Selasa, 04 Agustus 2026

Berita dari Bumi (Tafsir QS Al Zalzalah ) | Ustadz Ahmad Rois | Kajian Subuh Online #308


Nikmat Tuhan
Selain nikmat yang terlihat (makanan, kesehatan, dll.), terdapat nikmat yang tidak terlihat, yaitu ketika hati dibukakan untuk kebaikan dan ditutup dari kemaksiatan, serta dibukakan untuk memahami ilmu.

Ilmu Menjadi Hikmah
Ketika ilmu membuat hati menjadi lebih baik, khusyuk, tenang, dan dekat kepada Allah, ilmu tersebut berubah menjadi hikmah. Tidak semua orang yang diberi ilmu juga diberi hikmah.
Harapan: Semoga ilmu yang dipelajari menjadi hikmah yang bermanfaat.


Pengenalan Surah Al-Zalzalah
1| Masa turun wahyu : surah Makkiyah murni, seluruh ayatnya turun di Makkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah. Catatan : ciri-ciri Surah Makkiyah membicarakan  akidah, hari kiamat, dan kebangkitan.
2| Tema Utama : Hari kiamat dan terungkapnya seluruh amal manusia.
3| Makna Istilah : Nama: Al-Zalzalah, diambil dari ayat pertama yang berarti "guncangan yang bertubi-tubi" atau "guncangan yang dahsyat".

4| Keutamaan :  termasuk Suratun Yami'ah (Surah yang Komplit), sebagian ulama menjelaskan surat ini mencakup mencakup seluruh perintah dan larangan Allah, sebagaimana tercermin dalam ayat: "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, ia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, ia akan melihat balasannya." (QS. Al-Zalzalah: 7-8).

5| Inspirasi  : 
a. Kisah Sahabat Tua (HR Ahmad dari sahabat Amar bin Ash), seorang sahabat tua yang diajarkan tentang Al Qur'an, Rasul menasehati untuk belajar surat yang diawali dengan ayat Aif Lam Ra. Karena merasa sudah berumur, tidak sanggup karena terlalu panjang ayat-ayatnya. Demikian dilakukan selama 3 kali setelahnya Rasul menasehati belajar surat yang di awali dengan ayat-ayat ham min, mutasabihat. Masih merasa  kesulitan menghafal surah-surah tersebut. Akhirnya Rasul menasehati surat   yang ringkas namun padat yaitu Surah Al-Zalzalah. Dan sahabat tersebut menimpali dengan tekad untuk selalu membaca surat tersebut tanpa menambah atau mengurangi dengan apapun. Dan Rasul menyebetkan dia termasuk orang yang sangat beruntung.

b. Abu Bakar menangis saat mendengar Surah Al-Zalzalah dibacakan karena takut akan ayat terakhir yang menggambarkan perhitungan amal, yaitu "Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya"

c. Pelajaran dari kedua kisah tersebut :
⦁ Belajar Al-Qur'an tidak mengenal usia.
⦁ Semangat menuntut ilmu penting di segala usia.
⦁ Prinsip dakwah adalah memudahkan, bukan mempersulit apalagi memaksa
⦁ Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun.
⦁ Kelembutan hati Abu Bakar dan kesadaran bahwa sekecil apapun keburukan akan diperhitungkan Allah.

Tafsir dan Tadabbur Surah Al-Zalzalah (Gambaran Hari Kiamat)


Surah ini menggambarkan hari kiamat dengan enam gambaran utama:

1| Bumi Diguncang Dahsyat dan Bertubi-tubi dan menghancurkan segala sesuatu di atasnya, termasuk gunung-gunung (ayat 1 : "Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā" ). Kata "Zalzalah" diulang 4 kali dalam ayat ini untuk menggambarkan kedahsyatan  dan keberlangsungan guncangan tersebut. Bahkan dalam QS Al Qariah [101]:5, gunung-gunung diterbangkan seperti kapas. Dan.. saat itu manusia digambarkan pada QS Al Hajj [22]: 2 : semua perempuan yang menyusui lalai terhadap anaknya, perempuan yang hamil akan keguguran dan manusia sedang dalam keadaan mabuk.
Adapun tujuannya adalah untuk a) penting diyakini, b) dipelajari dan dipersiapkan oleh setiap manusia.

2| Bumi Mengeluarkan Isinya karena beban yang berat (asqoohaa) (ayat 2 : "bumi mengeluarkan isi perutnya").

Ada tiga pendapat tafsir tentang ayat ini :
a| Bumi mengeluarkan seluruh kandungannya seperti minyak, batu bara, dan emas (maknanya benda-benda yang berharga).  Ibaratnya saat kita naik mobil melewati jalan yang berliku-liku dan bergelombang, perut akan muntah dan mengeluarkan isinya.
Allah memerintahkan untuk mengambil benda-benda tersebut. Namun, manusia tidak akan mengambilnya karena mereka tahu bahwa karena benda-benda itulah mereka melakukan kemaksiatan.
Sebagian ulama mengatakan, jika Allah mengijinkan, bumi sejak dulu ingin memuntahkan orang-orang yang suka bermaksiat di atas bumi.
b| Bumi memuntahkan manusia yang dikubur di dalamnya, menandakan ada manusia yang akan bangkit dari bumi.
c|Bumi merasa berat mengandung orang-orang yang berbuat maksiat, dan akan memuntahkannya saat kiamat.

3| Kondisi Manusia Saat Dibangkitkan.

a| Orang Kafir akan kaget dan terkejut sehingga  bertanya, "Apa yang terjadi  pada bumi?" (ayat 2). Kenapa mereka kaget ? Karena mereka sebelumnya tidak percaya kalau ada hari kebangkitan atau hari kiamat. 
Sebagian ulama menjelaskan bahwa mereka tidak tidur, tetapi beberapa hari menjelang kiamat mereka ditidurkan, sehingga mengucakan   "Siapa yang membangkitkan kami dari tidur kami?" QS Yasiin [36]: 52.
b| Orang beriman tidak akan kaget karena keyakinan mereka.

4| Bumi Berbicara dan Menceritakan Segalanya (ayat 4) dengan detail  (tuhhadi) sesuai perintah Allah (ayat 5 "karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya").
Rasul bersabda bumi bersaksi terhadap semua yang dilakukan manusia, amalan-amalan kebaikan dan perbuatan buruk. Hal ini dijadikan landasan bahwa melakukan sholat sunah setelah sholat fardhu di sunah-kan pindah posisi.
Selain bumi ada saksi-saksi lain  yang  membicarakan perbuatan manusia yaitu malaikat (QS Qaf [50]: 21, Rasulullah (QS An Nisaa [4]: 41), anggota tubuh (QS Yasiin [36]: 65).  
Imam Ibnu Qoyim Aljauzi mengatakan hendaknya orang senantia berdzikir dimana saja dan setiap waktu, sehingga nanti akan mendapati banyak saksi.

5| Keadaan Manusia Bermacam-macam Saat Dibangkitkan 
Penampilan di akhirat ditentukan oleh amal, bukan harta atau kedudukan. Keadaan fisik manusia akan berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatannya (ayat 6 ]: Pada hari itu manusia keluar (dari kuburnya) dalam keadaan terpencar untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatan mereka").  Orang beriman akan bercahaya (QS Ali Imran [3]:102) : "Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya". Sementara pendosa akan memiliki wajah hitam kebiruan (QS Taha [20]: 102 : "(Yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup (yang kedua kalinya) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan wajah yang biru muram (zurqan=hitam)"

6| Amal Sekecil Apapun Akan Diperhitungkan 
Setiap kebaikan sekecil apapun akan dibalas (ayat 7  "Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya"), dan setiap keburukan sekecil apapun akan diperhitungkan (ayat 8  "Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya").

Pelajaran
Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun.
Hati-hati terhadap dosa kecil yang jika terus dilakukan dapat membinasakan.
Catatan Allah tidak akan hilang, tidak seperti catatan manusia.