|
15 Ibadah Seorang
penguasa yang terkenal di jaman Nabi Musa,
Pharao, Fir’aun, mengatakan: ''Penguasa dunia adalah saya". Sikap ini
ditentang oleh Nabi Musa, penguasa dunia adalah Tuhan. KepadaNya kita
mengharap, memohon sesuatu. Tuhan tidak mengharapkan balasan dari umatnya,
hanya saja umatnya diwajibkan untuk mematuhi perintahnya dan menjauhi
laranganNya. Paham
ini yang sebelumnya di-syiar-kan oleh
Nabi Ibrahim dan diteruskan oleh nabi-nabi setelahnya, Nabi Musa, Nabi Isa
dan Nabi Muhamad sebagai nabi yang terakhir. Kita semua yakin bahwa Tuhan itu
ada dan memberi janji bahwa nantinya pintu surga akan menyambut apabila kita
konsisten mematuhi perintah perintahNya.
Tuhan
adalah pencipta alam semesta termasuk makluh hidup dan makhluh yang lain
yaitu setan dan malaikat. Manusia harus berani melawan setan yang diciptakan
Tuhan untuk selalu menggoda manusia. Jumroh di Ula, Wustha dan Aqaba yang
pernah dilakukan oleh nabi Muhamad yang merupakan salah satu rukun haji,
merupakan pengejawantahan bahwa setan adalah musuh kita dan harus dilawan. Tuhan itu ada dan akan mengabulkan apabila umatnya meminta. Contohnya, Siti Hawa yang ingin berjumpa dengan suaminya, Adam, meminta kepada Tuhan dan dikabulkan permohonannya itu. Inilah inti dari wukuf di padang Arofah.
Inilah
keyakinan seorang Islam, karena itulah mereka beribadah. Keyakinan harus
tumbuh dari diri sendiri, tidak dapat dipaksakan orang lain. Orang lain hanya
memotivasi untuk tumbuh secara alami keyakinannya itu. Tuhan yang patut kita
sembah, bukan orang lain. Meminta perlindunganNya niscaya Tuhan akan memberi
apa yang akan minta.
Sampai
dengan tanggal 5 Maret 2002, jamaah masih banyak yang datang ke Masjidil
Haram untuk sholat lima waktu, Shubuh, Dhuhur, Ashar, Magrib dan lsya.
Walaupun sudah melaksanakan haji Tamatu, Umroh dan Haji besar, banyak jamaah
yang masih melaksanakan umroh, entah untuk yang berapa kali. Bapak sangat
yakin bahwa mereka akan memperoleh pahala lebih.
Musim haji memberi arti tersendiri bagi pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan warganya. Walaupun ini merupakan tamu-tamu Allah yang harus dihormati, tak dapat dipungkiri secara ekonomi juga memberikan keuntungan yang tidak sedikit. Ini
merupakan salah satu kontribusi kemakmuran yang dialami bangsa Arab,
disamping memang sumber daya alamnya cukup melimpah. Sementara banyak orang
berkeyakinan bahwa segala sesuatu mengenai kita itu semua karena kehendak Allah.
Contohnya, rejeki yang diberikan kepada kita. Kita tidak tahu dari mana,
kapan datangnya. Sakit yang kadang-kadang menimpa, walaupun kita sudah merasa
melakukan tindakan preventif. Sehingga tindakan kita yang paling tepat adalah
mensyukuri apa yang telah dapatkan dan istigfar apabila kita mengalami
musibah. Dimana tempat Tuhan berada? Kita bisa mohon dimana saja, tidak harus di Ka'bah. Ka'bah hanya merupakan kiblat, simbolisasi dari penyatuan arah menghadap, menyembah Allah. Sementara orang lain mengatakan bahwa Tuhan berada di dalam diri kita sendiri. Renungkanlah kata-kata ini dengan mendalam. Ibadahlah dengan tekun dan kusyuk, bukan untuk siapa-siapa melainkan untuk diri sendiri, insya Allah akan terkabul permohonan kita. |
|
16 Ka’bah Batu
biasa berwarna hitam dibangun pada masa Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail
, dinamakan Ka'bah. Tuhan memerintahkan bahwa batu Ka'bah harus bersih dari
kotoran fisik dan mental. Ini dijadikan lambang dan simbol ketaatan kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Seperti
halnya bendera kita, merah putih. Bahannya dari kain biasa dengan dua warna.
Sebelum menjadi bendera hanya berupa kain tidak punya arti sama sekali.
Tetapi setelah dipasang di tiang bendera dan juga dihormat pada saat saat
kita mengadakan upacara, maknanya menjadi berbeda. Terlebih apabila ada yang
merobek, nyawapun menjadi taruhan.
Ka'bah
adalah simbol kepatuhan terhadap Allah. Hajar Aswad sebagai start awal untuk
memulai tawaf. Berjuta-juta jamaah bergerak teratur mengitari Ka'bah laksana
alunan ombak yang bergulung perlahan. Nabi Muhamad mencium Hajar Aswad karena
yakin bahwa Tuhan itu ada, bukan sebaliknya. Nabi
Muhamad menganjurkan untuk menciumnya, tetapi kalau tidak bisa cukup
melambaikan saja. Tawaf
mengelilingi Ka'bah tujuh kali dimaksudkan untuk menghormati ajaran Nabi
Ibrahim bahwa Tuhan sebenarnya ada, simbolnya berupa Ka'bah. Pelaksanaan
tawaf melambangkan bahwa Allah itu Maha Agung.
Maqom,
tempat sesorang pernah berdiri/ tinggal di tempat itu, Nabi Ibrahim yang terletak di samping Ka'bah
terbuat dari logam yang berlapis emas. Ajaran-ajaran Nabi Ibrahim menunjukkan
bahwa Tuhan Yang Maha Esa ada dan Ka'bah merupakan kiblat untuk sholat
menghadapNya.
|
||||||
|
17 Ikhlas Kata
ikhlas, singkat dan jelas dan menjadi kata yang paling populer diantara para
jamaah. Contoh
: saya mengikhlaskan barang-barang saya untuk diwakafkan ke Yayasan A,
Keluarga B sudah ikhlas melepaskan salah satu ayahandanya yang telah pergi
menghadap Tuhan.
Alhamdulillah
bapak ibu sudah mempraktek- kan dalam persiapan menjalankan ibadah haji.
Sebelum berangkat haji, seisi rumah
sudah dititipkan kepada Tiarto, suami asisten rumah tangga. Bapak dan ibu
tidak pernah menghubungi selama berada di tanah suci. Seandainya terjadi
apa-apa terhadap rumah, bapak ibu ikhlas. Beberapa
kawan/ jamaah yang sudah berpengalaman berpesan : " nanti kalau di sana,
harus ikhlas menerima keadaan". Mengapa ? Selama menjalankan ibadah haji
dalam jangka waktu yang relatif di negeri nun jauh di sana, keadaan yang dihadapi
dalam aktifitas harian berbeda dengan aktifitas harian di tanah air. Setiap
jamaah harus mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri selama berkumpul dengan
jamaah yang lain karena mempunyai latar belakang yang berbeda. Aktifitas harian seperti kebiasaan mengikuti berita-beritas nasional baik di telivisi maupun surat kabar setiap pagi, tidak dapat mereka lakukan. Terlalu sulit untuk meninggalkan kebiasaan tersebut bagi seseorang yang tidak mempunyai tekad yang besar untuk dapat menghindari itu semua.
Menu makanan yang berbeda dengan lidah melayu juga merupakan bentuk tantangan yang lain. Untuk mengatasi semua hal itu kuncinya adalah ikhlas dalam menerima dan melaksanakannya.
Tentu saja harus timbul dari hati nuranianya sendiri. Tidak dapat dipaksakan oleh
orang lain. "Seandainya menu yang tersaji tidak sesuai dengan selera dan
lidah kita, jangan mengeluh dengan mengatakan makanan tidak enak. Karena
nantinya di sana, tidak akan pernah makan enak".
Ada
pengalaman yang bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga: Seseorang yang
selama di tanah air dalam kondisi sakit-sakitan, tetapi selama di tanah suci
malahan sebaliknya, sehat wa'alfiat. Keadaan yang tidak terduga sama sekali.
Terjadi sebaliknya terhadap seseorang yang lain. Selama di tanah air jarang
sakit, sehat tiada kurang suatu apapun. Tetapi selama di tanah suci berbagai
penyakit yang tidak pernah terasa muncul semua. Dari kedua kasus tersebut terdapat perbedaan dalam mengikhlaskan sesuatu hal. Kasus pertama terlihat bahwa dia bisa menerima keadaan dengan hati yang tulus dan ikhlas, menerima sesuatu dengan rasa syukur. Pasrah dengan keadaan. Sedangkan pada kasus kedua, dia menerima keadaan dengan besar hati, sedikit sombong dan tidak ikhlas, tidak mensyukuri dan tidak pasrah.
Pada
kondisi seperti ini teman-teman sesama jamaah hanya mengingatkan supaya memperbanyak istigfar. Ikhlas
dan pasrah, demikian kata kunci yang perlu diresapi dengan mendalam dan
dipraktekan. Menderita dengan sikap sedang dicoba atau diterima dengan
bersyukur. Mohon kehadapan Allah, semoga mengampuni kesalahan dan diberi
kekuatan untuk sehat dan tetap semangat. Allah pasti memberi segala
permohonan kita.
|









Tidak ada komentar:
Posting Komentar