Minggu, 19 April 2026

Bapak Munggah Kaji #5

18 Madinah

Ahad  tanggal 10 Maret 2002 terasa hari yang cukup panjang bagi kami, karena ini merupakan hari terakhir di Mekah untuk selanjutnya rombongan akan berangkat ke Madinah.

Barang-barang dikemas-kemas, baik koper besar maupun tas jinjing dan barang bawaan yang lain. Volume barang memang memang masih tetap walaupun isinya sudah lain. Kebutuhan pokok sehari-hari sudah mulai berkurang dipergunakan selama di Mekah, tetapi ada tambahan barang oleh-oleh. Terlihat beberapa jamaah lain yang hilir mudik mencari barang-barang yang belum ketemu, ada juga menimbang-nimbang oleh-oleh yang yang akan dipakai langsung atau dimasukkan koper. 

Siap Menuju Madinnah

Ibu tergolek isitirahat di tempat tidur, untuk menyimpan tenaga karena perjalanan cukup lama sejauh ± 450 km.

Keesokan harinya sudah bangun pagi sekali, jam 03.00 dinihari, karena harus melaksanakan tawaf ifadah (perpisahan) dilanjutkan dengan dengan sholat Shubuh. Ibu juga ikut ke Masjidil Haram, tetapi hanya melihat saja.

Jam 07.00 dengan menggunakan bus yang sama dengan hari-hari sebelumnya, rombongan meninggalkan Mekah. Selamat tinggal kota Mekah.

Bus meluncur menuju arah utara. Jalannya lurus dengan kondisi kiri kanan terdiri dari batu dan pasir, sekali-kali naik turun mengikuti kontur yang berbukit-bukit. Sistem lalu lintas di Arab menggunakan jalur kanan, berbeda dengan di negara kita. Pemandangan sepanjang perjalanan sangat monoton,  kambing dan unta yang berkeliaran di kiri kanan jalan setidaknya menghilangkan kejenuhan. Sempat terbetik pikiran darimana makanan binatang-binatang tersebut. Allah Maha Besar.

Di tengah perjalanan, bus diberhentikan dan ada seseorang yang membenkan snack berupa roti, minuman botol, kurma dan beberapa macam buah. Perjalanan dilanjutkan lagi. Beberapa jam kemudian bus distop lagi, beberapa snack diberikan lagi.

Jam 14.00 sampailah perjalanan di check point seJauh 10 km menjelang kota Madinah. Entah bagaimana manajemen pengelolaan haji oleh pemerintah KeraJaan Arab Saudi, pasport yang selama ini ditahan di Jeddah diserahkan oleh pak sopir untuk diperiksa oleh petugas imigrasi yang sudah siap menunggu. Kelihatannya sudah benar-benar direncanakan rombongan mana, dengan bus apa, yang akan tiba pada jam berapa di tempat-tempat tertentu.

Di tempat ini lagi-lagi dibagikan makan siang, karena sudah menjelang tengah hari. Nasi dalam kardus, buah jeruk dan sebotol minuman air putih. Selama dalam perjalanan pengurusan konsumsi dan akomodasi pemerintah setempat memberikan servis yang cukup memuaskan.

Hotel Taiba Madinnah
Di Madinah rombongan menginap di Hotel Taiba yang letaknya ber- dampingan dengan Masjid Nabawi. Hotelnya sangat bagus berbintang tiga atau mungkin bintang empat. Petugas' room service sudah siap menurunkan dan membawa barang-barang ke masing-masing kamar tamu hotel. Walaupun sempat khawatir, terutama beberapa jamaah yang belum pernah menginap di hotel besar, seseorang petugas memberitahu tak usah takut barang-barangnya hilang semuanya akan diantar sampai di tempat.

Setelah check-in di ruang resepsionis yang telah tersedia, semua rombongan menuju ke kamar masing-masing di lantai 4 dan ternyata barang-barang yang dibawa oleh petugas room service sudah berada di dalam. Sungguh pelayanan yang cukup memuaskan, walaupun lokasi hotel di daerah yang sangat ramai tetapi keamanan tetap terjamin. Bapak tidak mendengar ada barang yang hilang. Memang ada barang bapak berupa tas bungkusan plastik yang tertinggal, setelah dicari barang tersebut masih aman dan berada di tempat barang-barang angkutan tadi. Servis terhadap tamu memang betul-betul diterapkan bagi pegawai-pegawainya.

Interior Masjid Nabawi
Kata Madinah secara umum jauh lebih indah dari kota Mekah, bangunan- bangunannya mempunyai desain arsitektur yang lebih modern, jalan rayanya lebar dan bagus. Tidak dijumpai daerah-daerah kumuh. Di beberapa kawasan dijumpai kebun kurma dan keadaan tanahnya relatif agak subur dibandingkan dengan Mekah. Masjid utama yang ada di Madinah dinamakan Masjid Nabawi. Arsitektur bangunan sangat indah, tiang-tiang bangunan berukir bunga-bungaan yang dilapisi emas. Disalah satu atap bangunan terdapat kubah yang atapnya berbentuk payung -dari sejenis terpal- berwarna putih.

Pada siang hari atap tertutup untuk menghindari panas matahari dan pada malam hari terbuka. Luas bangunan masjid ± 640.000 m2 dan dapat menampung ± 1,5 juta jamaah sekaligus.

Icon Masjid Nabawi
Di dalam masjid terdapat makam Nabi Muhamad, sahabat Abu bakar dan Umar bin Khotob, sahabat   yang sekaligus adalah panglima perangnya. Ketiga makam tertutup rapat dari bahan kaca sehingga masih bisa terlihat. Jamaah berbaris bergiliran untuk dapat· mendekati makam dan beberapa terdengar mengucapkan salam. Terlihat banyak jamaah yang berdzikir dengan kusyuk di sekitar makam. Penjaga masjid selalu berjaga-jaga di sekitar makam dan selalu mengingatkan jamaah supaya jangan berlama-lama berdiri, mungkin maksudnya untuk menghindari antrian yang menumpuk. Secara keseluruhan masjid sangat cantik, hampir semua desain interiornya berlapiskan emas. Sulit menentukan berapa kilogram atau bahkan kwintal emas yang diperlukan untuk membangun itu semua.

Di seberang masjid juga terdapat kuburan umum yang dinamakan Baqi. Kuburan ini diperuntukkan untuk umum, baik penduduk Madinah sendiri atau jamaah haji yang meninggal dunia.

Pemakaman Baqi Madinnah
Tidak seperti di tanah air, setiap mayat yang dikubur  yang dipasang nisan, di Baqi tidak ada tanda khusus yang menunjukkan bahwa disitu pernah dikubur seseorang. Satu-satunya tanda hanyalah gundukan tanah. Menurut informasi yang bapak terima, memang kebiasaan disini setiap orang meninggal hanya dikubur begitu saja tiada tanda-tanda khusus yang menyertai makamnya. Sederhana sekali. Dalam hati sempat bertanya, bagaimana kalau ingin ziarah kubur? 

Bapak mencoba untuk survai di dalam masjid Nabawi. Masuk ke salah satu pintu yang bentuknya sama. Tidak terpikir bahwa nantinya akan menimbulkan masalah. Melihat-lihat di dalam masjid dan saking asyiknya, kebingungan sendiri ketika hendak keluar masjid. Berputar-putar mencoba untuk menemukan pintu pertama tetapi sia-sia saja. Mau bertanya ke penjaga nggak ada penjaga yang dijumpai dan kalaupun ada belum tentu mengerti bahasa Inggris. Bentuk semua pintu yang sama cukup membuat pusing. Dengan naluri dan hati tenang serta berdoa, pintu masuk pertama dapat ditemukan kembali.

Sesuai dengan rencana, hari Rabu tanggal 13 Februari 2002 akan dimanfaatkan untuk berziarah ke tempat-tempat yang bersejarah di sekitar Madinah. Jam 07.00 bus yang mengantar rombongan siap berangkat.

Masjid Quba merupakan kunjungan pertama.

Masjid Quba
Masjid ini merupakan masjid yang pertama dibangun Nabi Muhamad ketika hijrah di Madinah. Desain masjid cukup modern tetapi tidak sebesar masjid Nabawi. Lantai marmer dan ditengah tergantung lampu hias kristal yang cukup besar dan bagus. Atap bangunan cukup tinggi. Manara bangunan berdiri megah di ujung bangunan utama masjid. 

Perjalanan dilanjutkan ke Jabal Uhud, yaitu tempat terjadinya pertempuran antara pasukan Nabi Muhamad dengan pasukan orang kafir Quraish. Pasukan nabi yang gugur dalam peperangan sejumlah 70 orang syuhada dan dimakamkan di kuburan Uhud.  Bukit Uhud terhampar cukup luas, wilayah yang relatif datar dikeliling bukit-bukit kecil. Juga terlihat bangunan­ bangunan berbentuk kotak berwarna putih, tidak jelas apakah bangunan itu berupa mushola atau untuk kegunaan lain. 

Jabal Uhuh
Terbayangkan pada saat pertempuran itu sekelompok pasukan bersembunyi diantara bukit-bukit dan yang lain bersembunyi di bukit-bukit yang lain. Daerah yang datar tempat terjadinya pertempuran satu lawan satu seperti yang biasa disaksikan di film teve atau layar lebar.

Masjid Qiblatin merupakan tujuan tempat ziarah selanjutnya. Salah satu keunikan masjid ini terdapat tanda di tembok masjid berupa tempat menghadap sholat yang mengarah ke belakang apabila kita sedang sholat. Arah tersebut menuju ke Masjidil Aqsa, Palestina. Menurut riwayat yang pernah diceritakan, sebelumnya arah sholat adalah menghadap Masjidil Aqsa. Pada suatu saat ketika nabi Muhamad sedang sholat, beliau menerima wahyu dari Allah dan memerintahkan untuk mengubah kiblat ke Ka'bah, Mekah. Seketika itu juga beliau mengubah arah sholat berbalik 180°. Untuk itulah masjid dinamakan masjid Qiblatin, mesjid yang mempunyai dua arah kiblat. Peristiwa ini dituangkan dalam Al Quran di Surat Al Baqarah ayat 144 :

Masjid Qiblatin

“Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan”.

Acara terakhir adalah ke pasar Kurma. Bermacam-macam kurma dijual di kios-kios yang berjejer rapl. Kualitas yang meliputi kelezatan rasa kurma mepengaruhi harganya. Ada yang harganya SAR3 sampai dengan SAR40. Kurma yang paling enak dan mahal orang biasa menamakan kurma nabi. Konon kurma ini merupakan buah yang sering dimakan nabi Muhamad. Beberapa pedagang menawarkan dalam bahasa Indonesia, setelah ditanya ternyata orang Garut yang sudah cukup lama berdagang disini.

Pasar Kurma Madinnah

Cukup luas wilayah pasar kurma. Seperti yang terjadi di masjid Nabawi, bapak sempat kehilangan jejak untuk menuju kembali ke tempat parkir bus. Sempat putus asa, berdiri saja di suatu tempat, dengan asumsi toh nanti juga adayang mencari. Dan memang benar tidak berapa lama ada teman yang menemukan bapak. Begitulah kalau kurang beradaptasi di tempat yang baru.


 19 Ziarah & Ibadah

Kunjungan ke Madinah, Masjid Nabawi. tidak termasuk dalam rukun haji, atau dengan kata lain hanya ziarah dan hukumnya adalah sunnah. Umat Islam sebagai pengikut Nabi Muhammad diharapkan  dapat menghayati napak tilas bagaimana Nabi mengembangkan ajaran Islam setelah mengalami tekanan bahkan penolakan dari kaum kafir Quraish di Mekkah dan di Thaif. Peristiwa hijrahnya Nabi saw dan para sahabat dan pengikut-pengikutnya  pengikutnya dari Mekkah ke Madinah menandakan babak baru perjuangan syiar Islam di komunitas baru yang lebih kompleks masalah dan masyarakatnya. 

Kota Yatsrib

Masyarakat di kota Yatsrib (yang kemudian diganti namanya menjadi  Madinah) beragam, ada yang masih kafir, ada yang muslim (sedikit), orang-orang Yahudi, suku Badui dan bahkan Nasrani.  

Begitu fenomenalnya peristiwa itu, pada saat pemerintahan khalifah Umar bin Khattab menetapkan sebagai titik awal berlakunya kalender Islam yang selanjutnya disebut sebagai kalender Hijrah.

Menjelang masuk ke Kota Madinah, 5 km dari Madinah, Nabi memutuskan untuk istirahat. Dan mendirikan masjid pertama di kawasan Madiinah, disebut dengan Masjid Quba. Masjid Nabawi dibangun setelah dibangun Masjid Quba.

Di tempat yang baru nabi dan pengikut-,pengikut·nya masih dikejar-kejar musuhnya. Dikisahkan juga salah seorang sahabat Nabi yang meninggal ditusuk dari belakang oleh musuhnya pada saat rnemberikan ceramah. Makam sahabat tersebut terletak di Madinah.

Dari perjalanan  ziarah-ziarah  tersebut,  para peziarah   bisa mengetahui lebih dalam tentang bagaimana agama Islam pada awalnya dapat berkembang.

Berat sekali tantangan yang dihadapi Nabi Muhamad dan para pengikutnya. Dari segi sosiologi, merubah adat kebiasaan masyarakat Quraish yang jahiliiyah menjadi masyarakat yang beradab merupakan perjalanan yang teramat berat dan mengagumkan.

Kalau Masjid Nabawi dipugar dan dlbangun lagi sehingga menjadi masjid  yang  begitu  cantik,  seperti  layaknya  seorang  gadis  berhiaskan  emas,merupakan hal yang sangat wajar sekali.

Apabila rukun haji yang merupakan kegiatan di Mekah, padang Arofah, Muzdalifah dan berakhir di Mina merupakan tema perjalanan dakwa Nabi Ibrahim as, maka kegiatan di Madina lebih menonjolkan kegiatan dakwah dan perjalanan  Nabi Muhamad dan para sahabat.

Apabila menelaah sedikit, mandalam tentang rukun Isam yang isinya terdiri dari 5 pokok yaitu mengucapkan kalimat syahadat, maksanakan sholat (lima waktu), berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat dan yang terakhir yaitu melaksanakan ibadah haji bagi

Bacaan Sholawat
 yang mampu.  Urutan yang runtut, sistimatis dan sisitematis.

Sholat Rukun Islam ke2


Rukun pertama menerang kan tentang adanya pengaku-an bahwa Allah
itu ada dan harus disembah yang diwujudkan pada rukun kedua, sebagai tempat berlindung dan tempat memohon pertolongan.

Puasa di Bulan Ramadhan
Rukun yang ketiga bersilat pribadi, bahwa sesesorang harus dapat mengendalikan diri dari hawa nafsu yang, bahkan, selalu mendominasi setiap insan manusia. Tidak boleh bersifat seperti layaknya seekor hewan yang memang derajatnya lebih rendah dari manusta.

Rukun keempat maknanya ada!ah sifat sosial yang harus dimiliki oleh manusia. Manusla sebagai makkluk sosial. Maknanya manusia ditakdirkan tidak bisa hidup sendiri  tanpa adanya interaksi sosial dengan manusia atau makhluk lain. 

Zakat, Infaq & Sedekah

Ketergantungan dan saling membutuhkan merupakan bentuk interaksi dinatara makhluk ciptaan Allah.

Sedangkan rukun yang kelima merupakan pengejawantahan dari solidaritas sesama insan. Selama melaksanakan ibadah, kita dipaksa untuk dapat merasakan betapa beratnya perjalanan yang dijalani  nabi-nabi pendahuiu kita. 

Haji untuk yang Mampu

Kita dituntut untuk dapat menghayati dan merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari pasca setelah melaksanakan ibadah haji.  

Aktifitas  ibadah selama di Mekah sebagai pondasi yang paling dasar yang harus menjadi habbit/ kebiasaan setiap muslim setelah kembali ke negara masing-masing.

Hubungan kondisional yang mempunyai ikatan emosi dan ritual yang sangat mendaiam sekali. Jamaah haji yang berasal seluruh penjuru dunia, Belanda, Inggris, Amerika, Aljazair, Libya, China, Rusia dan negara yang  lain, menggambarkan  bahwa syiar Islam go international, tidak terbatas di negara sekitar jazirah Arab saja.

Tujuan umat Islam pergi ke tanah suci adalah karena semata-mata karena ibadah. Pengkultusan Nabi harus dihindari bahkan dilarang. Karena tujuan ibadah adalah semata-mata berharap ridho Allah, Nabi hanya manusia yang dipilih Allah sebagai penyampai risalah Allah sesuai panduan yaitu Al Qur’an.

 

 

20 Disiplin

Kegiatan shoiat waktu di Masjidl Haram dan Masjid Nabawi adalah aktifitas rutin. Terkesan bahwa sholat berjamaah merupakan aktifitas yang selalu ditunggu oleh setiap jamaah, bahkan oleh setiap orang yang bermukim di dua kota tersebut, di sela-sela kegiatanmereka dalam mencari nafkah.

Sedemikian muadzin mengkumandakan adzan, semua aktifitas perdagangan, penjual dan pembeli, pejalan kaki, aktifitas perkantoran dan yang lain berhenti. Semua bergegas dan berbondong-bondong mengambil air wudhu dan ke masjid.

Gambaran kehidupan masyarakat di dua kota yang bapak amati dan ini sudah berlangsung sejak syiar nabi Muhammad saw.

Flashback ke belakang, jika kita menelaah ke masalah keduniaan, khususnya di tanah air, dalam bidang tata pengelolaan pemerintahan dan kenegaraan masih banyak perlu di koreksi dan diperbaiki.

Era Orde Lama, masyarakat belum menemukan sosok, tokoh, pimpinan yang menjadi role model kepemimpinan yang bisa menjadi panutan masyarakat.

Pada masa Orba Baru menggunakan pendekatan lain, karena presiden-nya seorang prajurit, sebagian besar tampuk pimpinan birokrasi dari level nasional. regional dan lokal dipegang oleh golongan militer. Harapannya dapat menanamkan kedisiplinan dalam pengelolaan pemerintahan.

Di sebuah kota kecil, Magelang, yang dikenal sebagai pusat kawah candradimuka bagi taruna-taruna Akabri. Pemerintah mendirikan sekolah yang akan menjadi cikal bakal pemimpin masa depan di level sekolah menengah atas, yaitu SMA Taruna Nusantara. Calon siswa melalui seleksi  yang sangat ketat dan direkrut dan seluruh penjuru nusantara melalui Kantor Kodim (Komando Distrik Militer) yang ada di setiap kota/ kabupaten.

Dari sekolah ini diharapkan akan lahir calon-calon pemimpin nasional yarg mampu rnenyetir dan mengendalikan arah pemerintahan dan kemandirian bangsa Indonesa. Salah satu keunggulan dari sekolah ini adalah  menerapkan kurikulum dengan kedisiplin yang sangat tinggi, seperti layaknya pendidikan taruna di Akabri.

Apakah ada kaitan antara kedisiplinan dengan kewajiban sholat bagi seorang muslim ?

Agama merupakan salah  satu pendidikan  yang harus diajarkan bagi generasi penerus bangsa. Kewajiban-kewajiban yang diajarkan dalam agama merupakan langkah awal penerapan disiplin dalam kehidupan manusla.

Urutan sholat harian, sholat pekan-an, urutan dalam pelaksanaan sholat itu sendiri yang sudah baku sesuai syariah, merupakan guidance untuk membangun disiplinan pribadi.

 Sholat Melatih Disiplin Waktu

Sholat diwajibkan pada lima waktu yang tersebar sepanjang hari: Subuh (fajar), Dzuhur (siang), Ashar (sore), Maghrib (senja), dan Isya (malam). Setiap waktu memiliki batas awal dan akhir yang jelas.


Hikmah bagi kedisiplinan harian:

§        Manajemen waktu: Seseorang yang terbiasa sholat tepat waktu akan terbiasa menjadwalkan aktivitasnya—seperti bekerja, belajar, atau beristirahat—berdasarkan waktu-waktu sholat. Hal ini mencegah penundaan dan pemborosan waktu.

§      Konsistensi: Sholat melatih kedisiplinan yang konsisten setiap hari, tanpa libur atau cuti. Kebiasaan ini membentuk karakter yang teguh dalam menjalankan rutinitas harian.

 Sholat Melatih Disiplin Fisik dan Mental

Sholat terdiri dari gerakan-gerakan teratur (takbir, berdiri, rukuk, sujud, duduk) yang dilakukan dengan tertib. Selain itu, sholat menuntut kekhusyukan dan fokus.

 Hikma kedisiplinan harian :

§          Kedisiplinan fisik : Kebiasaan bergerak dalam sholat melatih tubuh                                   untuk  disiplin  dalam menjaga postur, kebersihan (wudhu), dan kesehatan. Pola           ini mencerminkan pentingnya keteraturan dalam aktivitas fisik sehari-hari.

§           Kedisiplinan mental : Sholat mengharuskan seseorang mengendalikan pikirannya dari gangguan duniawi. Latihan fokus ini sangat relevan dengan tuntutan aktivitas harian yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti bekerja atau belajar.

Sesuai hadist, sholat yang paling disenangi Allah adalah yang dilakukan tepat pada waktunya.

Sangat disayangkan, jika di tataran ritual keagamaan aturan begitu jelas dan ketat, tetapi di tataran implementasi dalam kehidupan sosial masih rendah.

Contoh kecil, parkir kendaraan sembarangan bahkan di lokasi yang dilarang, membuang sampah, melanggar aturan lalu lintas. Ironisnya yang melakukan adalah yang rajin sholatnya dan istikomah. Koq bisa ?

Alasannya sederhana dan gampang, pengaruh lingkungan sekitar yang permisif dan rendahnya law enforcement. Mulai dari lingkungan yang kecil, melebar yang lingkungan yang luas dan tentu saja dampaknya ke skala nasional dengan implementasi dalam bentuk yang lain.

Di negara Arab Saudi yang dasar negaranya adalah negara yang Islami, kedisiplinan sudah tertanam di seluruh masyarakat, salah satunya dari kewajiban dalam menjalankan sholat lima waktu.

Dampak dalam urusan keduniawian salah satunya tercermin dalam pelayanan dalam pelaksanaan ibadah haji, setidaknya pada musim haji tahun tersebut.

Keamanan, kenyamanan dan keteraturan merupakan bentuk keberhasilan pemerintah setempat dalam menanamkan kedisiplinan bagi masyarakatnya.

Tugas-tugas yang dihadapi para polisi di tanah suci tidak seberat dengan polisi di negara kita. Hal ini disebabkan karena masyarakat yang diaturnya memahami dan melaksanakan kewajibannya dalam bermasyarakat dan bernegara.

Postur dan wajah polisi Arab Saudi tidak menunjukkan wajah yang seram-seram dan menakutkan. Tidak jelas betul apakah negara ini apakah mempunyai pasukan militer atau tidak, sebab apabila ada bahaya yang mengancam eksistansi negaranya, pemerintah selalu mengundang tentara luar, AS, untuk membantu mengatasinya.

Untuk mewujudkan keadaan negara yang lebih baik sesuai cita-cita bangsa, harus ada persiapan yang meliputi berbagai aspek. Dan dari berbagai aspek tersebut kunci utamanya hanya satu yaitu kita harus menjadi pemimpin diri kita sendiri, kondisi minimal yang harus ditanamkan mulai sejak dini.

Orang Kota
Berkaitan dengan disiplin dengan kondisi masyarakat kita, Jawa khususnya, dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok priyayi, kelompok kampung dan kelompok desa.

Anak-anak Desa
 §     Kelompok priyayi atau dalam kondisi sekarang disebut juga dengan kelompok elite, penanaman disiplin oleh orangtuanya sudah ditanamkan sejak anak-anak. Bermain, belajar mengikuti jadwal yang ketat. Tingkah laku dan kebiasaan benar-benar diatur dengan ketat. Oleh orang tua, si anak bersangkutan memang sudah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin, paling tidak pemimpin untuk diri sendiri. 

 §     Kedua adalah kelompok kampungan yaitu masyarakat yang bertempat tinggal di daerah yang kumuh, karena memang dipaksa keadaan ekonomi yang sangat kurang. 

Masyarakat Desa
Orang tua tidak sempat mendidik anak-anaknya secara ketat apalagi disiplin. Hampir sebagian kehidupannya diserahkan pada lingkungannya. Karena itu ada istilah kampungan yang mempunyai konotasi orang yang seenaknya sendiri dalam berbuat dan tidak tahu aturan.

 §     Kelompok ketiga adalah masyarakat yang tinggal di desa dengan lingkungan persawahan. Pola tingkah lakunya sesuai dengan pekerjaannya yang bersifat agraris. Apabila kita memperhatikan pohon pisang, mempunyai siklus yang rutin, dimulai dari tunas sampai dengan berbuah dengan masa lebh kurang enam bulan. Tidak bisa dipercepat atau diperlambat. Disiplin ada, tetapi sulit untuk dirubah.

Dari ketiga kelompok masyarakat tersebut, terserah kepada masing-masing di kelompok manakah yang akan kita tuju. Kelompok pemImpin atau kelompok yang akan dipimpin.

Dalam pelajaran bahasa Inggris teliihat jelas sekali tata bahasanya, misalnya kalimat bertanya selalu dipakai do. Do you know, who he is ? Kalimat tidak menggunakan don't, misalnya I don't hear your step. dalam bidang matematika berbeda, demikian juga dalam dunia militer atau pegawai negen sipil.

 

 

21 Kepribadian

Adakah hubungan antara disiplin dan kepribadian? Apakah agama mendukung kedisiplinan?

Jawabannya sudah jelas YA, ADA.

Satu dengan yang lain saling mendukung. Agama termasuk pendidikan, karena di dalamnya mengandung unsur- unsur disiplin, perintah, keteladanan, hadiah (reward) dan hukuman (punishman).

Agama membuat seseorang mengenal disiplin. Disiplin dalam menjalankan sholat lima waktu merupakan bentuk pelaksanaan perintah Allah, seperti yang tertuang dalam rukun Islam dan diwujudkan dalam keteladanan oleh Nabi Muhamad. Sebagai hadiah bagi yang menjalankan akan diberi pahala dan nikmat surga (reward), sedangkan bagi yang tidak menjalankan neraka-lah hukumannya (punishman). Surga dan neraka merupakan persoalan pribadi dan tidak dapat diperdebatkan.


Agama Mencerminkan Kepribadian

Keterkaitan antara disiplin dan kepribadian dapat digambarkan dalam ilustrasi sebagai berikut: Si Abu yang mempunyai sifat yang dapat bergaul dengan siapa saja, tidak pernah membuat masalah apalagi bertengkar. Hal ini menyebabkan banyak sekali orang yang bersimpati padanya. Lain lagi dengan si Badu, semua yang berkepentingan dengannya selalu menimbulkan masalah, mentang-mentang orang berpangkat dan kaya merasa dirinya yang paling dibutuhkan, paling penting,egois dan seterusnya.

Berbeda dengan Abu dan Badu, si Cadi yang status sosialnya orang biasa tidak dapat memberikan apa-apa kepada orang lain selain tindakan yang santun dan menghormat, tepa sliro. Semua orang senang bergaul dengannya.

Pemimpin adalah Panutan

Disinilah letak kepribadian seseorang, bagaimana dia berkomunikasi dengan orang lain, bagaimana seseorang memperlakukan orang lain, bagaimana seseorang menerima dan menghargai pendapat orang lain dan sebagainya. Agama membuat orang mengenai disiplin, disiplin yang akan membentuk kepribadian, yaitu sesuatu yang memberi ciri seseorang. Untuk menjadi pemimpin harus mempunyai kepribadian yang kuat, karena harus menjadi teladan yang lain.

Tidak ada komentar: