Minggu, 19 April 2026

Bapak Munggah Kaji #4

13 Kembali ke Mekkah

Selasa tanggal 26 Februari 2002 jam 04.30 keadaan ibu sudah membaik, istirahat sudah cukup setelah diberi obat tidur ringan. Ibu kembali lagi ke kamar semula di lantai 4, dan dilanjutkan dengan tidur lagi sampai siang. Uang titipan dari bu Hayati dikembalikan ke pemiliknya masing-masing.

Bapak turun dan keluar untuk mencari oleh-oleh, membeli teropong tiga biji. Jadi semuanya ada lima, dua yang lain membeli di Arofah. Teropong untuk oleh-oleh cucu-cucu lelaki yaitu Bala, Yoma, Ludi, Ryan dan Henri untuk survai lapangan (Catatan: kalau yang terakhir ini bukan cucu, tapi si bungsu). Sedangkan oleh-oleh untuk cucu perempuan bagian ibu untuk membelikannya.


Toko Emas

 

Rabu tanggal 27 Februari 2002 ibu masih istirahat. Jam 10.00 kami serombongan pergi belanja ke pertokoan emas di daerah yang bernama Al Jafaria. Macam-macam desain untuk asesori , mulai dari cincin, gelang, kalung baik untuk pria dan wanita. Yang menjadi ciri khas adalah kalung yang mempunyai bandul berbentuk Ka'bah. Harga cincin 24 karat SAR38/ gram atau setara dengan Rp.90.000,-. Dalam bentuk kalung seharga SAR40 atau Rp.100.000,-. Di toko kelontong ada juga yang membeli teko air kuningan yang cukup unik seharga SAR25 untuk dua biji. Berbagai macam kosmetik juga menjadi barang andalan untuk dijadikan oleh-oleh. Selesai belanja sebagian rombongan kembali ke maktab dan sebagian ke Masjidil Haram untuk sholat Dhuhur, termasuk bapak.


Kamis tanggal 28 Februari 2002 bertepatan dengan 16 Dzulhijjah kondisi ibu sudah membaik. Jam 06.00 kami bersiap-siap untuk melaksanakan tawaf Qudum atau tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Mekah. Seperti biasa tawaf berkeliling Ka'bah sebanyak tujuh kali dilanjutan dengan Sa'i juga sebanyak tujuh kali. Seusai tawaf Qudum, kembali ke maktab dan kami sempatkan untuk menikmati kue donat dan cake khas Mekah.

 

Jum'at tanggal 1 Maret 2002 atau 17 Dzulhijjah 1422 keadaan ibu belum sehat seratus persen, tetapi ibu mengajak bapak untuk umroh pada sore hari. Bapak menjawab tidak bersedia, tetapi siap mengantar ibu.

 

Bapak menjelaskan bahwa selama ini kita sudah melaksanakan :

a. Haji Tamatu, mabit di jeddah, berpakaian ihrom, tawaf di Ka'bah dan Sa'i dan berakhir dengan tahalul. Membayar dam SAR350.

b. Haji umroh, dimulai mabit di masjid Tan'im, berpakain ichrom, tawaf dan Sai serta tahalul di tempat yang sama.

c. Haji besar, dimulai dari tanggal 8 Dzulhijjah wukuf di Arofah, jumroh di Mina dan diakhir dengan tawaf, Sa'i dan tahalul di tempat yang sama juga, sehingga tidak wajib lagi untuk berumroh. "Tetapi jika ibu berniat dipersilahkan saJa, bapak siap mengantar". Ibu beserta dan rombongan sebanyak 12 orang melaksanakan miqat di masjid Tan'im, selanjutnya ke Masjidil Haram untuk sholat Magrib. Dengan menunjukkan kartu kesehatan, ibu dan seorang nenek berusia 76 tahun, bapak memperoleh kursi roda. Bapak mendorong ibu melaksanakan tawaf di lantai dua. Satu kali putaran jaraknya sekitar 1,5 kilometer. Semakin jauh dari Ka'bah, jaraknya akan semakin panjang. Di lantai yang sama dilakukan Sa'i. Ibu cukup lelah dan juga bapak sendiri. 


Ibu Umrah Diantar Bapak

Selesai Sa'i pulang ke maktab dengan berjalan kaki berjarak kira-kira 1,5 km. Terlihat ibu sangat lelah sekali dan down, di tengah perjalanan hampir pingsan. Bapak menawarkan apakah perlu naik ambulance, yang kebetulan berhenti tidak jauh di depan kami. Tetapi ibu menolak.

Kembali ke maktab. Kondisi ibu kasihan sekali, benar2 down, sesak nafas, badan terasa sakit semua. Dokter segera menangani, diberi obat tidur dan makanan tambahan (suplemen) dan tak lama kemudian berangsur-angsur membaik. Alhamdulillah.

 

14 Tata Kota Mekkah

Lingkungan menentukan pola pikiran, perilaku dan bentuk. Lingkungan di negara  kita,     misalnya    di daerah  Minang,  Batak,  Toraja,  bentuk  rumah tradisionalnya terdapat unsur tanduk yang menunjukkan adanya binatang kerbau yang banyak dijumpai dan menjadi ciri khas daerah-daerah tersebut.

Demikian juga di Bali, desain bangunan berupa pura-pura yang sangat dominan sekali karena pengaruh Hinduisms. Dalam acara-acara keagamaan masyarakat pulau Bali yang mayoritas beragaman Hindu selalu dijumpai adanya persembahan ke dewa. Demikian juga tarian-tariannya yang sangat dinamis.

Di Jawa, Sunda mempunyai tata rumahnya berstruktur khas tersendiri sesuai dengan kebutuhannya. Demikian juga apabila kita melihat dalam lingkup regional atau internasional. Cina, Kamboja dan Thailand mempunyai ciri khas yang agak mirip dan mungkin akan berbeda jauh dengan India, misalnya.


 

Landscape Kota Mekkah
Jazirah Arab yang terbentang di wilayah Asia bagian timur tengah terdiri dari gurun pasir yang tandus terdiri dari batu dan pasir. Curah hujan yang paling tinggipun mungkin masih lebih tinggi dari wilayah di tanah air yang curah hujannya terendah. Intensitas curah hujan rendah sekali. Bentuk arsitektur pemukiman, perkantoran maupun bangunan-bangunan lain seperti kotak sederhana dengan atap beton datar tidak menggunakan genting.

Geografi kota Mekah terletak di daerah yang agak tinggi. Bangunan bersekat-sekat dan bertingkat dan setiap tingkat disekat-sekat lagi menjadi kamar. Masjidil Haram sangat indah arsitekturnya. Tidak jelas siapa arsiteknya. Menara masjid berukir dengan warna hijau dominan. Demikian juga dinding-dinding yang mengelilingi masjid, dilapisi marmer.

Di depan masjid Haram terletak istana raja dengan desain yang tidak jauh berbeda dengan bangunan-bangunan yang lain. Secara sepintas tidak terlihat bahwa bangunan tersebut merupakan istana raja. Karena bertingkat 20, lebih mirip dengan hotel.

Jalan-jalan raya sangat bagus dan mulus, jarang dijumpai jalan-jalan yang bopeng-bopeng seperti di tanah air.

Terowongan yang menembus dinding gunung juga banyak dibangun sebagai penghubung daerah satu dengan daerah yang lain.

Di Malang misalnya, suplai air PDAM melalui pipa air yang dipasang di bawah tanah hingga dapat diterima oleh setiap rumah pengguna. Di Arab berbeda dalam cara suplai air minum. Armada tangki air, truck besar merk Marcedes Benz dengan kapasltas 40.000 liter, menyuplai ke setiap flat-flat pemukiman. Di lereng­ lereng gunung dibangun reservoir air yang suplai airnya berasal armada tangki ini.


Salah Satu Sudut Kota Mekkah

Kendaraan yang lalu lalang di sepanjang jalan raya didominasi mobil­ mobil buatan AS dan Eropa, bus Marcedes Benz, bermacam-macam sedan mewah Chevrolet, GMC. Juga terdapat beberapa mobil merk Korea, Hyundai, dan Jepang yaitu Toyota Cressida. Kendaraan roda dua juga banyak juga dijumpai, terbanyak merk Honda, bahkan keluaran tahun 70-80-an, seperti Honda-nya Hari yang turun temurun sampai Henri, masih bersliweran di jalan-jalan.

 

Masyarakat Arab dengan postur tubuh yang besar pada umumnya, seperti yang dijumpai di jalan-jalan, berperilaku agamis. Jika ada pertengkaran hanya sebatas adu mulut, adu fisik sangat dihindari. Pelanggaran lalu lintas terhadap aturan jarang terjadi. Hal ini yang menyebabkan yang membedakan kondisi polisi Arab dengan polisi di negara kita. Tugasnya agak ringan karena didukung kedisiplinan warganya. Badannya biasa-biasa saja, bahkan beberapa orang cenderung kerempeng, seragamnya seperti layaknya seragam satpam di negara kita. Berbeda sekali dengan perilaku bangsa kita yang akhir-akhir sangat memprihatinkan. Sering kita baca di media masa, seseorang merampas dompet, mungkin karena kepepet, mati dihakimi masa. Sungguh keadaan yang berbeda sekali. Lain ladang lain belalangnya.

 

15 Ibadah

Seorang penguasa yang terkenal di  jaman Nabi Musa, Pharao, Fir’aun, mengatakan: ''Penguasa dunia adalah saya". Sikap ini ditentang oleh Nabi Musa, penguasa dunia adalah Tuhan. KepadaNya kita mengharap, memohon sesuatu. Tuhan tidak mengharapkan balasan dari umatnya, hanya saja umatnya diwajibkan untuk mematuhi perintahnya dan menjauhi laranganNya.

Paham ini yang sebelumnya  di-syiar-kan oleh Nabi Ibrahim dan diteruskan oleh nabi-nabi setelahnya, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhamad sebagai nabi yang terakhir. Kita semua yakin bahwa Tuhan itu ada dan memberi janji bahwa nantinya pintu surga akan menyambut apabila kita konsisten mematuhi perintah­ perintahNya.

 

Tuhan adalah pencipta alam semesta termasuk makluh hidup dan makhluh yang lain yaitu setan dan malaikat. Manusia harus berani melawan setan yang diciptakan Tuhan untuk selalu menggoda manusia. Jumroh di Ula, Wustha dan Aqaba yang pernah dilakukan oleh nabi Muhamad yang merupakan salah satu rukun haji, merupakan pengejawantahan bahwa setan adalah musuh kita dan harus dilawan.

Tuhan itu ada dan akan mengabulkan apabila umatnya meminta. Contohnya, Siti Hawa yang ingin berjumpa dengan suaminya, Adam, meminta kepada Tuhan dan dikabulkan permohonannya itu. Inilah inti dari wukuf di padang Arofah. 

Ibadah dengan Kesadaran Diri

 

Inilah keyakinan seorang Islam, karena itulah mereka beribadah. Keyakinan harus tumbuh dari diri sendiri, tidak dapat dipaksakan orang lain. Orang lain hanya memotivasi untuk tumbuh secara alami keyakinannya itu. Tuhan yang patut kita sembah, bukan orang lain. Meminta perlindunganNya niscaya Tuhan akan memberi apa yang akan minta.

 

Sampai dengan tanggal 5 Maret 2002, jamaah masih banyak yang datang ke Masjidil Haram untuk sholat lima waktu, Shubuh, Dhuhur, Ashar, Magrib dan lsya. Walaupun sudah melaksanakan haji Tamatu, Umroh dan Haji besar, banyak jamaah yang masih melaksanakan umroh, entah untuk yang berapa kali. Bapak sangat yakin bahwa mereka akan memperoleh pahala lebih.

 

Musim haji memberi arti tersendiri bagi pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan warganya. Walaupun ini merupakan tamu-tamu Allah yang harus dihormati, tak dapat dipungkiri secara ekonomi juga memberikan keuntungan yang tidak sedikit.

Ini merupakan salah satu kontribusi kemakmuran yang dialami bangsa Arab, disamping memang sumber daya alamnya cukup melimpah. Sementara banyak orang berkeyakinan bahwa segala sesuatu mengenai kita itu semua karena kehendak Allah. Contohnya, rejeki yang diberikan kepada kita. Kita tidak tahu dari mana, kapan datangnya. Sakit yang kadang-kadang menimpa, walaupun kita sudah merasa melakukan tindakan preventif. Sehingga tindakan kita yang paling tepat adalah mensyukuri apa yang telah dapatkan dan istigfar apabila kita mengalami musibah.

Dimana tempat Tuhan berada? Kita bisa mohon dimana saja, tidak harus di Ka'bah. Ka'bah hanya merupakan kiblat, simbolisasi dari penyatuan arah menghadap, menyembah Allah. Sementara orang lain mengatakan bahwa Tuhan berada di dalam diri kita sendiri. Renungkanlah kata-kata ini dengan mendalam. Ibadahlah dengan tekun dan kusyuk, bukan untuk siapa-siapa melainkan untuk diri sendiri, insya Allah akan terkabul permohonan kita.


16 Ka’bah

Batu biasa berwarna hitam dibangun pada masa Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail , dinamakan Ka'bah. Tuhan memerintahkan bahwa batu Ka'bah harus bersih dari kotoran fisik dan mental. Ini dijadikan lambang dan simbol ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Seperti halnya bendera kita, merah putih. Bahannya dari kain biasa dengan dua warna. Sebelum menjadi bendera hanya berupa kain tidak punya arti sama sekali. Tetapi setelah dipasang di tiang bendera dan juga dihormat pada saat­ saat kita mengadakan upacara, maknanya menjadi berbeda. Terlebih apabila ada yang merobek, nyawapun menjadi taruhan.


 

Ka'bah adalah simbol kepatuhan terhadap Allah. Hajar Aswad sebagai start awal untuk memulai tawaf. Berjuta-juta jamaah bergerak teratur mengitari Ka'bah laksana alunan ombak yang bergulung perlahan. Nabi Muhamad mencium Hajar Aswad karena yakin bahwa Tuhan itu ada, bukan sebaliknya.

Nabi Muhamad menganjurkan untuk menciumnya, tetapi kalau tidak bisa cukup melambaikan saja.

Tawaf mengelilingi Ka'bah tujuh kali dimaksudkan untuk menghormati ajaran Nabi Ibrahim bahwa Tuhan sebenarnya ada, simbolnya berupa Ka'bah. Pelaksanaan tawaf melambangkan bahwa Allah itu Maha Agung.

 

Maqom, tempat sesorang pernah berdiri/ tinggal di tempat itu,  Nabi Ibrahim yang terletak di samping Ka'bah terbuat dari logam yang berlapis emas. Ajaran-ajaran Nabi Ibrahim menunjukkan bahwa Tuhan Yang Maha Esa ada dan Ka'bah merupakan kiblat untuk sholat menghadapNya.

 

17 Ikhlas

Kata ikhlas, singkat dan jelas dan menjadi kata yang paling populer diantara para jamaah.

Contoh : saya mengikhlaskan barang-barang saya untuk diwakafkan ke Yayasan A, Keluarga B sudah ikhlas melepaskan salah satu ayahandanya yang telah pergi menghadap Tuhan.


Ikhlas karena Allah


Alhamdulillah bapak ibu sudah mempraktek- kan dalam persiapan menjalankan ibadah haji. Sebelum  berangkat haji, seisi rumah sudah dititipkan kepada Tiarto, suami asisten rumah tangga. Bapak dan ibu tidak pernah menghubungi selama berada di tanah suci. Seandainya terjadi apa-apa terhadap rumah, bapak ibu ikhlas.

Beberapa kawan/ jamaah yang sudah berpengalaman berpesan : " nanti kalau di sana, harus ikhlas menerima keadaan". Mengapa ? Selama menjalankan ibadah haji dalam jangka waktu yang relatif di negeri nun jauh di sana, keadaan yang dihadapi dalam aktifitas harian berbeda dengan aktifitas harian di tanah air. Setiap jamaah harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri selama berkumpul dengan jamaah yang lain karena mempunyai latar belakang yang berbeda.

Aktifitas harian seperti kebiasaan mengikuti berita-beritas nasional baik di telivisi maupun surat kabar setiap pagi, tidak dapat mereka lakukan. Terlalu sulit untuk meninggalkan kebiasaan tersebut bagi seseorang yang tidak mempunyai tekad yang besar untuk dapat menghindari itu semua.

Nasi Kunafeh, Kurma, Muntabaq 

Menu makanan yang berbeda dengan lidah melayu juga merupakan bentuk tantangan yang lain. Untuk mengatasi semua hal itu kuncinya adalah ikhlas dalam menerima dan melaksanakannya.

 

Tentu saja harus timbul dari hati nuranianya sendiri. 


Tidak dapat dipaksakan oleh orang lain. "Seandainya menu yang tersaji tidak sesuai dengan selera dan lidah kita, jangan mengeluh dengan mengatakan makanan tidak enak. Karena nantinya di sana, tidak akan pernah makan enak".

 

Ada pengalaman yang bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga: Seseorang yang selama di tanah air dalam kondisi sakit-sakitan, tetapi selama di tanah suci malahan sebaliknya, sehat wa'alfiat. Keadaan yang tidak terduga sama sekali. Terjadi sebaliknya terhadap seseorang yang lain. Selama di tanah air jarang sakit, sehat tiada kurang suatu apapun. Tetapi selama di tanah suci berbagai penyakit yang tidak pernah terasa muncul semua.

Dari kedua kasus tersebut terdapat perbedaan dalam mengikhlaskan sesuatu hal. Kasus pertama terlihat bahwa dia bisa menerima keadaan dengan hati yang tulus dan ikhlas, menerima sesuatu dengan rasa syukur. Pasrah dengan keadaan. Sedangkan pada kasus kedua, dia menerima keadaan dengan besar hati, sedikit sombong dan tidak ikhlas, tidak mensyukuri dan tidak pasrah. 


Banyak Istigfar


Pada kondisi seperti ini teman-teman sesama jamaah  hanya mengingatkan supaya memperbanyak istigfar.

Ikhlas dan pasrah, demikian kata kunci yang perlu diresapi dengan mendalam dan dipraktekan. Menderita dengan sikap sedang dicoba atau diterima dengan bersyukur. Mohon kehadapan Allah, semoga mengampuni kesalahan dan diberi kekuatan untuk sehat dan tetap semangat. Allah pasti memberi segala permohonan kita.

 

Tidak ada komentar: