usia 53 tahun.
⦁ Nabi Muhammad SAW wafat pada usia awal 60-an tahun, dengan uban yang tidak lebih dari 20 helai di kepala dan jenggotnya.


Adab dan Sunnah Terkait Rambut dan Pakaian
a. Perawatan Rambut
⦁ Dianjurkan untuk merawat rambut, mendahulukan sisi kanan saat menyisir. Dilarang menyisir rambut (dengan berkaca) secara berlebihan (gibban) setiap hari untuk menghindari kesombongan. 
Doa ketika bercermin :   اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِىْ فَحَسِّـنْ خُلُقِيْ , "Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku".
Pewarnaan Rambut: Dilarang mewarnai rambut menjadi hitam. Mewarnai dengan warna gelap lain (coklat, biru gelap) diperbolehkan, namun disarankan untuk tidak menutupi uban karena uban akan menjadi cahaya di akhirat. Nabi tidak pernah mengecat rambut. Mewarnai diperbolehkan dengan alasan tertentu, seperti sahabat yang melakukan ketika akan perang dengan tujuan supaya musuh tidak menganggap sebagai orang tua

b. Alas Kaki (Sandal dan Sepatu)
⦁ Nabi Muhammad SAW menggunakan sendal dengan dua capitan /sandal sabtiyah (HR. Ibnu Umar). 
⦁ Sandal dengan satu capit, seperti yang ada saat ini, pertama digunakan oleh Utsman bin Affan
⦁ Sunnah dalam memakai sendal adalah mendahulukan kaki kanan, dan saat melepas mendahulukan kaki kiri. 
⦁ Penggunaan sepatu kulit (khuf) yang menutupi mata kaki dan tahan air memberikan keringanan dalam berwudhu (mengusap bagian atasnya).
 
Syarat-syarat penggunan khuf
a) berwudhu sebelumnya, 
b) menutup semua mata kaki (sampai tumit), 
c) tidak najis, 
d) tidak berlubang, 
d) tidak tembus air

Pembatal khuf
a) mendapat janabah, 
b) melepas khuf, berlobang/robek, basah sehingga menegan mata kaki, waktunya habis (3 hari)

Pembelajaran 
⦁ Dianjurkan menggunakan alas kaki yang berpasangan dan sesuai ukuran, jika tidak, sebaiknya tidak digunakan. (HR Bukhari Muslim)
 Uban pada Nabi Muhammad SAW tidak disebabkan karena memikirkan dunia tetapi karena memikirkan umatnya, yaitu saat menerima wahyu surat Waqiah, surat Mursalat, surat an Naba dan surat at Tur, yaitu surat-surta yang terkait azab umat2 terdahulu & umat saat nanti di akherat.  
⦁ Rasul biasa menggunakan sandal, sama fungsinya dengan kendaraan (HR Jabir). Sehingga kalau punya kendaraan, disunahkan untuk menggunakan dalam rangka beribadah.
⦁ Agama dibangun di atas Al-Qur'an dan Hadis, bukan semata-mata akal pikiran individu. Atas dasar : jika menggunakan khuf dan yang kotor bagian bawah, tetapi mengapa yang diusap yang bagian atas.
⦁ Membaca doa jika menggunakan sandal/ sepatu, baju dll yang baru :
 بسم الله اللهم صل على سيدنا محمج وعلى ال سيدنا محمد ووطئ قدمي في الدنيا والاخرة وثبتهما على الصراط يوم تزل الاقدام, "Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya. Semoga Engkau menuntun langkah kedua kakiku di dunia dan akhirat, serta menetapkan keduanya pada shirat (jembatan) di hari ketika kaki-kaki manusia tergelincir
⦁ Menerapkan sunnah-sunnah yang diajarkan terkait adab sehari-hari, seperti dalam merawat diri dan menggunakan pakaian.

Rekaman  di Klik !

Selasa, 18 Agustus 2026

Doa Kedewasaan Seorang Hamba (Tafsi Surat Al-Ahqaf : 13-15) | Ust. Dr. Maryono, S.Th.I, Mpd.


Kandungan Ayat 

a. ayat 13 : Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap istikamah, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih.
b.ayat 14: Mereka itulah para penghuni surga (dan) kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan

c. ayat 15 : Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya itu selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia (anak itu) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim

Kajian ini membahas makna mendalam dari doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba yang telah mencapai kedewasaan, sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Ahqaf ayat 13-15. Materi ini sangat relevan bagi audiens yang telah memasuki usia matang, menekankan pentingnya refleksi spiritual dan komitmen ibadah.

Konsep Utama

Kematangan Spiritual dan Emosional: Kedewasaan tidak hanya diukur dari usia fisik, tetapi lebih pada kematangan akal, emosi, dan komitmen spiritual. Ini tercermin dalam doa yang dipanjatkan, yang menunjukkan kesadaran akan posisi diri di hadapan Allah dan tanggung jawab sebagai hamba.

a.Istiqamah (Keteguhan) pada ayat 13-14 Surat Al-Ahqaf menjanjikan ketenangan dan kebahagiaan bagi mereka yang istiqamah dalam keimanan. Meskipun banyak yang mengaku beriman, hanya sedikit yang benar-benar mampu menjaga keteguhan tersebut karena konsekuensinya yang berat.
b.Doa sebagai Cerminan Kedewasaan: Doa yang dipanjatkan dalam ayat 15 menunjukkan empat ciri utama kedewasaan seorang hamba:
  1.Memohon Ilham untuk Bersyukur: Kesadaran akan nikmat Allah yang tak terhingga, baik bagi diri sendiri maupun orang tua, mendorong permohonan agar dimudahkan untuk mensyukuri nikmat tersebut. Syukur adalah kunci ketenangan dan perlu bantuan Allah.

  2.Memohon Kemudahan Amal Saleh yang Diridhai: Kedewasaan tercermin dalam keinginan untuk beribadah dengan benar dan ikhlas, serta melakukan amal saleh yang sesuai tuntunan Nabi SAW, demi meraih keridhaan Allah.
 3.Memohon Kebaikan untuk Keturunan: Hamba yang dewasa tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memikirkan kebaikan anak keturunannya, mendoakan agar mereka menjadi generasi yang saleh dan membawa manfaat, bahkan setelah kematian. Anak saleh dianggap sebagai investasi amal jariyah.
 4.Tobat dan Pengakuan Kesalahan: Kematangan emosional dan spiritual ditandai dengan kesadaran akan kesalahan diri, pengakuan dosa, dan taubat yang tulus kepada Allah SWT, disertai tekad untuk tidak mengulanginya.

Pelajaran Penting 

a. Pentingnya Doa "Ya Hayyu Ya Qayyum": Doa ini mengajarkan ketergantungan total kepada Allah SWT yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, serta memohon perbaikan seluruh urusan hidup.
b. Peran Orang Tua: Ayat-ayat tersebut menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, mengingat perjuangan mereka dalam mengandung, melahirkan, dan merawat anak.
c. Amal Saleh sebagai Investasi: Anak saleh adalah salah satu amal jariyah yang terus mengalir pahalanya bahkan setelah kematian.
d. Menata Hati: Menjaga hati agar senantiasa bersyukur, terutama dalam menghadapi musibah, adalah kunci ketenangan. Ini dicapai dengan menyadari kelemahan diri dan ketergantungan mutlak kepada Allah.

Rekaman di Klik !

Selasa, 04 Agustus 2026

Berita dari Bumi (Tafsir QS Al Zalzalah ) | Ustadz Ahmad Rois | Kajian Subuh Online #308


Nikmat Tuhan
Selain nikmat yang terlihat (makanan, kesehatan, dll.), terdapat nikmat yang tidak terlihat, yaitu ketika hati dibukakan untuk kebaikan dan ditutup dari kemaksiatan, serta dibukakan untuk memahami ilmu.

Ilmu Menjadi Hikmah
Ketika ilmu membuat hati menjadi lebih baik, khusyuk, tenang, dan dekat kepada Allah, ilmu tersebut berubah menjadi hikmah. Tidak semua orang yang diberi ilmu juga diberi hikmah.
Harapan: Semoga ilmu yang dipelajari menjadi hikmah yang bermanfaat.


Pengenalan Surah Al-Zalzalah
1| Masa turun wahyu : surah Makkiyah murni, seluruh ayatnya turun di Makkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah. Catatan : ciri-ciri Surah Makkiyah membicarakan  akidah, hari kiamat, dan kebangkitan.
2| Tema Utama : Hari kiamat dan terungkapnya seluruh amal manusia.
3| Makna Istilah : Nama: Al-Zalzalah, diambil dari ayat pertama yang berarti "guncangan yang bertubi-tubi" atau "guncangan yang dahsyat".

4| Keutamaan :  termasuk Suratun Yami'ah (Surah yang Komplit), sebagian ulama menjelaskan surat ini mencakup mencakup seluruh perintah dan larangan Allah, sebagaimana tercermin dalam ayat: "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, ia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, ia akan melihat balasannya." (QS. Al-Zalzalah: 7-8).

5| Inspirasi  : 
a. Kisah Sahabat Tua (HR Ahmad dari sahabat Amar bin Ash), seorang sahabat tua yang diajarkan tentang Al Qur'an, Rasul menasehati untuk belajar surat yang diawali dengan ayat Aif Lam Ra. Karena merasa sudah berumur, tidak sanggup karena terlalu panjang ayat-ayatnya. Demikian dilakukan selama 3 kali setelahnya Rasul menasehati belajar surat yang di awali dengan ayat-ayat ham min, mutasabihat. Masih merasa  kesulitan menghafal surah-surah tersebut. Akhirnya Rasul menasehati surat   yang ringkas namun padat yaitu Surah Al-Zalzalah. Dan sahabat tersebut menimpali dengan tekad untuk selalu membaca surat tersebut tanpa menambah atau mengurangi dengan apapun. Dan Rasul menyebetkan dia termasuk orang yang sangat beruntung.

b. Abu Bakar menangis saat mendengar Surah Al-Zalzalah dibacakan karena takut akan ayat terakhir yang menggambarkan perhitungan amal, yaitu "Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya"

c. Pelajaran dari kedua kisah tersebut :
⦁ Belajar Al-Qur'an tidak mengenal usia.
⦁ Semangat menuntut ilmu penting di segala usia.
⦁ Prinsip dakwah adalah memudahkan, bukan mempersulit apalagi memaksa
⦁ Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun.
⦁ Kelembutan hati Abu Bakar dan kesadaran bahwa sekecil apapun keburukan akan diperhitungkan Allah.

Tafsir dan Tadabbur Surah Al-Zalzalah (Gambaran Hari Kiamat)


Surah ini menggambarkan hari kiamat dengan enam gambaran utama:

1| Bumi Diguncang Dahsyat dan Bertubi-tubi dan menghancurkan segala sesuatu di atasnya, termasuk gunung-gunung (ayat 1 : "Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā" ). Kata "Zalzalah" diulang 4 kali dalam ayat ini untuk menggambarkan kedahsyatan  dan keberlangsungan guncangan tersebut. Bahkan dalam QS Al Qariah [101]:5, gunung-gunung diterbangkan seperti kapas. Dan.. saat itu manusia digambarkan pada QS Al Hajj [22]: 2 : semua perempuan yang menyusui lalai terhadap anaknya, perempuan yang hamil akan keguguran dan manusia sedang dalam keadaan mabuk.
Adapun tujuannya adalah untuk a) penting diyakini, b) dipelajari dan dipersiapkan oleh setiap manusia.

2| Bumi Mengeluarkan Isinya karena beban yang berat (asqoohaa) (ayat 2 : "bumi mengeluarkan isi perutnya").

Ada tiga pendapat tafsir tentang ayat ini :
a| Bumi mengeluarkan seluruh kandungannya seperti minyak, batu bara, dan emas (maknanya benda-benda yang berharga).  Ibaratnya saat kita naik mobil melewati jalan yang berliku-liku dan bergelombang, perut akan muntah dan mengeluarkan isinya.
Allah memerintahkan untuk mengambil benda-benda tersebut. Namun, manusia tidak akan mengambilnya karena mereka tahu bahwa karena benda-benda itulah mereka melakukan kemaksiatan.
Sebagian ulama mengatakan, jika Allah mengijinkan, bumi sejak dulu ingin memuntahkan orang-orang yang suka bermaksiat di atas bumi.
b| Bumi memuntahkan manusia yang dikubur di dalamnya, menandakan ada manusia yang akan bangkit dari bumi.
c|Bumi merasa berat mengandung orang-orang yang berbuat maksiat, dan akan memuntahkannya saat kiamat.

3| Kondisi Manusia Saat Dibangkitkan.

a| Orang Kafir akan kaget dan terkejut sehingga  bertanya, "Apa yang terjadi  pada bumi?" (ayat 2). Kenapa mereka kaget ? Karena mereka sebelumnya tidak percaya kalau ada hari kebangkitan atau hari kiamat. 
Sebagian ulama menjelaskan bahwa mereka tidak tidur, tetapi beberapa hari menjelang kiamat mereka ditidurkan, sehingga mengucakan   "Siapa yang membangkitkan kami dari tidur kami?" QS Yasiin [36]: 52.
b| Orang beriman tidak akan kaget karena keyakinan mereka.

4| Bumi Berbicara dan Menceritakan Segalanya (ayat 4) dengan detail  (tuhhadi) sesuai perintah Allah (ayat 5 "karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya").
Rasul bersabda bumi bersaksi terhadap semua yang dilakukan manusia, amalan-amalan kebaikan dan perbuatan buruk. Hal ini dijadikan landasan bahwa melakukan sholat sunah setelah sholat fardhu di sunah-kan pindah posisi.
Selain bumi ada saksi-saksi lain  yang  membicarakan perbuatan manusia yaitu malaikat (QS Qaf [50]: 21, Rasulullah (QS An Nisaa [4]: 41), anggota tubuh (QS Yasiin [36]: 65).  
Imam Ibnu Qoyim Aljauzi mengatakan hendaknya orang senantia berdzikir dimana saja dan setiap waktu, sehingga nanti akan mendapati banyak saksi.

5| Keadaan Manusia Bermacam-macam Saat Dibangkitkan 
Penampilan di akhirat ditentukan oleh amal, bukan harta atau kedudukan. Keadaan fisik manusia akan berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatannya (ayat 6 ]: Pada hari itu manusia keluar (dari kuburnya) dalam keadaan terpencar untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatan mereka").  Orang beriman akan bercahaya (QS Ali Imran [3]:102) : "Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya". Sementara pendosa akan memiliki wajah hitam kebiruan (QS Taha [20]: 102 : "(Yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup (yang kedua kalinya) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan wajah yang biru muram (zurqan=hitam)"

6| Amal Sekecil Apapun Akan Diperhitungkan 
Setiap kebaikan sekecil apapun akan dibalas (ayat 7  "Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya"), dan setiap keburukan sekecil apapun akan diperhitungkan (ayat 8  "Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya").

Pelajaran
Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun.
Hati-hati terhadap dosa kecil yang jika terus dilakukan dapat membinasakan.
Catatan Allah tidak akan hilang, tidak seperti catatan manusia.