|
20 Disiplin
Kegiatan shoiat waktu di Masjidl
Haram dan Masjid Nabawi adalah aktifitas rutin. Terkesan bahwa sholat berjamaah
merupakan aktifitas yang selalu ditunggu oleh setiap jamaah, bahkan oleh
setiap orang yang bermukim di dua kota tersebut, di sela-sela kegiatanmereka
dalam mencari nafkah.
Sedemikian muadzin
mengkumandakan adzan, semua aktifitas perdagangan, penjual dan pembeli,
pejalan kaki, aktifitas perkantoran dan yang lain berhenti. Semua bergegas
dan berbondong-bondong mengambil air wudhu dan ke masjid.
Gambaran kehidupan masyarakat di
dua kota yang bapak amati dan ini sudah berlangsung sejak syiar nabi Muhammad
saw.
Flashback ke belakang, jika kita
menelaah ke masalah keduniaan, khususnya di tanah air, dalam bidang tata
pengelolaan pemerintahan dan kenegaraan masih banyak perlu di koreksi dan
diperbaiki.
Era Orde Lama, masyarakat belum
menemukan sosok, tokoh, pimpinan yang menjadi role model kepemimpinan yang
bisa menjadi panutan masyarakat.
Pada masa Orba Baru menggunakan
pendekatan lain, karena presiden-nya seorang prajurit, sebagian besar tampuk
pimpinan birokrasi dari level nasional. regional dan lokal dipegang oleh
golongan militer. Harapannya dapat menanamkan kedisiplinan dalam pengelolaan
pemerintahan.
Di sebuah kota kecil, Magelang,
yang dikenal sebagai pusat kawah candradimuka bagi taruna-taruna Akabri. Pemerintah
mendirikan sekolah yang akan menjadi cikal bakal pemimpin masa depan di level
sekolah menengah atas, yaitu SMA Taruna Nusantara. Calon siswa melalui seleksi
yang sangat ketat dan direkrut dan
seluruh penjuru nusantara melalui Kantor Kodim (Komando Distrik Militer) yang
ada di setiap kota/ kabupaten.
Dari sekolah ini diharapkan akan
lahir calon-calon pemimpin nasional yarg mampu rnenyetir dan mengendalikan
arah pemerintahan dan kemandirian bangsa Indonesa. Salah satu keunggulan dari
sekolah ini adalah menerapkan
kurikulum dengan kedisiplin yang sangat tinggi, seperti layaknya pendidikan
taruna di Akabri.
Apakah ada kaitan antara
kedisiplinan dengan kewajiban sholat bagi seorang muslim ?
Agama merupakan salah satu pendidikan yang harus diajarkan bagi generasi penerus
bangsa. Kewajiban-kewajiban yang diajarkan dalam agama merupakan langkah awal
penerapan disiplin dalam kehidupan manusla.
Urutan sholat harian, sholat
pekan-an, urutan dalam pelaksanaan sholat itu sendiri yang sudah baku sesuai
syariah, merupakan guidance untuk membangun disiplinan pribadi.
Sholat Melatih Disiplin Waktu
Sholat diwajibkan pada lima
waktu yang tersebar sepanjang hari: Subuh (fajar), Dzuhur (siang), Ashar
(sore), Maghrib (senja), dan Isya (malam). Setiap waktu memiliki batas awal
dan akhir yang jelas.
Hikmah
bagi kedisiplinan harian: § Manajemen
waktu: Seseorang yang terbiasa sholat tepat waktu akan terbiasa
menjadwalkan aktivitasnya—seperti bekerja, belajar, atau beristirahat—berdasarkan
waktu-waktu sholat. Hal ini mencegah penundaan dan pemborosan waktu. § Konsistensi: Sholat
melatih kedisiplinan yang konsisten setiap hari, tanpa libur atau cuti.
Kebiasaan ini membentuk karakter yang teguh dalam menjalankan rutinitas harian. Sholat Melatih Disiplin Fisik
dan Mental
Sholat terdiri dari
gerakan-gerakan teratur (takbir, berdiri, rukuk, sujud, duduk) yang dilakukan
dengan tertib. Selain itu, sholat menuntut kekhusyukan dan fokus.
Hikma kedisiplinan harian :
§ Kedisiplinan
fisik : Kebiasaan bergerak dalam sholat melatih tubuh untuk disiplin dalam menjaga postur, kebersihan (wudhu), dan kesehatan. Pola ini
mencerminkan pentingnya keteraturan dalam aktivitas fisik sehari-hari.
§ Kedisiplinan
mental : Sholat mengharuskan seseorang mengendalikan pikirannya dari
gangguan duniawi. Latihan fokus ini sangat relevan dengan tuntutan aktivitas
harian yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti bekerja atau belajar.
Sesuai hadist, sholat yang
paling disenangi Allah adalah yang dilakukan tepat pada waktunya.
Sangat disayangkan, jika di
tataran ritual keagamaan aturan begitu jelas dan ketat, tetapi di tataran
implementasi dalam kehidupan sosial masih rendah.
Contoh kecil, parkir kendaraan
sembarangan bahkan di lokasi yang dilarang, membuang sampah, melanggar aturan
lalu lintas. Ironisnya yang melakukan adalah yang rajin sholatnya dan
istikomah. Koq bisa ?
Alasannya sederhana dan gampang,
pengaruh lingkungan sekitar yang permisif dan rendahnya law enforcement.
Mulai dari lingkungan yang kecil, melebar yang lingkungan yang luas dan tentu
saja dampaknya ke skala nasional dengan implementasi dalam bentuk yang lain.
Di negara Arab Saudi yang dasar negaranya
adalah negara yang Islami, kedisiplinan sudah tertanam di seluruh masyarakat,
salah satunya dari kewajiban dalam menjalankan sholat lima waktu.
Dampak dalam urusan keduniawian
salah satunya tercermin dalam pelayanan dalam pelaksanaan ibadah haji,
setidaknya pada musim haji tahun tersebut.
Keamanan, kenyamanan dan
keteraturan merupakan bentuk keberhasilan pemerintah setempat dalam
menanamkan kedisiplinan bagi masyarakatnya.
Tugas-tugas yang dihadapi para
polisi di tanah suci tidak seberat dengan polisi di negara kita. Hal ini
disebabkan karena masyarakat yang diaturnya memahami dan melaksanakan
kewajibannya dalam bermasyarakat dan bernegara.
Postur dan wajah polisi Arab
Saudi tidak menunjukkan wajah yang seram-seram dan menakutkan. Tidak jelas betul
apakah negara ini apakah mempunyai pasukan militer atau tidak, sebab apabila
ada bahaya yang mengancam eksistansi negaranya, pemerintah selalu mengundang
tentara luar, AS, untuk membantu mengatasinya.
Untuk mewujudkan keadaan negara
yang lebih baik sesuai cita-cita bangsa, harus ada persiapan yang meliputi
berbagai aspek. Dan dari berbagai aspek tersebut kunci utamanya hanya satu
yaitu kita harus menjadi pemimpin diri kita sendiri, kondisi minimal yang
harus ditanamkan mulai sejak dini.
 | | Orang Kota | Berkaitan dengan disiplin dengan
kondisi masyarakat kita, Jawa khususnya, dapat dibagi menjadi tiga kelompok,
yaitu kelompok priyayi, kelompok kampung dan kelompok desa.
 | | Anak-anak Desa | §
Kelompok
priyayi atau dalam kondisi sekarang disebut juga dengan kelompok elite,
penanaman disiplin oleh orangtuanya sudah ditanamkan sejak anak-anak.
Bermain, belajar mengikuti jadwal yang ketat. Tingkah laku dan kebiasaan
benar-benar diatur dengan ketat. Oleh orang tua, si anak bersangkutan memang
sudah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin, paling tidak pemimpin untuk diri
sendiri.
§
Kedua
adalah kelompok kampungan yaitu masyarakat yang bertempat tinggal di daerah
yang kumuh, karena memang dipaksa keadaan ekonomi yang sangat kurang.  | | Masyarakat Desa | Orang
tua tidak sempat mendidik anak-anaknya secara ketat apalagi disiplin. Hampir
sebagian kehidupannya diserahkan pada lingkungannya. Karena itu ada istilah
kampungan yang mempunyai konotasi orang yang seenaknya sendiri dalam berbuat
dan tidak tahu aturan.
§
Kelompok
ketiga adalah masyarakat yang tinggal di desa dengan lingkungan persawahan.
Pola tingkah lakunya sesuai dengan pekerjaannya yang bersifat agraris.
Apabila kita memperhatikan pohon pisang, mempunyai siklus yang rutin, dimulai
dari tunas sampai dengan berbuah dengan masa lebh kurang enam bulan. Tidak
bisa dipercepat atau diperlambat. Disiplin ada, tetapi sulit untuk dirubah. Dari ketiga kelompok masyarakat
tersebut, terserah kepada masing-masing di kelompok manakah yang akan kita
tuju. Kelompok pemImpin atau kelompok yang akan dipimpin.
Dalam pelajaran bahasa Inggris
teliihat jelas sekali tata bahasanya, misalnya kalimat bertanya selalu
dipakai do. Do you know, who he is ? Kalimat tidak menggunakan don't,
misalnya I don't hear your step. dalam bidang matematika berbeda, demikian
juga dalam dunia militer atau pegawai negen sipil.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar