Berdasarkan kerangka sejarah Islam dan perkembangan agama samawi pada umumnya, perkembangan dakwa agama taukhid dibagi dalam tiga periode:
1. Periode Dakwa Taukhid Pra Islam, semenjak Nabi Adam sampai nabi Isa (3600 SM)
2. Periode Dakwa Agama Islam oleh Nabi Muhammad saw (610–632 M)
3. Periode Pasca Wafatnya Nabi Muhammad saw.
Periode Dakwa Taukhid Pra Islam
Ini adalah fase "peringatan dan seruan" yang berlangsung ribuan tahun. Misi inti para nabi konsisten, yaitu menyerukan kepada manusia agar menyembah Allah Yang Maha Esa dan menjauhi thaghut. Karena ajaran para nabi sebelumnya tidak terpelihara secara utuh, Allah mengutus nabi baru secara berkala untuk mengoreksi penyimpangan.
⦁ Nabi Adam hingga Nabi Nuh: Adam adalah manusia dan nabi pertama. Al-Qur'an secara jelas menyebutkan bahwa Nuh berdakwah di tengah kaumnya selama 950 tahun, namun yang beriman sangat sedikit. Ini adalah fase paling awal penyebaran tauhid.
⦁ Ibrahim hingga Musa: Ibrahim meninggalkan Ur (Irak) dan berhijrah ke Levant, membangun kembali Ka'bah bersama putranya Ismail. Musa diutus kepada Firaun dan Bani Israil, membawa Taurat. Periode ini mencakup beberapa nabi seperti Hud, Shalih, Luth, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan Yusuf.
⦁ Daud hingga Isa: Daud menerima Zabur, Sulaiman mewarisi kerajaan, dan Isa menerima Injil serta diutus khusus kepada Bani Israil. Menurut sebagian catatan, masa dakwah Isa sekitar tiga tahun sebelum diangkat oleh Allah.
Periode Dakwah Nabi Muhammad (610–632 M)
Ini adalah fase penutup kenabian, terbagi menjadi dua tahap dengan ciri khas yang jelas yaitu
⦁ Fase Mekkah (610–622 M, sekitar 13 tahun)
Tiga tahun pertama dakwah rahasia, menyasar kerabat dan sahabat dekat (seperti Khadijah, Abu Bakar, Ali).
Setelah itu dakwah terbuka, menyerukan tauhid kepada penduduk Mekkah, menghadapi penindasan dan boikot dari suku Quraisy. Fokus utama adalah menegaskan keesaan Allah, hari kebangkitan, dan akhlak.
⦁ Fase Madinah (622–632 M, sekitar 10 tahun)
Setelah hijrah, dakwah memasuki fase pembangunan tatanan sosial dan politik.Nabi tidak hanya menyampaikan ajaran, tetapi juga membangun masjid, mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar, serta menyusun Piagam Madinah untuk membentuk komunitas Muslim (Ummah) yang memiliki kekuatan nyata.
Periode Pasca Wafat Nabi Muhammad saw
Setelah Nabi wafat, dakwah tidak berhenti, melainkan dilanjutkan para sahabat, para pasca sahabat (Tabi'in), para Tabiut Tabi'in (pasca sabahatnya sahabatnya sabahat) dan dilembagakan oleh para khalifah dan pemerintahan berikutnya.
⦁ Masa Sahabat dan sesudahnya (generasi salaf), dakwah berlanjut melalui pengajaran, pengiriman guru, dan penanganan orang murtad. Pada masa ini dimulai ekspansi besar-besaran ke wilayah lain, sehingga Islam menyebar dari Jazirah Arab ke Suriah, Mesir, Irak, dan Persia.
⦁ Masa Dinasti (generasi khalaf), dakwah dilanjutkan oleh pemerintahan seperti Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Bentuknya lebih beragam, termasuk pengembangan ilmu pengetahuan, pendirian lembaga pendidikan, dan penyebaran melalui perdagangan serta tasawuf.
Kesimpulan :
1. Periode pertama dakwa tentang menegakkan taukid
2. Periode kedua, nabi Muhammad menjadikan dakwah sebagai proses pembentukan komunitas dan negara.
3. Periode ketiga, dakwah berkembang menjadi gerakan keagamaan yang terlembaga dan berskala global, disertai dengan ekspansi wilayah dan pengembangan keilmuan
