Sunatullah dan Persatuan sebagai Rahmat
Keberagaman adalah hukum alamiah yang diciptakan Tuhan (sunatullah), sementara persatuan adalah anugerah dan rahmat ilahi. Kunci untuk mencapai rahmat ini adalah dengan merangkul keberagaman tanpa menimbulkan perselisihan.
| Keberagaman adalah Sunatullah (Hukum Alamiah Tuhan)
Tuhan sengaja menciptakan segala sesuatu beraneka ragam, mulai dari alam semesta, flora, fauna, geologi, hingga manusia itu sendiri.
"Tidakkah engkau melihat bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, lalu dengan (air) itu Kami mengeluarkan hasil tanaman yang beraneka macam warnanya. Di antara gunung-gunung itu ada bergaris-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat” (QS Fatir [35]:27).
“(Demikian pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takutkepada-Nya, hanyalah para ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS Fatir [35]:28).
Ungkapan "Perbedaan pendapat di antara umatku adalah rahmat" (Ikhtilafu ummati rahmatun) menurut Imam As-Suyuthi dan Al-Albani dan banyak ulama, menyatakan bahwa ungkapan tersebut tidak ditemukan sanadnya yang sahih, bahkan sebagian mengategorikannya sebagai hadis yang tidak memiliki sanad atau palsu.
Meskipun secara riwayat lemah/palsu, secara makna, perbedaan fiqih (furu') dianggap rahmat karena memberi kemudahan bagi umat.
Contoh Konkret:
1. Indonesia: Digambarkan sebagai "laboratorium Allah" dengan mega-kebhinekaan hayati dengan 8500 spesies ikan, 580 terumbu karang, dan secara geografis terdiri dari 17000 pulau, 1340 suku daerah dan 700 bahasa lokal.
2. Alam Semesta: Triliunan galaksi dengan warna dan komposisi yang berbeda.
3. Tubuh Manusia: Keberagaman sel dan struktur internalnya.
"Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasa dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda(kebesaranAllah) bagi orang-orang yang berilmu.” (QS Ar Rum [30] :22)
"Kita mengenalinya, mengetahui, mendapat ilmunya, dengan cara berinteraksi, membaur, mengalami bersosialisi dengan mereka" (QS Ar Rum [30]:22)
4. Sains:
a. Tabel periodik terdapat 118 elemen kimia & 98 unsur yg asli yang ada di alam (C,H,O,Na, CL, Al, Au dst). Permutasi 98 atau kombinasi dari 98 unsur adalah = 9.42689 x 10153 alias tak terhingga ragam kombinasi molekulnya yang dapat berpermutasi menghasilkan senyawa tak terhingga tetapi tetap terbatas sebagai makhluk.
b. Fenomena difraksi cahaya putih menjadi spektrum warna. Cahaya adalah kesejatian dari Rahmat Allah. Merupakan kesatuan dari Muhtalifan Alwanuha (mejingkuhibiniu). Kebhinekaan yg menyatu akan menjadi Cahaya yg terang benderang, spectrum energi yg lengkap sempurna
Bersatunya Cahaya pelangi akan menghasilkan Cahaya terang berwarna putih yg mencerahkan, menguak kesejatian kebenaran
Ayat-ayat Allah ada di segala dimensi / ufuk (QS Fushilat [41]:53) termasuk langit yang dekat, dan merupakan Sunatullah yg konsisten (QS Fathir [35]:43)
Allah menghiasi langit dunia dengan masobih (QS Mulk [67]:5, QSAn Naba [78]:12-13) misbah yg berlimpah & sirojan WA haajja
5. Keberagaman ini merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah (Al-'Aziz, Al-Wafud).
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka" (QS Ali Imran [3]:190-191).
Maknanya : Keragaman itu diciptakan dengan ada maksudnya :
a. membuat dunia ini nyaman dihuni & indah.
b. Akal kita menjadi semakin berguna
c. Rasa kita makin terasah
d. Iman kita makin kukuh, dengan jalan taqwa
|| Persatuan adalah Rahmat Allah
Meskipun keberagaman itu sunatullah, persatuan adalah sumber rahmat dan kekuatan.
Al-Qur'an (QS Hud [11]: 118-119) menekankan bahwa Allah menciptakan manusia beraneka ragam, namun mereka yang berselisih akan menghadapi konsekuensi, sementara yang bersatu akan mendapatkan rahmat.
"Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya" (QS Yunus [11]:99)
Tafsir Ibnu Katsir : perselisihan masih tetap ada di kalangan manusia dalam masalah agama, dan akidah mereka menjadi terbagi ke dalam berbagai mazhab dan pendapat.
Ikrimah mengatakan bahwa mereka masih tetap berselisih pendapat dalam hal petunjuk. Al-Hasan Al-Basri mengatakan, mereka berselisih pendapat dalam masalah rezeki, sebagian dari mereka menguasai sebagian yang lain.
Persatuan tidak berarti menghilangkan perbedaan, melainkan merangkulnya untuk menciptakan kekuatan sinergis,
Contoh :
a. Reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi besar
b. Garam (NACL) yang mengandung berbagai elemen mikro.
c. Bahasa persatuan Indonesia menjadi perekat di tengah keragaman suku bangsa.
||| Persatuan dalam Keberagaman
“Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim sedangkan penduduknya berbuat kebaikan(Muslihun)". (QS Hud [11]:117).
Maknanya:
Maknanya:
a. Tafsir zalim selain bermakna sirik (QS Luqman [31]:13) juga bermakna segala bentuk kezaliman dalam muamalah dan perlakuan terhadap sesama manusia.
b. Persatuan dibangun di atas a) keadilan dan perbaikan sosial (Ishlah), b)menjaga perbaikan dalam hubungan sosial (muṣliḥūn) c) bukan penyeragaman keyakinan.
c. Negeri yang tidak dianiaya Tuhan (sustainable, dilindungi, & dirahmati) apabila penduduknya muslikhun
d. Muslikhun (orang-orang sholih yang aktif menggerakkan & mengajak orang lain mengerjakan kebaikan = berbuat yg benar = amender = REFORMERS = improver = peace maker).
e. Orang yang sholih yaitu orang yang berbuat kebaikan untuk dirinya sendiri, sedangkan Muslihkhun adalah orang yang berbuat kebaikan untuk dirinya dan juga aktif mengajak orang lain.
.
Cara Membina Pesatuan :
1. Mengendalikan Hawa Nafsu: Menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhan akan menutup hati dan menimbulkan perselisihan. Mengendalikannya adalah langkah pertama menuju persatuan.
2. Komunikasi Efektif: Berbicara dengan perkataan yang tepat (qaulan sadidan), mudah dipahami (qaulan ma'zuran), diplomatis (qaulan layyinan), dan mulia (qaulan kariman).
3. Menghindari Potensi Konflik: Menjaga silaturahmi, berbaur, dan saling mengenal (ta'aruf) antar sesama.
4. Keadilan (Qisas): Memberikan balasan yang adil tanpa berlebihan.
5. Kerja Sama dalam Kebaikan: Saling tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa (ta'awun).
6. Menghargai Perbedaan: Memahami bahwa perbedaan adalah sunatullah dan bukan alasan untuk bermusuhan, melainkan untuk saling melengkapi.
Kesimpulan dan Tindakan yang Disarankan
Keberagaman adalah realitas ciptaan Tuhan yang harus disyukuri dan dipelajari sebagai ayat-ayat-Nya. Persatuan adalah tujuan mulia yang membawa rahmat dan kekuatan. Umat Islam diajak untuk aktif membina persatuan melalui pengendalian diri, komunikasi yang baik, keadilan, dan kerja sama, serta merangkul perbedaan sebagai bagian dari kebesaran Allah. Dengan demikian, kita dapat menciptakan peradaban yang kokoh dan dirahmati.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar