Senin, 24 Agustus 2026

Takwa | Faedah Orang Bertakwa

Selain keuntungan di akherat berupa jaminan penghuni surga, bagi orang-orang yang bertakwa akan memperolah keuntungan di dunia.

 

Keuntungan Orang Bertakwa dalam Al-Qur'an

1.  Mendapat Petunjuk

"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.  " (QS. Al-Baqarah: 2). Ketakwaan adalah kunci untuk memahami dan mendapat hidayah dari Al-Qur'an.


2.  Dimudahkan Urusan & Diberi Jalan Keluar

"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. Ath-Thalaq: 2-3) Ketakwaan menjadi solusi atas segala kesempitan hidup, baik masalah duniawi maupun ukhrawi.


3. Diampuni Dosa & Dilipatgandakan Pahala

"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan melipatgandakan pahala baginya." (QS. Ath-Thalaq: 5). Ketakwaan kepada Allah akan mengampuni dosa dan membalas kebaikan dengan berlipat ganda.


4.Dicukupi Kebutuhannya

"Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. Ath-Thalaq: 4).  Dengan ketakwaan hidup terasa ringan dan dimudahkan dalam berbagai hal.


5. Mendapat Pertolongan Allah

   "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat baik." (QS. An-Nahl: 128). Ketakwaan akan mendatangkan  pertolongan Allah senantiasa menyertai orang bertakwa dalam setiap situasi.


6. Dibedakan Antara Kebenaran & Kebatilan (Furqan)

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberimu furqan (kemampuan membedakan yang haq dan batil)." (QS. Al-Anfal: 29) Bagi orang-orang yang bertakwa Allah memberi "cahaya hati" untuk membedakan mana yang benar dan salah, terutama di zaman penuh syubhat.


7. Rahmat & Karunia yang Melimpah

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96). Dengan ketakwaan  menjadi sebab diturunkannya keberkahan dari segala penjuru.


8.  Pintu Ilmu & Hikmah

"Bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarmu." (QS. Al-Baqarah: 282). Takwa membuka pintu ilmu yang bermanfaat dan hikmah yang tidak didapatkan oleh orang lalai.

 

Keuntungan Orang Bertakwa dalam Hadis Nabi

1. Dimuliakan di Sisi Allah 

Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian." (HR. Muslim).  Ukuran kemuliaan adalah ketakwaan, bukan kekayaan atau jabatan.

2. Dijauhkan dari Keburukan

"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, dia akan dijaga dari kejahatan dan fitnah." (HR. Tirmidzi, hasan).  Allah akan melindungi orang bertakwa dari berbagai bahaya dan ujian yang menghancurkan.


3. Dicintai oleh Allah

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa." (QS. At-Taubah: 4, diperkuat banyak hadis). Ini adalah derajat tertinggi yang bisa diraih seorang hamba.


4.Pembeda Derajat

Dalam khutbah haji wada', Nabi bersabda: "Tidak ada kelebihan orang Arab atas non-Arab, kecuali dengan takwa." (HR. Ahmad). Takwa adalah satu-satunya yang membuat seseorang lebih mulia dari yang lain.


5.Teman Terbaik di Dunia & Akhirat

"Tidak ada bekal yang lebih baik daripada takwa." (HR. Tirmidzi) . Takwa adalah bekal paling utama untuk perjalanan panjang menuju akhirat.

 

Puncak Keuntungan

Semua keuntungan ini bermuara pada dua hal besar:

1. Kemudahan hidup di dunia (jalan keluar, rezeki tak disangka, pertolongan).

2. Kebahagiaan abadi di akhirat (ampunan, rahmat, surga).


Sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya." (QS. Al-Qalam: 34)

Apakah Anda ingin mendalami salah satu dalil tersebut, misalnya tentang furqan (kemampuan membedakan haq dan batil) atau rezeki tak terduga?

Jumat, 21 Agustus 2026

Lebih Dekat dengan Nabi SAW dalam Keseharian | Ust. Syafri M Noor. Lc | Kajian Subuh Online #310


Kajian Kitab Ash-Shamayil al-Muhammadiyah karya Imam At Tirmidhi abad ke-3 Hijrah.

Pentingnya Mengenal Ciri Fisik Nabi 
Mengetahui ciri fisik Nabi Muhammad SAW adalah bukti kecintaan yang tulus. Hal ini memungkinkan umat Muslim untuk memverifikasi pertemuan dengan Nabi dalam mimpi.

Ciri fisik Nabi
a. Postur Tubuh dan Perawakan  (HR Ali bin Abi Thalib)
⦁ Perawakan Sedang: Beliau tidak terlalu tinggi dan tidak pula pendek, berpostur ideal di tengah-tengah
⦁ Bahu dan Dada Lebar: Kedua bahu beliau bidang dan dadanya lebar 
⦁ Telapak Tangan dan Kaki Tebal: Kedua telapak tangan dan kakinya digambarkan besar atau tebal 
⦁ Cara Berjalan: Jika berjalan, beliau melangkah dengan tegas dan penuh wibawa, seakan-akan turun dari tempat yang tinggi 

b. Wajah dan Kepala
⦁ Wajah Berseri: Wajah beliau sangat tampan dan bercahaya, bahkan digambarkan seperti bulan purnama oleh sahabat 
⦁ Warna Kulit: Warna kulitnya tidak putih mutlak dan tidak pula cokelat gelap, melainkan putih kemerahan (bercahaya) 
⦁ Mata: Kedua mata beliau hitam pekat dengan bulu mata yang panjang .
⦁ Hidung dan Mulut: Hidung beliau mancung, dan mulutnya lebar .
⦁ Rambut: Rambut beliau tidak keriting dan tidak lurus, melainkan ikal berombak dan panjangnya mencapai bahu atau daun telinga. Uban -nya tidak lebih dari 20 helai
⦁ Jenggot: Jenggot beliau lebat 

Kehidupan dan Pengangkatan Nabi Muhammad SAW
⦁ Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun.
⦁ Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun (usia 40-43 tahun) dan secara terang-terangan selama 10 tahun di Mekah (usia 43-53 tahun).
⦁ Hijrah ke Madinah terjadi pada usia 53 tahun.
⦁ Nabi Muhammad SAW wafat pada usia awal 60-an tahun, dengan uban yang tidak lebih dari 20 helai di kepala dan jenggotnya.


Adab dan Sunnah Terkait Rambut dan Pakaian
a. Perawatan Rambut
⦁ Dianjurkan untuk merawat rambut, mendahulukan sisi kanan saat menyisir. Dilarang menyisir rambut (dengan berkaca) secara berlebihan (gibban) setiap hari untuk menghindari kesombongan. 
Doa ketika bercermin :   اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِىْ فَحَسِّـنْ خُلُقِيْ , "Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku".
Pewarnaan Rambut: Dilarang mewarnai rambut menjadi hitam. Mewarnai dengan warna gelap lain (coklat, biru gelap) diperbolehkan, namun disarankan untuk tidak menutupi uban karena uban akan menjadi cahaya di akhirat. Nabi tidak pernah mengecat rambut. Mewarnai diperbolehkan dengan alasan tertentu, seperti sahabat yang melakukan ketika akan perang dengan tujuan supaya musuh tidak menganggap sebagai orang tua

b. Alas Kaki (Sandal dan Sepatu)
⦁ Nabi Muhammad SAW menggunakan sendal dengan dua capitan /sandal sabtiyah (HR. Ibnu Umar). 
⦁ Sandal dengan satu capit, seperti yang ada saat ini, pertama digunakan oleh Utsman bin Affan
⦁ Sunnah dalam memakai sendal adalah mendahulukan kaki kanan, dan saat melepas mendahulukan kaki kiri. 
⦁ Penggunaan sepatu kulit (khuf) yang menutupi mata kaki dan tahan air memberikan keringanan dalam berwudhu (mengusap bagian atasnya).
 
Syarat-syarat penggunan khuf
a) berwudhu sebelumnya, 
b) menutup semua mata kaki (sampai tumit), 
c) tidak najis, 
d) tidak berlubang, 
d) tidak tembus air

Pembatal khuf
a) mendapat janabah, 
b) melepas khuf, berlobang/robek, basah sehingga menegan mata kaki, waktunya habis (3 hari)

Pembelajaran 
⦁ Dianjurkan menggunakan alas kaki yang berpasangan dan sesuai ukuran, jika tidak, sebaiknya tidak digunakan. (HR Bukhari Muslim)
 Uban pada Nabi Muhammad SAW tidak disebabkan karena memikirkan dunia tetapi karena memikirkan umatnya, yaitu saat menerima wahyu surat Waqiah, surat Mursalat, surat an Naba dan surat at Tur, yaitu surat-surta yang terkait azab umat2 terdahulu & umat saat nanti di akherat.  
⦁ Rasul biasa menggunakan sandal, sama fungsinya dengan kendaraan (HR Jabir). Sehingga kalau punya kendaraan, disunahkan untuk menggunakan dalam rangka beribadah.
⦁ Agama dibangun di atas Al-Qur'an dan Hadis, bukan semata-mata akal pikiran individu. Atas dasar : jika menggunakan khuf dan yang kotor bagian bawah, tetapi mengapa yang diusap yang bagian atas.
⦁ Membaca doa jika menggunakan sandal/ sepatu, baju dll yang baru :
 بسم الله اللهم صل على سيدنا محمج وعلى ال سيدنا محمد ووطئ قدمي في الدنيا والاخرة وثبتهما على الصراط يوم تزل الاقدام, "Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya. Semoga Engkau menuntun langkah kedua kakiku di dunia dan akhirat, serta menetapkan keduanya pada shirat (jembatan) di hari ketika kaki-kaki manusia tergelincir
⦁ Menerapkan sunnah-sunnah yang diajarkan terkait adab sehari-hari, seperti dalam merawat diri dan menggunakan pakaian.

Rekaman  di Klik !

Selasa, 18 Agustus 2026

Doa Kedewasaan Seorang Hamba (Tafsi Surat Al-Ahqaf : 13-15) | Ust. Dr. Maryono, S.Th.I, Mpd.


Kandungan Ayat 

a. ayat 13 : Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap istikamah, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih.
b.ayat 14: Mereka itulah para penghuni surga (dan) kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan

c. ayat 15 : Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya itu selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia (anak itu) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim

Kajian ini membahas makna mendalam dari doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba yang telah mencapai kedewasaan, sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Ahqaf ayat 13-15. Materi ini sangat relevan bagi audiens yang telah memasuki usia matang, menekankan pentingnya refleksi spiritual dan komitmen ibadah.

Konsep Utama

Kematangan Spiritual dan Emosional: Kedewasaan tidak hanya diukur dari usia fisik, tetapi lebih pada kematangan akal, emosi, dan komitmen spiritual. Ini tercermin dalam doa yang dipanjatkan, yang menunjukkan kesadaran akan posisi diri di hadapan Allah dan tanggung jawab sebagai hamba.

a.Istiqamah (Keteguhan) pada ayat 13-14 Surat Al-Ahqaf menjanjikan ketenangan dan kebahagiaan bagi mereka yang istiqamah dalam keimanan. Meskipun banyak yang mengaku beriman, hanya sedikit yang benar-benar mampu menjaga keteguhan tersebut karena konsekuensinya yang berat.
b.Doa sebagai Cerminan Kedewasaan: Doa yang dipanjatkan dalam ayat 15 menunjukkan empat ciri utama kedewasaan seorang hamba:
  1.Memohon Ilham untuk Bersyukur: Kesadaran akan nikmat Allah yang tak terhingga, baik bagi diri sendiri maupun orang tua, mendorong permohonan agar dimudahkan untuk mensyukuri nikmat tersebut. Syukur adalah kunci ketenangan dan perlu bantuan Allah.

  2.Memohon Kemudahan Amal Saleh yang Diridhai: Kedewasaan tercermin dalam keinginan untuk beribadah dengan benar dan ikhlas, serta melakukan amal saleh yang sesuai tuntunan Nabi SAW, demi meraih keridhaan Allah.
 3.Memohon Kebaikan untuk Keturunan: Hamba yang dewasa tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memikirkan kebaikan anak keturunannya, mendoakan agar mereka menjadi generasi yang saleh dan membawa manfaat, bahkan setelah kematian. Anak saleh dianggap sebagai investasi amal jariyah.
 4.Tobat dan Pengakuan Kesalahan: Kematangan emosional dan spiritual ditandai dengan kesadaran akan kesalahan diri, pengakuan dosa, dan taubat yang tulus kepada Allah SWT, disertai tekad untuk tidak mengulanginya.

Pelajaran Penting 

a. Pentingnya Doa "Ya Hayyu Ya Qayyum": Doa ini mengajarkan ketergantungan total kepada Allah SWT yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, serta memohon perbaikan seluruh urusan hidup.
b. Peran Orang Tua: Ayat-ayat tersebut menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua, mengingat perjuangan mereka dalam mengandung, melahirkan, dan merawat anak.
c. Amal Saleh sebagai Investasi: Anak saleh adalah salah satu amal jariyah yang terus mengalir pahalanya bahkan setelah kematian.
d. Menata Hati: Menjaga hati agar senantiasa bersyukur, terutama dalam menghadapi musibah, adalah kunci ketenangan. Ini dicapai dengan menyadari kelemahan diri dan ketergantungan mutlak kepada Allah.

Rekaman di Klik !

Selasa, 04 Agustus 2026

Berita dari Bumi (Tafsir QS Al Zalzalah ) | Ustadz Ahmad Rois | Kajian Subuh Online #308


Nikmat Tuhan
Selain nikmat yang terlihat (makanan, kesehatan, dll.), terdapat nikmat yang tidak terlihat, yaitu ketika hati dibukakan untuk kebaikan dan ditutup dari kemaksiatan, serta dibukakan untuk memahami ilmu.

Ilmu Menjadi Hikmah
Ketika ilmu membuat hati menjadi lebih baik, khusyuk, tenang, dan dekat kepada Allah, ilmu tersebut berubah menjadi hikmah. Tidak semua orang yang diberi ilmu juga diberi hikmah.
Harapan: Semoga ilmu yang dipelajari menjadi hikmah yang bermanfaat.


Pengenalan Surah Al-Zalzalah
1| Masa turun wahyu : surah Makkiyah murni, seluruh ayatnya turun di Makkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah. Catatan : ciri-ciri Surah Makkiyah membicarakan  akidah, hari kiamat, dan kebangkitan.
2| Tema Utama : Hari kiamat dan terungkapnya seluruh amal manusia.
3| Makna Istilah : Nama: Al-Zalzalah, diambil dari ayat pertama yang berarti "guncangan yang bertubi-tubi" atau "guncangan yang dahsyat".

4| Keutamaan :  termasuk Suratun Yami'ah (Surah yang Komplit), sebagian ulama menjelaskan surat ini mencakup mencakup seluruh perintah dan larangan Allah, sebagaimana tercermin dalam ayat: "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, ia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, ia akan melihat balasannya." (QS. Al-Zalzalah: 7-8).

5| Inspirasi  : 
a. Kisah Sahabat Tua (HR Ahmad dari sahabat Amar bin Ash), seorang sahabat tua yang diajarkan tentang Al Qur'an, Rasul menasehati untuk belajar surat yang diawali dengan ayat Aif Lam Ra. Karena merasa sudah berumur, tidak sanggup karena terlalu panjang ayat-ayatnya. Demikian dilakukan selama 3 kali setelahnya Rasul menasehati belajar surat yang di awali dengan ayat-ayat ham min, mutasabihat. Masih merasa  kesulitan menghafal surah-surah tersebut. Akhirnya Rasul menasehati surat   yang ringkas namun padat yaitu Surah Al-Zalzalah. Dan sahabat tersebut menimpali dengan tekad untuk selalu membaca surat tersebut tanpa menambah atau mengurangi dengan apapun. Dan Rasul menyebetkan dia termasuk orang yang sangat beruntung.

b. Abu Bakar menangis saat mendengar Surah Al-Zalzalah dibacakan karena takut akan ayat terakhir yang menggambarkan perhitungan amal, yaitu "Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya"

c. Pelajaran dari kedua kisah tersebut :
⦁ Belajar Al-Qur'an tidak mengenal usia.
⦁ Semangat menuntut ilmu penting di segala usia.
⦁ Prinsip dakwah adalah memudahkan, bukan mempersulit apalagi memaksa
⦁ Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun.
⦁ Kelembutan hati Abu Bakar dan kesadaran bahwa sekecil apapun keburukan akan diperhitungkan Allah.

Tafsir dan Tadabbur Surah Al-Zalzalah (Gambaran Hari Kiamat)


Surah ini menggambarkan hari kiamat dengan enam gambaran utama:

1| Bumi Diguncang Dahsyat dan Bertubi-tubi dan menghancurkan segala sesuatu di atasnya, termasuk gunung-gunung (ayat 1 : "Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā" ). Kata "Zalzalah" diulang 4 kali dalam ayat ini untuk menggambarkan kedahsyatan  dan keberlangsungan guncangan tersebut. Bahkan dalam QS Al Qariah [101]:5, gunung-gunung diterbangkan seperti kapas. Dan.. saat itu manusia digambarkan pada QS Al Hajj [22]: 2 : semua perempuan yang menyusui lalai terhadap anaknya, perempuan yang hamil akan keguguran dan manusia sedang dalam keadaan mabuk.
Adapun tujuannya adalah untuk a) penting diyakini, b) dipelajari dan dipersiapkan oleh setiap manusia.

2| Bumi Mengeluarkan Isinya karena beban yang berat (asqoohaa) (ayat 2 : "bumi mengeluarkan isi perutnya").

Ada tiga pendapat tafsir tentang ayat ini :
a| Bumi mengeluarkan seluruh kandungannya seperti minyak, batu bara, dan emas (maknanya benda-benda yang berharga).  Ibaratnya saat kita naik mobil melewati jalan yang berliku-liku dan bergelombang, perut akan muntah dan mengeluarkan isinya.
Allah memerintahkan untuk mengambil benda-benda tersebut. Namun, manusia tidak akan mengambilnya karena mereka tahu bahwa karena benda-benda itulah mereka melakukan kemaksiatan.
Sebagian ulama mengatakan, jika Allah mengijinkan, bumi sejak dulu ingin memuntahkan orang-orang yang suka bermaksiat di atas bumi.
b| Bumi memuntahkan manusia yang dikubur di dalamnya, menandakan ada manusia yang akan bangkit dari bumi.
c|Bumi merasa berat mengandung orang-orang yang berbuat maksiat, dan akan memuntahkannya saat kiamat.

3| Kondisi Manusia Saat Dibangkitkan.

a| Orang Kafir akan kaget dan terkejut sehingga  bertanya, "Apa yang terjadi  pada bumi?" (ayat 2). Kenapa mereka kaget ? Karena mereka sebelumnya tidak percaya kalau ada hari kebangkitan atau hari kiamat. 
Sebagian ulama menjelaskan bahwa mereka tidak tidur, tetapi beberapa hari menjelang kiamat mereka ditidurkan, sehingga mengucakan   "Siapa yang membangkitkan kami dari tidur kami?" QS Yasiin [36]: 52.
b| Orang beriman tidak akan kaget karena keyakinan mereka.

4| Bumi Berbicara dan Menceritakan Segalanya (ayat 4) dengan detail  (tuhhadi) sesuai perintah Allah (ayat 5 "karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya").
Rasul bersabda bumi bersaksi terhadap semua yang dilakukan manusia, amalan-amalan kebaikan dan perbuatan buruk. Hal ini dijadikan landasan bahwa melakukan sholat sunah setelah sholat fardhu di sunah-kan pindah posisi.
Selain bumi ada saksi-saksi lain  yang  membicarakan perbuatan manusia yaitu malaikat (QS Qaf [50]: 21, Rasulullah (QS An Nisaa [4]: 41), anggota tubuh (QS Yasiin [36]: 65).  
Imam Ibnu Qoyim Aljauzi mengatakan hendaknya orang senantia berdzikir dimana saja dan setiap waktu, sehingga nanti akan mendapati banyak saksi.

5| Keadaan Manusia Bermacam-macam Saat Dibangkitkan 
Penampilan di akhirat ditentukan oleh amal, bukan harta atau kedudukan. Keadaan fisik manusia akan berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatannya (ayat 6 ]: Pada hari itu manusia keluar (dari kuburnya) dalam keadaan terpencar untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatan mereka").  Orang beriman akan bercahaya (QS Ali Imran [3]:102) : "Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya". Sementara pendosa akan memiliki wajah hitam kebiruan (QS Taha [20]: 102 : "(Yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup (yang kedua kalinya) dan pada hari itu Kami kumpulkan orang-orang yang berdosa dengan wajah yang biru muram (zurqan=hitam)"

6| Amal Sekecil Apapun Akan Diperhitungkan 
Setiap kebaikan sekecil apapun akan dibalas (ayat 7  "Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya"), dan setiap keburukan sekecil apapun akan diperhitungkan (ayat 8  "Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya").

Pelajaran
Jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun.
Hati-hati terhadap dosa kecil yang jika terus dilakukan dapat membinasakan.
Catatan Allah tidak akan hilang, tidak seperti catatan manusia.