Kajian Kitab Ash-Shamayil al-Muhammadiyah karya Imam At Tirmidhi abad ke-3 Hijrah.
Pentingnya Mengenal Ciri Fisik Nabi
Mengetahui ciri fisik Nabi Muhammad SAW adalah bukti kecintaan yang tulus. Hal ini memungkinkan umat Muslim untuk memverifikasi pertemuan dengan Nabi dalam mimpi.
Ciri fisik Nabi
a. Postur Tubuh dan Perawakan (HR Ali bin Abi Thalib):
⦁ Perawakan Sedang: Beliau tidak terlalu tinggi dan tidak pula pendek, berpostur ideal di tengah-tengah
⦁ Bahu dan Dada Lebar: Kedua bahu beliau bidang dan dadanya lebar
⦁ Telapak Tangan dan Kaki Tebal: Kedua telapak tangan dan kakinya digambarkan besar atau tebal
⦁ Cara Berjalan: Jika berjalan, beliau melangkah dengan tegas dan penuh wibawa, seakan-akan turun dari tempat yang tinggi
b. Wajah dan Kepala
⦁ Wajah Berseri: Wajah beliau sangat tampan dan bercahaya, bahkan digambarkan seperti bulan purnama oleh sahabat
⦁ Warna Kulit: Warna kulitnya tidak putih mutlak dan tidak pula cokelat gelap, melainkan putih kemerahan (bercahaya)
⦁ Mata: Kedua mata beliau hitam pekat dengan bulu mata yang panjang .
⦁ Hidung dan Mulut: Hidung beliau mancung, dan mulutnya lebar .
⦁ Rambut: Rambut beliau tidak keriting dan tidak lurus, melainkan ikal berombak dan panjangnya mencapai bahu atau daun telinga. Uban -nya tidak lebih dari 20 helai
⦁ Jenggot: Jenggot beliau lebat
Kehidupan dan Pengangkatan Nabi Muhammad SAW
⦁ Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun.
⦁ Beliau berdakwah secara sembunyi-sembunyi selama 3 tahun (usia 40-43 tahun) dan secara terang-terangan selama 10 tahun di Mekah (usia 43-53 tahun).
⦁ Hijrah ke Madinah terjadi pada usia 53 tahun.
⦁ Nabi Muhammad SAW wafat pada usia awal 60-an tahun, dengan uban yang tidak lebih dari 20 helai di kepala dan jenggotnya.
Adab dan Sunnah Terkait Rambut dan Pakaian
a. Perawatan Rambut :
⦁ Dianjurkan untuk merawat rambut, mendahulukan sisi kanan saat menyisir. Dilarang menyisir rambut (dengan berkaca) secara berlebihan (gibban) setiap hari untuk menghindari kesombongan.
Doa ketika bercermin : اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِىْ فَحَسِّـنْ خُلُقِيْ , "Segala puji bagi Allah, baguskanlah budi pekertiku sebagaimana Engkau telah membaguskan rupa wajahku".
⦁ Pewarnaan Rambut: Dilarang mewarnai rambut menjadi hitam. Mewarnai dengan warna gelap lain (coklat, biru gelap) diperbolehkan, namun disarankan untuk tidak menutupi uban karena uban akan menjadi cahaya di akhirat. Nabi tidak pernah mengecat rambut. Mewarnai diperbolehkan dengan alasan tertentu, seperti sahabat yang melakukan ketika akan perang dengan tujuan supaya musuh tidak menganggap sebagai orang tua
b. Alas Kaki (Sandal dan Sepatu)
⦁ Nabi Muhammad SAW menggunakan sendal dengan dua capitan /sandal sabtiyah (HR. Ibnu Umar).
⦁ Sandal dengan satu capit, seperti yang ada saat ini, pertama digunakan oleh Utsman bin Affan
⦁ Sunnah dalam memakai sendal adalah mendahulukan kaki kanan, dan saat melepas mendahulukan kaki kiri.
⦁ Penggunaan sepatu kulit (khuf) yang menutupi mata kaki dan tahan air memberikan keringanan dalam berwudhu (mengusap bagian atasnya).
Syarat-syarat penggunan khuf:
a) berwudhu sebelumnya,
b) menutup semua mata kaki (sampai tumit),
c) tidak najis,
d) tidak berlubang,
d) tidak tembus air
Pembatal khuf :
a) mendapat janabah,
b) melepas khuf, berlobang/robek, basah sehingga menegan mata kaki, waktunya habis (3 hari)
Pembelajaran
⦁ Dianjurkan menggunakan alas kaki yang berpasangan dan sesuai ukuran, jika tidak, sebaiknya tidak digunakan. (HR Bukhari Muslim)
⦁ Uban pada Nabi Muhammad SAW tidak disebabkan karena memikirkan dunia tetapi karena memikirkan umatnya, yaitu saat menerima wahyu surat Waqiah, surat Mursalat, surat an Naba dan surat at Tur, yaitu surat-surta yang terkait azab umat2 terdahulu & umat saat nanti di akherat.
⦁ Rasul biasa menggunakan sandal, sama fungsinya dengan kendaraan (HR Jabir). Sehingga kalau punya kendaraan, disunahkan untuk menggunakan dalam rangka beribadah.
⦁ Agama dibangun di atas Al-Qur'an dan Hadis, bukan semata-mata akal pikiran individu. Atas dasar : jika menggunakan khuf dan yang kotor bagian bawah, tetapi mengapa yang diusap yang bagian atas.
⦁ Membaca doa jika menggunakan sandal/ sepatu, baju dll yang baru :
بسم الله اللهم صل على سيدنا محمج وعلى ال سيدنا محمد ووطئ قدمي في الدنيا والاخرة وثبتهما على الصراط يوم تزل الاقدام, "Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya. Semoga Engkau menuntun langkah kedua kakiku di dunia dan akhirat, serta menetapkan keduanya pada shirat (jembatan) di hari ketika kaki-kaki manusia tergelincir
⦁ Menerapkan sunnah-sunnah yang diajarkan terkait adab sehari-hari, seperti dalam merawat diri dan menggunakan pakaian.
Rekaman di Klik !


Tidak ada komentar:
Posting Komentar