Konsep Reuni Keluarga di Surga
Kebahagiaan Hakiki adalah pertemuan keluarga di surga digambarkan sebagai puncak kebahagiaan, melampaui kesenangan duniawi. Ini mencakup kebersamaan lintas generasi, bebas dari kesedihan dan penderitaan.
Syarat Utama adalah keimanan yang sama yaitu keimanan kepada Allah SWT secara bersama-sama. Ayat Al-Quran menekankan bahwa anak cucu yang beriman akan dikumpulkan bersama orang tua mereka tanpa mengurangi pahala amal, sebagaimana yang Allah firmankan dalam QS Tur [52]:21 : "Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya".
Kualitas Kehidupan di Surga adalah kenikmatan fisik dan spiritual yang luar biasa berupa :
a. Apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam benak manusia selama di dunia (Mutakha'alaiq).
b. Dalam QS Muhammad [47]:15 disebutkan bahwa : " .. sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka”.
c. Tubuh menjadi muda kembali (HR Tarmidzi), indra lebih tajam, dan semua perasaan negatif seperti dendam dan iri hati dihilangkan.
d. Kenikmatan jiwa dan kenikmatan sosial yaitu suasana persahabatan, saling peduli (QS Tur [52]:26) dan kegembiraan akan mendominasi.
e. Kualitas dan kemampuan inderawinya menjadi lebih tajam. Tidak ada rasa kenyang, tidak ada buang besar atau air kecil. Output makanan dan minuman dalam bentuk keringat.
f. Bahkan kemampuan syahwadnya lebih kuat, sehingga Allah memberi 70 istri-istri dan tidak menimbulkan kecemburuan bagi istri-istri tersebut. Karena kecemburuan adalah sesuatu sifat yang bisa mengurangi dan menganggu kebahagiaan.
Peran Anak-Anak digambarkan seperti mutiara (QS Tur [52]:24), maknanya yang menyenangkan hati. Anak-anak yang meninggal di usia dini akan tetap menjadi anak-anak di surga (HR An Nasai), membawa keceriaan dan keindahan.
Upaya Menuju Reuni Keluarga di Surga
Membangun dan Menjaga Keimanan
1. Pola Pikir dengan cara menanamkan pola pikir yang berlandaskan rukun iman sejak dini kepada seluruh anggota keluarga. Seperti apa yang telah diwasiatkan dari kepada Ibrahim dan nabi Yakub kepada anak-anaknya : " Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam" (Al Baqqrah [2]:132).
2. Aktivitas dengan melaksanakan ibadah wajib, terutama shalat, dan saling mengingatkan untuk konsisten menjalankannya sesuai dengan firman Allah swt dalam QS Thaha [20]: 132 : "Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan sungguh-sungguh dalam mengerjakannya".
3. Kepedulian dengan saling menasehati kepada seluruh anggota keluarga terutama dalam hal keimanan dan mencegah penyimpangan akidah.
Menjaga Keharmonisan Keluarga
1. Pergaulan Suami Istri dengan cara bergaul dengan pasangan secara ma'ruf (baik) (QS Nisaa [4]: 19), saling memaafkan, dan memahami bahwa ketidaksukaan terhadap sesuatu pada pasangan bisa jadi mengandung kebaikan yang besar dari Allah.
2. Penyelesaian problem keluarga dengan cara menyelesaikan perselisihan dengan bijaksana, mengutamakan perdamaian, dan melibatkan penengah yang adil dari kedua belah pihak keluarga. Allah berfirman dalam QS Al Taghabun [64]:14 : "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" dan QS An Nisaa [4]:35 : "Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu".
3. Mendidik Anak: Mendidik anak tidak hanya agar pintar dan kaya, tetapi yang terpenting adalah kesalehan dan ketundukan kepada Allah.
Doa dan Permohonan
1. Memohon kepada Allah agar menjadikan pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati (buah hati yang menyenangkan).
2. Memohon agar dijadikan pemimpin di antara orang-orang yang bertakwa.
3. Memohon pertolongan Allah dalam setiap ibadah dan menjaga keimanan hingga akhir hayat.
Rekamanada di Klik ! di sini..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar