1. Syirik
Merupakan dosa terbesar yang mengharamkan surga dan menempatkan pelakunya di neraka. Orang kalau menyekutukan Allah, berbuat syirik, pasti hidupnya sengsara. meskipun zahirnya indah, tapi hidupnya sengsara.
Ancaman bagi pelaku dosa sirik :
a. Allah haramkan masuk surga sesuai firman Allah dalam surah al-Maidah [5]:72 : Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka. Tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu".
b. Menghancurkan seluruh amal kebaikan, sekecil apapun. Allah berfirman dalam surat As Zumar [39]:65 : “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan gugurlah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi". Ayat ini yang selalu diturunkan Allah kepada setiap Nabi, maknanya adalah masalah besar jika umat masih melakukan kesirikan.
c. Tidak akan diampuni oleh Allah SWT sesuai dengan firman Allah dalam surat An Nisaa [4] : 48 : "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik)". Contoh : dosa karena berjudi, minum khamer, amalan lainnya, misal shodaqoh, haji, berbakti kepada orangtua masih diterima dan menjadi pertimbangan dari hari mizan. Tetapi dosa sirik, amalan-amalan tersebut terhapus semua.
d. Menyebabkan kezaliman terbesar dan kegelisahan hati seperti yang difirmankan Allah pada surat Lukman [31]:13 : "Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar”. Contoh : Jika tidak menggunakan asesoris yang berfungsi sebagai jimat, hatinya selalu gelisah.
e. Menghalangi mendapatkan syafaat, bahkan dari Nabi Muhammad SAW sesuai HR Muslim no.196 "Aku adalah manusia pertama yang memberi syafaat untuk (masuk) Surga, dan aku adalah nabi yang paling banyak pengikutnya.”
2. Meninggalkan Salat
Salat adalah penentu kebahagiaan dan keberkahan hidup. Perbedaan mendasar antara orang muslim dan orang kafir adalah ibadah salat. Meninggalkan salat dianggap kekufuran dan dosanya lebih besar dari zina, judi, atau minum khamar.
Yang meninggalkan shalat ancamannya adalah masuk neraka sakor (QS Mudadatsir [74]:42-43: "Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?. Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat” .
Shalat adalah tiangnya agama. "Inti segala perkara adalah Islam dan tiangnya yang merupakan sholat." (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973).
Jangankan orang yang tidak shalat, orang yang melaksanakan shalat juga diancam dengan dosa (QS Al Maun [107]:4-7 : "Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat. Yaitu yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya dan enggan (memberi) bantuan".
Menurut Imam Ibnu Qoyyim ra terdapat 6(enam) sifat shalat yang merupakan ciri-citi orang munafik : a) Malas, b) riya, c) menunda-nunda, d) terburu-buru (seperti ayam mematuk makanannya), e) Sedikit mengingat Allah (tidak khusuk), f) tidak berjamaah bagi pria.
Seorang laki-laki buta datang kepada Nabi lalu berkata, "Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku tidak memiliki penuntun yang menuntunku pergi ke masjid." Lantas ia meminta kepada Rasulullah ﷺ untuk memberinya keringanan mengerjakan salat di rumah, sehingga beliau memberinya keringanan. Namun, ketika orang tersebut beranjak pergi, beliau memanggilnya kembali kemudian bertanya, "Apakah engkau mendengar seruan azan?" Ia menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Maka, penuhilah!" [HR Ṣaḥīḥ Muslim - no.653].
3. Durhaka kepada Orang Tua
Anak durhaha tidak ada yang hidup enak, walaupun dzahir tenang, tetapi hatinya selalu gelisah, walaupun strata sosial, ekonominya tinggi. Bisa jadi diuji dengan istri, anaknya, keluarganya.Keridaan Allah bergantung pada keridaan orang tua.
Orangtua adalah pintunya surga, maknaya keberadaan orangtua adalah penyebab masuknya surga. Tetapi, kesempatan itu tidak dimanfaatkan.
Dikisahkan Abdullah bin Umar diminta bapaknya untuk menceraikan istrinya, karena sesuatu hal. Tetapi ditolak, karena masih mencintai istrinya. Sahabat Umar datang ke Nabi menceraikan keadaanya. Rasul memanggail Abdullah dan memerintahkan untuk mencerikan istrinya, tanpa tabayyun dulu (seperti yang biasa lakukan setiap adalah keluhan masalah keluarga). Dan akhirnya Abdullah mematuhi perintah nabi.
Kisah yang hampir dialami oleh tabiin yang cerhat ke Abu Darda, tentang kondisi istri dan ibunya yang sedang bermasalah. Nasehat Abu Darda : "Aku tidak menyuruhmu menceraikan istrimu, tidak mencuruh menyuruhmu untuk memilih istrimu. Terserah kamu pilih orang tuamu atau istrimu. Cuma aku kabarkan kepadamu. Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Alwalid ausatu abwabil jannah." Orang tua pintunya surga yang paling tengah. Terserah kamu". Setalah itu tabiin itu menceraikan istrinya.
Dosa durhaka kepada orang tua akan segera dibalas di dunia, selain nanti di akherat juga dihukum.
Cara berbakti meliputi :
a. Bagi orang tua yang masih hidup :
⦁ Berbuat baik dengan cara memberi kesenangan pada mereka (QS Luqman [31]:14 : "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah".
⦁ Tidak menyakiti dalam berbagai bentuk, misalnya lesan, perbuatan, sikap. QS Al Isra [17]:23 : "maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
⦁ Bersabar terhadap sikap, perkatan dan perbuatan orang tua . "Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, dan murka Allah terletak pada murka orang tua.” (HR. Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi)
b. Bagi orangtua yang sudah meninggal:
⦁ mendoakan,
⦁ melunasi utang,
⦁ menunaikan nazar,
⦁ melaksanakan wasiat,
⦁ bersedekah atas nama mereka,
⦁ menyambung tali silaturahmi keluarga,
⦁ menyambung hubungan dengan orang yang dicintai orang tua,
⦁ menghajikan/mengumrahkan (jika anak sudah),
⦁ melanjutkan kebaikan mereka,
⦁ dan menjadi anak yang saleh.
4. Meninggalkan Al-Qur'an
Tidak membaca atau mengabaikan Al-Qur'an menyebabkan kegelapan dan hatinya menjadi sempit dalam hidup, seperti dijelaskan dalam QS Thaha [20]: 124 : "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (Al-Qur'an), maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." Makna hati yang sempit dijelaskan para ulama bahwa orang yang tidak mau menerima petunjuk Allah dan tidak menaati-Nya tidak akan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia. Ia tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang diberikan Allah dan tidak akan pasrah dengan takdir-Nya.
Adapun dampaknya adalah :
a. Hati menjadi keras dan gelap bagaikan tanah kering yang lama tidak tersiram air . Hati yang keras akan sulit menerima kebenaran dan mudah mengikuti hawa nafsu .
b. Kehilangan ketenangan dan kebahagiaan serta selalu merasa resah dan tidak akan pernah merasakan nikmatnya ketenangan batin.
c. Terjerumus ke dalam kesesatan dan kemaksiatan karena kehilangan petunjuk karena akan selalu mengikuti hawa nafsu dan syahwat yang terlarang .
d. Kehilangan kemampuan membedakan yang hak dan yang batil karena Al-Qur'an adalah furqan (pembeda). Tanpanya, manusia akan kesulitan membedakan antara yang benar dan yang salah, sehingga mudah mengambil keputusan yang keliru
Al-Qur'an Akan Menjadi Saksi atau Musuh
Rasulullah SAW bersabda, "Al-Qur'an itu akan menjadi hujjah (baik) bagimu atau menjadi hujjah (buruk) bagimu" (HR. Muslim) . Artinya, Al-Qur'an bisa menjadi pembela di hari kiamat bagi mereka yang mengamalkannya, atau menjadi musuh yang menuntut bagi mereka yang meninggalkannya
5. Berbuat Zalim (Menyakiti Orang Lain)
Secara bahasa, zalim berarti meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Dalam konteks yang lebih luas, ini mencakup segala bentuk ketidakadilan, penindasan, pengambilan hak orang lain, hingga perbuatan dosa dan kemaksiatan, terutama menyekutukan Allah (syirik). Hakikatnya, manusia menzalimi dirinya sendiri ketika melanggar aturan Allah dan merugikan orang lain).
Dampak kedzaliman :
a. Azab yang disegerakan: Rasulullah SAW bersabda bahwa dua dosa yang balasannya dipercepat di dunia adalah berlaku zalim dan durhaka kepada orang tua. Ini berarti pelaku kezaliman dapat merasakan dampak buruk dari perbuatannya sebelum mati.
b. Kehancuran Suatu Negeri: Al-Qur'an menegaskan bahwa ketika para pemuka atau elite suatu kaum melakukan kezaliman dan kemungkaran, Allah SWT dapat membinasakan negeri tersebut. Kezaliman yang membudaya, seperti korupsi dan ketidakadilan sosial, menjadi penyebab utama keruntuhan sebuah peradaban
c. Kegelapan di Hari Kiamat: Rasulullah SAW bersabda, "Takutlah kalian terhadap perbuatan menzalimi orang lain, karena kezaliman tersebut akan menyebabkan kegelapan pada Hari Kiamat." (HR. Bukhari). Ini adalah kesengsaraan batin yang luar biasa.
d. Azab yang Pedih: Allah SWT secara tegas mengancam orang-orang yang berbuat zalim dengan azab yang pedih di akhirat, seperti dalam QS. Asy-Syura ayat 42.
e. Tuntutan dan Balasan yang Setimpal: Di akhirat, setiap kezaliman akan dituntut. Hadis menggambarkan bahwa orang yang mengambil sejengkal tanah secara zalim akan disuruh menggali tanah itu sampai tujuh lapis bumi sebagai balasan. Tidak ada satu pun kezaliman yang luput dari perhitungan Allah, sekecil apa pun.
f. Terhambatnya Masuk Surga: Dalam sebuah hadis shahih, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang-orang beriman tidak akan diizinkan masuk surga sampai seluruh kezaliman yang pernah mereka lakukan terhadap sesama manusia diselesaikan dan dibalas terlebih dahulu. Ini menunjukkan betapa seriusnya urusan kezaliman antarmanusia.
Lesson Learning
Untuk mencapai kebahagiaan dan keberkahan hidup, umat Muslim dianjurkan untuk menjauhi lima sebab kesengsaraan ini, terutama syirik, meninggalkan salat, dan durhaka kepada orang tua. Memahami dan mengamalkan ajaran terkait hal-hal ini adalah kunci untuk kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.
Poin Kunci
1. Syirik adalah dosa yang tidak terampuni dan menghancurkan amal.
2. Salat adalah pilar agama dan penentu kebahagiaan hidup.
3. Berbakti kepada orang tua adalah kunci keridaan Allah dan kebahagiaan dunia.
4. Menjauhi kezaliman dan mengamalkan Al-Qur'an juga penting untuk menghindari kesengsaraan.
Rekaman di sini


Tidak ada komentar:
Posting Komentar