Kamis, 25 Juni 2026

Semangat Hijrah di Bulan Muharam | Ust. Prof. Dr. drh. Agung Budiyanto, MSc | Kajian Subuh Online #303


Muharam momen untuk :

a| muhasabah/refleksi diri ( "setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)", QS Al Hasyr [59]: 18), 
b| kerendahan hati ("Dan mereka menyungkurkan diri sambil menangis dan bertambah pula kekhusyu’an mereka." (QS. Al-Isra [17]: 109), 
c|  tindakan nyata dalam berhijrah, yaitu kekuatan tekad kaum muhajirin untuk berhijrah dan berjihad atas dasar keimanan dan  besarnya rasa solidaritas & persadararan kaum Anshor untuk menerima & membantu kaum Muhajirin (QS Al Anfal[8]:72) dan
d| benchmark  dalam konteks waktu dan tantangan untuk bisa berhijrah dalam semua aspek.

Sejarah dan Konteks Kalender Hijriyah

| Penentuan kalender Hijriyah oleh Sayidina Umar bin Khattab terjadi setelah Rasulullah SAW wafat, sehingga amalan-amalan yang terkait dengan Muharram perlu dipahami dalam konteks sejarah ini.
| Perdebatan mengenai peringatan 1 Muharram seringkali muncul karena kurangnya pemahaman sejarah bahwa Rasulullah SAW tidak pernah mengadakan peringatan tersebut karena kalender belum ada saat beliau hidup. 


Makna Hijrah yang Sejati

Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan sebuah proses transformasi diri menuju kebaikan yang lebih besar.
Momentum Tahun Baru Hijriyah adalah kesempatan untuk berhijrah, merasa bersalah atas kekurangan diri, dan menyadari bahwa kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT.
Penting untuk tidak menghakimi orang lain berdasarkan pemahaman agama yang terbatas, karena Islam mengajarkan untuk menilai diri sendiri terlebih dahulu. Fenomena "ujub" (bangga diri) yang mengarah pada penghakiman orang lain harus dihindari.

Refleksi Diri dan Kerendahan Hati

Rasulullah SAW, meskipun memiliki ilmu yang luas dan dijamin oleh Allah, senantiasa beristighfar dan menangis karena merasa bersalah. Hal ini menjadi pengingat bagi umatnya untuk senantiasa merendahkan diri dan tidak merasa paling benar.
Banyaknya informasi instan dari media sosial (seperti TikTok) dapat menyesatkan jika tidak dibarengi dengan pemahaman yang mendalam dan latar belakang keilmuan yang kuat.


Jihad dan Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari 

Hijrah dan jihad tidak harus selalu dalam bentuk frontal atau fisik. Tindakan nyata dalam kebaikan, sekecil apapun, memiliki makna penting.
Contoh-contoh hijrah dalam kehidupan sehari-hari meliputi: membersihkan masjid, berbagi senyuman, membantu orang lain, dan menggunakan keahlian masing-masing (pertanian, bisnis, dll.) untuk kebaikan dan bersedekah.
Allah SWT menjanjikan pertolongan dan kebahagiaan bagi mereka yang berhijrah dan berjihad di jalan-Nya, bahkan melalui cara-cara yang tidak terduga.

Pelajaran dari Peristiwa Hijrah

Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah penuh dengan pengorbanan dan cobaan yang luar biasa, menunjukkan kekuatan iman dan pertolongan Allah SWT.
Kisah Gua TSur menjadi ilustrasi bagaimana Allah menolong hamba-Nya dengan cara-cara yang tidak terduga (QS At Taubah [9]:40).
Perkembangan Islam hingga ke Indonesia merupakan hasil dari perjuangan panjang para nabi dan sahabat, yang dimulai dari peristiwa hijrah.

Rekomendasi Tindakan

a| Fokus pada Refleksi Diri: Gunakan momentum Tahun Baru Hijriyah untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan kualitas spiritual.
b| Hindari Penghakiman: Terapkan prinsip Islam untuk menilai diri sendiri sebelum menilai orang lain, dan hindari sikap "ujub" atau sombong.
c| Amalkan Hijrah dalam Kebaikan Kecil: Lakukan tindakan-tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari, sekecil apapun, sebagai bentuk jihad dan hijrah.
d| Perdalam Pemahaman Agama: Cari ilmu dari sumber yang terpercaya dan hindari informasi instan yang dapat menyesatkan.
e| Tingkatkan Kerendahan Hati: Belajar dari teladan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam bersikap rendah hati dan senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT.

Kesimpulan
Kajian ini menegaskan bahwa makna hijrah yang sesungguhnya adalah transformasi diri yang berkelanjutan, didasari oleh kerendahan hati, kesadaran diri, dan tindakan nyata dalam kebaikan. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW menjadi inspirasi abadi bagi umat Muslim untuk terus bergerak maju dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Tidak ada komentar: