Selasa, 06 Oktober 2026

Menjaga Kesehatan sebagai Pendukung Kenyamanan Beribadah | Dr.dr.Zaenal Muttaqien Sohro, Circ & Med, AIFM | KSO #316

Orientasi Hidup dan Nilai Spiritual 

Ibadah mencakup ritual khusus maupun aktivitas sehari-hari. Hati, niat, dan amal dinilai lebih utama daripada rupa atau harta; karena itu, kehidupan sebaiknya tidak berpusat pada materi dan transaksi. Dalam QS Asy Syuara [26]: 88-89 : (Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. Dan HR Muslim : “Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik dan harta kalian tetapi Ia melihat hati dan amal kalian”.

Pola Makan yang Bijak

1. Makan dan minum dianjurkan secukupnya, tidak berlebihan (QS Al Araf [7]: 31:" Hai, anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan") serta disertai kesadaran atas asal rezeki dan tanggung jawab menjaganya. QS As Syuara [26]: 78-80 : "(Allah) yang telah menciptakanku. Maka, Dia (pula) yang memberi petunjuk kepadaku. Dia (pula) yang memberiku makan dan minum. Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku". Sebelum mengambil makan ukur dulu kapasitas lambung menerima makanan, kalau masih nambah bisa jadi sudah melibatkan nafsu.

2. Anjuran untuk mengkonsumsi buah, sayur, dan serat (QS Yunus [10]: 22 : Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia adalah ibarat air yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah karenanya macam-macam tanaman bumi yang (dapat) dimakan oleh manusia dan hewan ternak" 

3. Pengendalian diri dengan cara menghindari makan besar di malam hari yang memberatkan tubuh yaitu makan terlalu dekat dengan waktu tidur.  Rasulullah  bersabda: "Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya." (HR. Tirmidzi). Secara science bisa menyebabkan disrupsi ritme cirkadian (jam biologis internal). Makan di waktu yang bertentangan dengan jam ini—seperti saat malam ketika melatonin (hormon tidur) mulai meningkat—menyebabkan misalignment sirkadian yang berdampak buruk pada metabolisme dan kesehatan jangka panjang.

4. Memperhatikan sumber/ asal makanan   dan  apakah berdampak pada kesehatan jika dikonsumsi manusia. 

⦁ Allah swt memerintahkan   memakan makanan halal dan bergizi (baik). Sebab makanan sangat berpengaruh dalam menunjang aktivitas harian manusia, baik itu berkenaan dengan ibadah maupun relasi sosial (QS Al Baqarah [2] :168 : " ! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.”
 
⦁ Allah berfirman dalam surat Luqman [31]: 20 : "Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu. Dia (juga) menyempurnakan nikmat-nikmat-Nya yang lahir dan batin untukmu ". Mindset yang salah tentang asal muasal asam urat selain dari biji buah melinjo, adalah dari daging bahkan dampaknya lebih kuat (biovailable). 

5. Mengunyah makanan dengan lambat akan menyehatkan jantung, yaitu pengendalian berat badan dan faktor risiko metabolik. Makan dengan cepat dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, resistensi insulin, dan sindrom metabolik. 

6. Mengunyah dengan baik merangsang produksi air liur yang memiliki peran penting untuk kesehatan mulut. Air liur membantu membersihkan sisa makanan dan menetralkan asam yang dihasilkan bakteri, sehingga dapat menurunkan risiko gigi berlubang. Selain itu, sebuah studi pada anak-anak menemukan bahwa durasi makan yang lebih lama (mengunyah perlahan) berhubungan secara signifikan dengan risiko karies gigi yang lebih rendah. Mengunyah juga memberikan efek pemijatan pada gusi yang dapat memperlancar sirkulasi darah di area tersebut.


Pola Hidup Sehat 

Tubuh adalah amanah yang harus dipertanggunajwabkan sehingga pola hidup yang sehat perlu untuk mendukung kenyamanan dalam beribadah. Kesehatan fisik dan spiritual saling memperkuat satu dengan lain untuk membuka jalan menuju hati yang bisa hadir serta lebih khusuhk dalam mempertanggungkan anugerah yang diberika Allah kepada setiap manusia.

1. Aktivitas fisik yang sesuai, yaitu berolahraga dianjurkan dengan melibatkan otot besar, dilakukan secara ritmis dan berkelanjutan, serta dengan intensitas yang sesuai kemampuan. Jalan cepat, jogging, bersepeda statis, berenang, dan senam disebut sebagai pilihan; materi menyarankan latihan rutin sekitar 3–5 kali per minggu selama 30–45 menit.

2. Kebiasaan bangun tidur dengan mensyukuri dengan berdoa : "Alhamdu lillahil ladzii ahyaanaa ba'da maa amaa tanaa wa ilahin nusyuur,  Ya Allah! Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami sesudah kami mati (membangunkan dari tidur) dan hanya kepada-Nya kami dikembalikan". Dilanjutkan dengan melakukan gerakan-gerakan ringan dan sadar dengan berjinjit dengan langkah sederhana. 

3. Kesehatan mental dan komunikasi :  Zikir, tutur kata yang santun, pengendalian emosi, dan kehati-hatian menyikapi informasi digital dipandang mendukung ketenangan dan kualitas hidup. Informasi yang beredar di media sosial perlu diklarifikasi sebelum dipercaya atau disebarkan.

4. Berdzikir dengan suara lirih (QS Al Hujurat  [40]:3) dan meresapi identik dengan mengunyah. Walau tidak tahu artinya, secara mekanisme tubuh menggerakan pita suara dan menggerakan dan pengaturan tekanan darah

Implikasi dan Tindak Lanjut

1. Bangun rutinitas kesehatan yang realistis: pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, dan perhatian terhadap kebutuhan tubuh.

2. Jadikan pencegahan sebagai kebiasaan, bukan hanya mencari pengobatan setelah muncul gangguan.

3. Padukan upaya menjaga kesehatan dengan praktik spiritual dan sikap syukur, tanpa mengabaikan pendekatan kesehatan berbasis bukti.

4. Verifikasi saran medis—termasuk klaim mengenai olahraga, tekanan darah, pencernaan, atau pencegahan stroke dan penyakit jantung—kepada tenaga kesehatan yang kompeten, khususnya bagi lansia atau orang dengan kondisi medis.


Rekaman di sini Klik !

Tidak ada komentar: